Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
54


__ADS_3

Citata membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan kesedihannya hingga perempuan itu akhirnya berhenti menangis dan dia menyeka air matanya.


Setelah itu, Citata keluar dari kamar untuk menemui Keyla, tetapi ketika dia keluar dari kamar, perempuan itu tidak lagi mendapati Keyla berada di manapun.


Oleh sebab itu, Citata dengan cepat berlari ke arah kios yang ada di depan rumah lalu bertanya pada perempuan paruh baya yang berjaga di kios.


"Itu,, perempuan bernama Keyla yang tadi datang bersama dengan seorang gadis kecil, Apakah dia sudah pulang?" Tanya Citata yang merasa bahwa dia harus mengatakan sesuatu pada perempuan itu.


Dia harus mengaku tentang kebohongannya pada Keyla supaya dia bisa mendapatkan pengampunan dan ganjaran atas apa yang telah ia lakukan.


Sementara Sang Perempuan paruh baya yang ditanyai oleh Citata, perempuan itu menganggukkan kepalanya, "Ahh, ya, dia sudah pulang, tapi dia bilang kalau besok pagi dia akan datang lagi kemari. Dia juga bilang kalau dia tinggal di rumah nyonya astella," ucap perempuan paruh baya itu langsung membuat Citata bersemangat.


"Lalu, Di mana rumah Nyonya astella?" Tanya Citata.

__ADS_1


"Tidak terlalu jauh dari sini, kau hanya perlu mengikuti jalan ini ke sana lalu berbeloklah ke arah kiri sampai kau mendapatkan sebuah rumah yang dicat berwarna biru, ada lorong di sampingnya, masuk ke dalam situ dan tanyakan di mana rumah Nyonya astella pada orang-orang," ucap perempuan paruh baya itu langsung membuat Citata berlari pergi menuju arah yang ditunjukkan oleh perempuan itu.


Setelah cukup lama berlari, Citata akhirnya bertemu dengan seorang perempuan yang saat itu sedang membawa hasil ladangnya di punggungnya.


"Permisi, saya ingin bertanya sesuatu," ucap Citata langsung membuat perempuan yang dibicarai Citata menghentikan langkahnya lalu menatap Citata.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" Tanya perempuan itu.


Citata berkata, "Itu, Saya ingin pergi ke rumah Nyonya astella, tapi saya tidak melihat rumahnya. Apakah--"


Setelah berjalan beberapa puluh meter, akhirnya Citata melihat sebuah rumah yang sudah sangat buruk dan perempuan itu pun pergi menghampiri rumah tersebut dan melihat Keyla duduk di sana sembari memeluk kedua lututnya.


Posisi Keyla yang terlihat saat itu benar-benar membuat Citata menjadi semakin merasa bersalah pada perempuan itu, namun dia tetap menguatkan hatinya dan melangkah mendekati Keyla.

__ADS_1


"Keyla," ucap Citata langsung membuat Keyla menoleh ke arah Citata.


"Oh, duduklah," ucap Keyla yang mana saat itu dia duduk di sebuah tikar yang berukuran cukup besar.


Citata duduk sembari menyilangkan kedua kakinya dan tangannya diletakkan di depan, agak terkepal kuat sebab Dia merasa agak gugup untuk mengakui kebohongannya pada Keyla.


Bagaimanapun, dia selalu merasa ngeri membayangkan Keyla yang harus ditabrak oleh mobil dan berakhir di rumah sakit dalam waktu yang lama demi menyelamatkan dirinya yang telah membohongi perempuan itu.


Citata yang kini duduk di depan Keyla, lalu dia berkata, "itu,,, Aku ingin mengakui sesuatu padamu."


"Hm? Mengakui sesuatu?" Tanya Keyla yang merasa agak bingung dengan perempuan di depannya.


Pengakuan Apa yang hendak dilakukan oleh perempuan itu?

__ADS_1


Sementara Citata, dia dengan wajah yang begitu murung kemudian berkata, "itu,, aku,, Aku sebenarnya tidak hamil."


__ADS_2