
Barto berkata, "apa yang dikatakan Genta itu benar,, kalau keluarga Ozon kehilangan kami, mereka tidak akan jatuh bangkrut, tapi kalau kakak iparku yang ditinggalkan oleh semua orang, maka tidak akan ada lagi yang akan menjaganya!!!"
💦💦💦
"Kalian,,," Hera menghembuskan nafasnya dengan berat, sebab apa yang dikatakan oleh kedua putranya memang benar, tetapi dia merasa sayang bahwa kedua putranya mengatakan hal seperti itu tepat di depan nyonya besar Ozon.
Oleh sebab itu, dia tidak jadi berbicara pada kedua putranya dan memilih menenangkan nyonya besar Ozon dengan cara berkata, "ibu,, Ibu harus berpikir dengan baik, saat ini di rahim Keyla ada cicit ibu, jadi--"
"Baiklah!!! Biarkan mereka menikah!!!" Sela nyonya besar osong sembagiri berdiri lalu perempuan itu pun mengulurkan tangannya pada pelayannya sebagai pertanda bahwa dia ingin dituntun oleh pelayannya dan bukannya orang lain.
Meski nyonya besar Ozon telah dituntun oleh pelayannya, tetapi Hera tetap mengikuti perempuan itu sembari berbalik menatap Ketiga orang yang ada di ruangan yang akan mereka tinggalkan.
__ADS_1
Setelah mereka keluar dari ruangan, Hera langsung memegangi sisi kiri nyonya besar Ozon hingga Mereka pun berjalan sampai ke parkiran mobil.
Begitu naik di mobil, Hera langsung menatap Ibu mertuanya yang tampak menatap keluar jendela dengan sebuah beban berat di matanya.
Hera pun tidak tahan untuk tetap diam, perempuan itu berkata, "Ibu, Jangan berpikir banyak hal, lagi pula sekarang--"
"Tidak ada jalan lain, aku memang harus menerima cicitku. Hah,,, inilah berkat yang dimaksud oleh pendeta dari kuil, bahwa meskipun Keyla akan mempermalukan keluarga kita, tapi dia akan membawa berkat bagi keluarga kita." Kata nyonya besar Ozon yang kembali ingat perkataan pendeta dari kuil.
Pendata dari kuil selain mengatakan bahwa berkat akan berasal dari Keyla, pendeta juga berbicara tentang ramalan lain bagi keluarga mereka, bahwa hanya akan ada suatu perempuan yang akan memberikan keturunan bagi keluarga mereka.
"Ibu,, kalau begitu ibu akan menerima Keyla bukan??" Tanya Hera Sembari mengulurkan tangannya memegang tangan Ibu mertuanya, dan dia sangat cemas bahwa perempuan itu akan terus bersikap buruk terhadap Keyla.
__ADS_1
"Memangnya Apa yang bisa kulakukan?! Tentu saja aku akan menerimanya, Tapi apa Kau sudah menyelidiki apa yang kukatakan padamu?" Tanya nyonya besar ozon Kini berbalik menatap menantunya.
"Ahh,, itu,," Hera merasa tidak enak untuk mengatakannya, tetapi kemudian Nyonya Ozon memberinya tatapan peringatan hingga perempuan itu semakin mempererat genggaman tangannya pada tangan nyonya besar ozon.
Dengan mengumpulkan keberaniannya maka Hera pun berkata, "aku sudah menyelidikinya, dan apa yang dicemaskan oleh pendeta itu memang benar. Putra kedua ku, dia,, kita tidak bisa mengharapkannya, dia sudah menjalin hubungan kekasih dengan seorang pria."
Nyonya besar Ozon yang mendengarkan itu tidak terkejut lagi, karena dia sudah menyiapkan dirinya untuk mengetahui kabar itu sejak pendeta dari kuil meramalkan hal tersebut pada keluarga mereka.
"Hah,,, Apakah suamimu sudah mengetahui masalah ini?" Tanya nyonya besar ozon.
"Tidak, Aku tidak akan berani mengatakan hal itu padanya, karena dia pasti akan memanggil Barto dan memarahinya, sementara Barto sudah dari dulu tidak pernah mau diatur. Akan ada sesuatu yang lebih buruk terjadi pada Barto jika ayahnya sampai mengetahui masalah ini," ucap Hera.
__ADS_1
"Ya, aku mengerti masalah itu, yang penting sekarang aku bisa bernafas dengan tenang, sudah ada penerus untuk keluarga kita, pendeta meramalkan bahwa akan ada tiga orang penerus bagi keluarga kita, dan mereka semua akan lahir dalam tahun yang sama. Apa menurutmu bayi yang dikandung oleh Kayla itu adalah bayi kembar?" Tanya Nyonya besar Osan kini tidak lagi memikirkan rasa malunya keluarga mereka saat kabar Kila yang hamil Tetapi dia lebih memikirkan tentang penerus keluarga mereka.
"Ahh, itu, kandungan Kayla masih terlalu muda, jadi belum bisa dipastikan Apakah itu kembar atau tidak." Ucap Hera yang kini bernafas legal bahwa nyonya besar Ozon ternyata sudah menerima Keyla tetapi dalam hatinya dia juga bingung bahwa apa yang diramalkan oleh pendeta, semuanya benar-benar terjadi.