Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
90


__ADS_3

Acara makan malam merayakan ulang tahun Citata berjalan dengan lancar, dan setelah makan malam, empat orang itu pindah ke sofa lalu di atas meja di atur berbagai jenis alkohol yang bisa Mereka minum.


Ada juga cemilan yang terletak di sana sehingga mereka duduk bersama-sama dan berbincang-bincang sembari menikmati alkohol kecuali Keyla yang saat itu sama sekali tidak punya selera untuk menyentuh alkohol.


"Kenapa kau tidak minum?" Tanya Citata ketika dia terus memperhatikan Keyla namun perempuan itu tidak mengambil gelas miliknya.


"Ahh,, Aku membawa mobil, jadi aku tidak boleh minum," jawab Keyla.


"Jangan khawatir, nanti akan ku panggilkan supir pengganti, minumlah sedikit saja," ucap Citata sembari mengangkat gelas milik Kayla dan memberikannya pada perempuan yang bersama-sama dengannya.


"Ahh, kalau begitu aku minum sedikit saja," kata Kayla kemudian mengangkat gelas itu untuk meminum alkoholnya.


Baru satu teguhkan saja meluncur ke tenggorokannya, perempuan itu tiba-tiba saja merasa ingin muntah sehingga dia menutup mulutnya Dan meletakkan gelas miliknya.


Setelah itu, barulah Keyla berlari meninggalkan semua orang yang ada di sana dan dia pun pergi ke toilet memuntahkan isi perutnya.

__ADS_1


Citata yang melihat itu segera berlari menghampiri Keyla dan membantu perempuan itu.


"Astaga,, Apakah kau tidak biasa minum alkohol?" Tanya Citata yang kini merasa bersalah telah memaksa perempuan itu untuk minum.


Keyla membasuh mulutnya untuk membersihkannya lalu perempuan itu menggelengkan kepalanya menatap Citata, "aku sesekali minum alkohol, mungkin saja ini karena maag ku," ucap Keyla.


"Ahh, kalau begitu aku akan mencarikanmu obat," ucap Citata hendak pergi mencari obat ketika Keyla menahan lengannya hingga perempuan itu menghentikan langkahnya.


"Tidak apa-apa kok, nanti juga baikan sendiri." Ucap Keyla yang tidak mau membebani perempuan itu, masakan di hari ulang tahun perempuan itu dia datang membuat perempuan itu kerepotan?


Citata tetap merasa bersalah pada perempuan di depannya, tetapi melihat Keyla yang bersungguh-sungguh melarangnya mencari obat, maka perempuan itu akhirnya menganggukkan kepalanya lalu mereka kembali menemui dua pria yang sedang minum tanpa saling berbicara.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Alexi saat ia melihat wajah Keyla tampak agak pucat.


Setelah duduk, Keyla menganggukkan kepalanya, "ya, aku baik-baik saja, tapi sepertinya sekarang aku harus berpamit untuk pulang," ucap Keyla sembari menatap ke arah Citata dengan rasa bersalah bahwa dia tidak bisa menemani perempuan itu lebih lama lagi.

__ADS_1


"Ah tentu, kau harus pulang untuk istirahat,," ucap Citata langsung mengambil tas milik Kayla dan memberikannya pada perempuan itu.


Alexi yang mendengar itu pun berdiri, "Kalau begitu, biarkan aku mengantarmu kembali, aku tidak minum terlalu banyak kok. Besok, aku akan menyuruh seseorang untuk mengambil mobilmu dan mengantarnya ke apartemenmu," ucap Alexi.


"Benar, Jangan pulang sendiri, Kau tampak tidak baik-baik saja," ucap Citata membenarkan ucapan Alexi sehingga Kayla hanya bisa berpasrah menganggukkan kepalanya lalu Citata pun mengantar kedua orang itu meninggalkan apartemennya.


Baru saja pintu apartemen tertutup, Citata langsung ditarik oleh seseorang ke dalam pelukannya.


Bibirnya langsung dibongkam dengan bibir Lion lalu pinggangnya dipeluk dengan erat.


Citata tidak terkejut lagi, sebab sudah biasa pria itu melakukannya, namun dia terkejut saat tiba-tiba saja tangannya yang ia letakkan di pinggang pria itu terasa ada sesuatu yang menyelinap di jari manisnya.


Namun dia tidak bisa melihatnya, sebab Rion menahan tubuhnya supaya tidak menatap ke arah sana, namun dia menggerakkan jarinya dan dia merasakan ada sebuah cincin yang terselip di sana.


"Tunggu!!!" Akhirnya Citata berteriak pada pria di depannya lalu dia pun mengangkat tangannya dan melihat jari manisnya telah melingkar sebuah cincin yang sangat indah dengan sebuah berlian terletak di bagian atas cincin itu.

__ADS_1


"Ini,," Citata segera memindahkan tatapannya menatap pria yang sedang memeluknya, sebab pria itu tak pernah memberinya cincin kecuali kalung dan perhiasan-perhiasan lainnya.


Melihat perempuan itu menatapnya, maka Rion pun berkata, "maukah kau menikah denganku?"


__ADS_2