
"Itu,, Sejak kapan kau menyukaiku?" Tanya Keyla.
"Sejak pertama kali melihatmu," jawab Genta.
💦💦💦
"Itu,, Lalu kenapa kau,,, kau memperlakukanku dengan buruk ketika aku berumur 17 tahun?" Tanya Keyla yang sudah menyimpan pertanyaan ini bertahun-tahun, dan meski pada akhirnya dia menyukai pria di depannya, namun dia masih ingin mengetahui alasan pria itu telah menodainya di usia remajanya.
Genta terdiam beberapa saat menatap perempuan di depannya, ia merasa berat untuk mengatakannya, tetapi kemudian dia berkata, "itu,, malam itu, kau tahu sendiri malam itu aku tidak bisa berada di rumah karena ada kegiatan perusahaan, dan aku minum terlalu banyak. Jadi ketika kembali ke rumah, aku tidak bisa menahan diri dan juga tidak terlalu ingat Apa yang kau lakukan saat itu. Aku baru menyadarinya ketika pagi hari aku terbangun dan ternyata kau sudah menangis di pojok ruangan. Maaf,,, aku salah," ucap Genta.
Keyla yang mendengarkan itu mengerutkan keningnya, dan dia sama sekali tidak ingat bahwa pria itu sedang mabuk pada hari itu, Sebab Dia tidak ingin lagi mengingat masalah itu dan dia berusaha untuk tidak memikirkannya.
"Tapi,, hari-hari berikutnya kau tidak mabuk lagi, dan kenapa kau terus masuk ke dalam kamarku?" Tanya Keyla.
"Itu,, karena kau terlihat sangat membenciku jadi aku berpikir kalau aku terus berada di sekitarmu mungkin bisa meluluhkan hatimu. Aku minta maaf, aku salah,," ucap Genta penuh penyesalan.
__ADS_1
Keyla yang mendengarkan ucapan pria di depannya terdiam, lalu perempuan itu membuang muka dari Genta.
Keyla masih memikirkan masalah itu ketika tiba-tiba saja tubuhnya diangkat ke pangkuan Genta dan Genta memeluknya dengan sangat erat.
"Tolong jangan berubah pikiran, aku sudah menyesali semuanya dan butuh keberanian yang besar untuk mengatakan semuanya padamu. Kalau sekarang kau berpikir tidak mau lagi bersamaku,, maka, Aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa lagi selain pergi darimu selamanya," ucap Genta.
Keyla yang mendengarkan itu sangat terkejut, dan dia yang sudah meneteskan air matanya kini menyekah air matanya lalu menatap Genta.
"Itu,, aku tahu semuanya sudah berlalu, tapi itu tetap saja menyakitkan. Tapi aku akan berusaha menghapus semuanya, aku akan berdamai," ucap Kayla sembari memeluk pria itu Dan Dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa apa yang terjadi di masa lalu telah berbeda dengan masa sekarang.
Genta yang merasakan pelukan Keyla yang sangat erat kini bernafas dengan lega, "terima kasih sayang," kata Genta.
Itu cukup menyakiti hatinya, dan cukup membuatnya yakin bahwa apa yang terjadi di masa lalu tidak boleh mempengaruhi apa yang akan mereka lewati ke depannya.
Tok tok tok...
__ADS_1
Suara pintu yang diketuk langsung membuat Keyla melepaskan pelukan mereka dan Genta pun memperbaiki posisi perempuan itu di atas ranjang sebelum dia pergi membuka pintu.
"Kami sudah kembali," langsung melihat ke arah Keyla yang saat itu juga duduk di ranjang menatapnya.
"Kalian memasak lah, Aku akan mengajak Keyla untuk berjalan-jalan sebentar," kata Genta diangguki oleh dua orang tua yang bersama-sama dengan mereka hingga Hera dan Adam pun pergi menuju dapur sementara Genta membantu Kayla turun dari tempat tidur.
"Mau kemana?" Tanya Keyla yang merasa heran kemana mereka harus pergi.
"Ada sesuatu yang mau ku perlihatkan padamu," kata Genta menuntun perempuan itu keluar dari kamar lalu mereka memasuki lift dan turun ke lantai 3.
Baik itu turun di lantai 3, Genta menonton perempuan itu menuju ke sebuah tempat yang membuat Kayla terkejut saat mereka tiba di sebuah tempat di mana bayi-bayi kecil sedang dibaringkan dalam box bayi.
"Oh,," Keyla tersenyum melihat bayi-bayi kecil itu, dan tanpa sadar tangannya menyentuh perutnya sendiri.
"Mulai sekarang jaga kesehatanmu dengan baik, supaya suatu saat kita bisa melihat bayi kita seperti bayi-bayi yang lainnya yang ada di sini," kata Genta sembari merangkul Keyla.
__ADS_1
"Ya,," jawab kilas sembari tersenyum.
Sekarang yang ada di pikirannya hanyalah rasa tak sabarnya untuk melihat bayi mereka yang segera lahir ke dunia.