
Setelah 2 hari berada di desa, Keyla terbiasa bersama-sama dengan perempuan tua yang bersamanya, Setiap hari dia membersihkan rumah, memasak untuk perempuan itu dan membiasakan dirinya tidur hanya beralaskan sebuah tikar yang terbuat dari anyaman pandan.
Meski begitu, Keyla merasa senang tinggal di desa, dan terlebih nyonya astella yang bersama-sama dengannya memperlakukannya dengan sangat baik hingga membuat Keyla merasa nyaman berada di tempat itu.
Meski sesekali dia juga merindukan kehidupannya di kota, namun perempuan itu berusaha menahan diri Dengan berpikir bahwa tidak ada hal baik yang akan terjadi jika dia kembali ke kota.
"Makanannya sudah siap," ucap Astella dengan suara setengah berteriak pada seorang perempuan yang saat itu tengah sibuk menumbuk jagung.
"Makanlah dulu, aku akan menyelesaikan ini!" Jawab Nyonya Astella dengan suara yang keras.
Keyla yang melihat itu langsung menghela nafas, lalu dia pun menghampiri nyonya astella dan mengambil alih pekerjaan perempuan tersebut.
"Biar aku yang menyelesaikan ini, nenek harus segera makan supaya nanti tidak jatuh sakit. Apalagi, nenek sudah berjanji untuk mengajakku jalan-jalan di desa, kalau nenek sampai tidak makan, maka nanti bisa membatalkan acara jalan-jalan kita!!!" Kata Keyla langsung membuat sang perempuan dengan semangat menganggukkan kepalanya lalu dia pun mengikuti ucapan Keyla.
Perempuan itu duduk bersama-sama dengan Keyla, lalu Keyla dengan telaten melayani perempuan itu membantunya makan.
__ADS_1
"Kau selalu memasak dengan sangat baik, nenek sangat senang dengan masakanmu." Ucap nyonya astella yang sangat senang setelah Keyla datang ke rumahnya sebab perempuan itu memasak dengan sangat baik.
Sementara Keyla yang mendengarkan itu, dia hanya tersenyum saja sebab sudah biasa dia dipuji seperti itu sehingga pujian seperti itu tidak mempan lagi membuatnya tersanjung dan bersikap malu-malu.
"Setelah makan, nenek akan berganti pakaian lalu kita pergi berjalan-jalan bersama-sama!!" Ucap Nyonya astella kembali dijawab anggukan kepala Keyla.
"Baik Nek!" Kata Keyla sembari menambah makanan kepiring Nyonya astella supaya perempuan itu makan dengan baik dan nutrisi untuk tubuhnya bisa tercukupi.
Kedua perempuan itu kemudian terus makan bersama-sama, sampai akhirnya mereka selesai makan dan Nyonya astella langsung beranjak pergi ke arah tempat tidurnya lalu berbaring di sana sembari memejamkan matanya.
Maka setelah membereskan piring kotor yang ada di sana, Keyla mengambil jaketnya Lalu dia pergi untuk berjalan-jalan di sekitar desa.
"Kak Nari!!" Teriak seolah seorang gadis kecil yang sudah berkenalan dengan nari karena gadis itu merupakan tetangganya.
"Hei,,, di mana Ayah dan ibumu?" Tanya Keyla sembari mengusap kepala gadis kecil itu.
__ADS_1
"Mereka ada di rumah. Kakak nari mau ke mana?" Tanya sama gadis kecil dengan mata berbinar-binar menatap Keyla, karena selama Keyla berada di sana, Keyla terus mengajaknya berjalan-jalan dan perempuan itu juga seringkali membelikannya cemilan hingga membuat gadis kecil itu selalu senang bersama-sama dengan Keyla.
"Mau jalan-jalan sebentar, kau mau ikut dengan kakak?" Tanya Keyla.
"Ya!! Tunggu di sini sebentar!" Ucap gadis kecil itu berlari ke dalam rumah lalu dia berpamitan pada ayah dan ibunya sebelum kembali menghampiri Keyla.
Setelah dihampiri oleh gadis kecil, maka Keyla pun bersama-sama dengan gadis kecil itu berjalan-jalan di desa dan perempuan itu mengerutkan keningnya saat ia melihat seorang perempuan yang ia kenal.
"Citata!" Ucap Keyla memanggil perempuan itu hingga membuat Citata yang saat itu memetik sayur singkong kini menoleh ke arah Keyla dan kepanikan langsung melanda perempuan itu.
Citata langsung membuang muka, dan menggunakan topi yang ia kenakan menutupi wajahnya Lalu dia cepat-cepat pergi meninggalkan Keyla.
"Hei tunggu!!!" Teriak Keyla sembari mengerai gadis kecil yang bersama-sama dengannya lalu dia menggendong gadis kecil itu untuk menyusul Citata.
Tetapi karena beban yang ia bawa, maka Keyla menjadi sangat cepat lelah dan dia sudah tidaklah melihat kemana perginya Citata hingga Keyla hanya bisa ngos-ngosan dia berdiri di tempatnya menatap ke sekelilingnya.
__ADS_1