
Keyla yang pergi bersama dengan Alexi kini duduk di dalam mobil milik Alexi dan mobil itu pun melaju meninggalkan apartemen Citata dengan dia yang menatap keluar jendela.
Alexi menatap perempuan yang duduk di sampingnya, sungguh cantik dan memukau , sehingga dia tidak tahan untuk berkata, "sepertinya aku sangat beruntung."
Ucapan pria itu langsung membuat Kayla menatap ke arah Alexi dan memperlihatkan wajah bertanya-tanyanya tentang ucapan pria itu yang secara tiba-tiba.
Alexi pun tersenyum, "Aku beruntung memarkir mobilku di tepi jalan, dengan begitu kau menabrak mobilku dan sekarang kita bisa berkenalan." Ucap alexi.
Keyla yang mendengarkan ucapan pria di sampingnya mengerutkan keningnya menatap pria itu, "hm, ya, Tapi tolong segera kirim nomor rekeningmu ke ponselku." Ucap Keyla yang masih teringat akan mobil pria itu yang rusak karena ditabrak olehnya.
"Ah, Sudah kubilang tidak perlu komat hanya saja bolehkah mulai sekarang kita sering-sering bertemu?" Tanya Alexi.
"Itu,,," Keyla menahan ucapannya sembari memikirkan apa yang harus ia jawab pada pria di sampingnya, dan setelah berpikir beberapa saat, perempuan itu akhirnya menganggukkan kepalanya, "baiklah, aku rasa menjadi teman juga tidak ada salahnya," jawab Keyla.
"Bagus sekali, Kalau begitu, bolehkah aku sering-sering menghubungimu?" Tanya Alexi.
Keyla terkejut dengan ucapan pria itu, tetapi ketika dia berpikir bahwa mungkin mengenal pria itu jauh lebih baik daripada dia harus terjebak terus dengan kakak angkatnya, maka Keyla pun menganggukkan kepalanya, "baiklah," jawab Keyla.
__ADS_1
"Terima kasih," jawab Alexi.
Keyla tidak mengatakan apapun lagi kau mah perempuan itu terdiam di tempatnya dan menunggu sampai mobil tiba di apartemennya lalu dia pun berpisah dengan Alexi.
Saat Keyla memasuki apartemen, perempuan itu langsung roboh di sofa dan saat ini pikirannya menjadi kacau lagi karena dia kembali mengingat kakak angkatnya yang akan segera menikah.
Menikah dengan seorang perempuan yang bukan dirinya, dan hal itu benar-benar membuatnya sangat sedih.
Pada akhirnya, perempuan itu terus berada di sofa dan terdiam meneteskan air matanya setiap kali dia merasa sakit hati mengetahui Genta yang harus menikah dengan perempuan lain.
Dia pun tertidur di sofa itu sampai pada pagi hari ketika dia terbangun, okelah langsung cepat-cepat bersiap untuk berangkat ke restoran.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Keyla mengerutkan keningnya saat ia melihat bahwa nama pemanggil yang ada di kontaknya ialah calon istri Genta.
__ADS_1
"Kenapa dia menelponku?" Ucap Kayla dengan perasaan berkecamuk karena dia merasa kesal setiap kali dia mengetahui sesuatu yang berhubungan dengan perempuan itu.
Maka Keyla pun mengabaikan panggilan telepon itu lalu dia pun turun ke parkiran dan dia menyadari bahwa mobilnya tertinggal di rumah Citata hingga Dia hanya bisa mengambil ponselnya untuk menghubungi taksi online.
Tetapi sebelum dia menghubungi sebuah nomor taksi online yang tersimpan di ponselnya tiba-tiba saja sebuah panggilan masuk kembali membuat perempuan itu menggertakan giginya.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
"Kenapa dia terus menghubungiku?" Gerutu Keyla sembari menghembuskan nafasnya dengan kasar dan menggerakkan jarinya mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo," kata Kayla pada orang di seberang telepon.
"Adik ipar, ibu mertua menyuruhku untuk menelpon kamu karena hari ini aku akan pergi menemui salah satu wo untuk mengurus pertunangan ku dengan Genta. Ibu mertua tiba-tiba ada kesibukan, jadi dia bilang semua persiapan pertunangan ku dengan Genta akan dibantu olehmu," kata perempuan dari seberang telepon langsung membuat Kayla seperti disambar oleh petir di pagi hari.
Persiapan pertunangan?
__ADS_1
Gentah benar-benar mau bertunangan!!!