Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
115


__ADS_3

Setelah keluar dari UGD, nyonya besar Ozon langsung duduk di salah satu kursi yang tersedia di depan UGD.


Hera duduk di samping perempuan itu sembari memegang tangan Ibu mertuanya dan berkata, "ibu,, semuanya sudah terjadi, dan sekarang di rahim Kayla ada cicit Ibu, jadi ibu harus--"


"Jadi dari awal kau sudah tahu semuanya?" Tanya nyonya besar Ozon pada Hera.


"Ahh, itu, aku dan suamiku mengetahuinya beberapa hari yang lalu, tetapi Genta melarang kami untuk memberitahukannya pada ibu, karena dia bilang dia sendiri yang akan memberikannya," ucap Hera langsung membuat kening nyonya besar Oson berkerut.


"Anak nakal itu!!!!" kesal Nyonya besar Oson memukul pahanya sendiri karena merasa kesal terhadap kelakuan cucunya.


Pria itu sudah memberitahunya tentang seorang Cicit, tapi dia tidak menyangka bahwa dia yang disuruh memperlakukan Kayla dengan baik ternyata alasannya ialah bahwa cicit yang dimaksud pria itu ada di dalam rahim Keyla.


Hera yang merasa khawatir pada ibu mertuanya langsung memegangi kedua tangan Ibu mertuanya dan menahannya agar tidak memukul dirinya sendiri


Hera pun berkata, "Ibu,,, Tolong jangan menyakiti diri Ibu, semuanya sudah terjadi, dan sekarang kita hanya bisa menerima mereka karena--"

__ADS_1


"Apa katamu?!! Mau menerima?!! Hal ini sangat mempermalukan keluarga kita, orang-orang akan melihat bagaimana kacaunya keluarga kita!!! Sangat memalukan!!!" Gerutu Nyonya besar Ozon Yang tidak tahu harus berbuat apa.


Mau menerima, maka itu akan merusak reputasi keluarga mereka, akan membuat keluarga mereka menjadi bahan perbincangan dan bahan cibiran orang lain. Tidak menerima, tetapi dia sangat ingin memiliki seorang cicit, dan dia tahu bagaimana keras kepalanya cucu pertamanya jika sudah memikirkan sesuatu, maka dia pasti tidak akan pernah mengalah.


Apalagi saat nyonya besar Ozon melihat bagaimana Genta yang datang ke UGD langsung mencium kening Keyla, maka dia bisa melihat bahwa cucunya sangat menyukai perempuan itu meski dia tidak mengerti bagian mana dari Keyla yang disukai oleh Genta.


"Ibu,," Hera kembali berbicara dengan nada suara membujuknya agar perempuan itu tetap tenang tetapi nyonya besar Genta benar-benar tidak bisa tenang memikirkan kekacauan dalam keluarganya.


"Pasti perempuan itu yang merayu cucuku, inilah sebabnya aku melarang kalian membawa dia ke rumah kita. Sebab Dia bukan perempuan yang bisa berterima kasih terhadap orang yang menolongnya, sekarang dia bahkan,,, hah,, Aku tidak tahu lagi harus berkata apa!!" Kata nyonya besar sembari memegangi keningnya yang terasa berdenyut.


Mau senang karena kehadiran seorang cicit, tapi dia tidak bisa melakukannya sebab kehadiran cicitnya berada pada tempat yang tidak seharusnya.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....

__ADS_1


Hera langsung mengambil ponsel yang ia letakan bisa punya lalu melihat penelpon adalah Genta.


"Ya?" Tanya Hera pada putranya Setelah dia mengangkat panggilan telepon itu.


"Keyla sudah dipindahkan ke rumah rawat inap, aku ada di sini menjaganya, Bagaimana dengan nenek?" Tanya Genta dari seberang telepon langsung membuat Hera menatap Ibu mertuanya.


Hera pun segera berkata, "Nenekmu baik-baik saja, aku akan mengurusnya, kau jagalah keila dan--"


"Berikan ponselnya!!" Sela nyonya besar ozon mengulurkan tangannya untuk mengambil ponsel dari tangan Hera.


Takut nyonya besar Ozon sampai semakin sakit jika keinginannya tidak diikuti, maka Hera pun memberikan ponsel itu pada nyonya besar Ozon.


"Katakan di mana ruangannya, nenek akan segera ke situ!!!" Perintah nyonya besar Ozon pada cucunya yang di seberang telepon.


Genta yang ada di seberang telepon pun berkata, "Nenek, nenek tidak perlu kemari, di sini--"

__ADS_1


"Jangan membantah!!" Bentak nyonya besar Ozon langsung membuat Genta mau tidak mau harus mengatakan ruangannya.


Maka setelah mengetahui ruangan tempat Kayla berada, nyonya besar Ozon pun menyuruh Hera untuk mengantarnya ke sana.


__ADS_2