Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
84


__ADS_3

"Ya, Aku satu-satunya anak perempuan dari keluarga ozon," ucap Keyla sembari menelan air liurnya yang terasa begitu pahit dan entah kenapa saat itu air matanya hendak terjatuh lagi ke pipinya.


💮💮💮


"Aku mendengar banyak tentangmu dari Genta, dan katanya Kalian juga cukup dekat. Genta akan kembali ke luar negeri setelah pertemuan acara perusahaan ini, tapi aku masih akan tinggal beberapa waktu lagi, jadi aku berharap kita bisa menjadi teman dekat, ahh,,, Maaf, seharusnya kita mulai beradaptasi untuk menjadi saudara karena nantinya kita akan menjadi ipar," kata Kimberly sembari tersenyum ke arah Keyla hingga membuat Keyla semakin sakit hati melihat perempuan di depannya.


Dengan bersusah payah ia menahan agar air matanya tidak merembes di pipinya dan dia pun menganggukkan kepalanya, "ya," jawab Keyla.


"Kalau begitu, kita bisa bertukar nomor telepon," ucap Kimberly segera mengambil ponselnya dari tas kecil miliknya lalu menyerahkannya pada Keyla.


Dengan tangan yang agak gemetar, keyla kemudian mengambil ponsel itu lalu dia menulis nomornya ke sana sebelum mengembalikannya pada Kimberly.


Setelah menerima ponselnya, Kimberly tersenyum menyimpan ponselnya ke dalam tasnya, lalu perempuan itu berkata, "kalau begitu adik ipar, aku duluan ya."


Kayla tidak mengatakan apapun, Tetapi dia hanya membiarkan perempuan itu keluar dari toilet sebelum dia akhirnya runtuh di lantai dengan air mata yang merembes di pipinya.

__ADS_1


Perempuan itu berusaha keras menahan agar dia tidak mengeluarkan suara isakan, namun dia tidak bisa menahannya hingga perempuan itu kembali mengambil barang-barangnya dan masuk ke bilik toilet untuk menangis.


"Hiks,, hiks,, kenapa?? Hiks,, hiks,, kenapa aku sakit hati??" Ucap keyla pada dirinya sendiri.


Dia tidak mengerti dan dengan dirinya, dia sendiri yang tidak menginginkan kebersamaannya dengan pria itu, tetapi sekarang kenapa hatinya menjadi sangat kacau dan perasaannya seperti dibanting-banting setelah melihat Genta memperoleh seorang perempuan yang menjadi calon istrinya?


Dia tidak terima!!!


Dia tidak terima kalau pria itu menikah dengan perempuan lain, tetapi kenapa dia tidak menerimanya??


Keyla pun keluar dari bilik toilet dan melihat wajahnya yang bengkak dan matanya yang memerah karena terlalu lama menangis.


'Apa ini? Kenapa aku seperti ini? Aku sendiri yang menyuruh pria itu untuk menikah dengan perempuan yang ia cintai, tapi kenapa aku sakit hati??' ucap Keyla dalam hati sembari meneteskan air matanya.


Perempuan itu berdiri di dalam cermin dalam waktu yang cukup lama sampai akhirnya dia mengambil alat make up yang ada di tas miliknya lalu memperbaiki riasannya.

__ADS_1


Karena tidak membawa banyak alat make up, maka meskipun dia berusaha keras menutupi bengkak pada matanya, namun hal itu tidak berhasil hingga membuat Keyla menjadi semakin kesal.


Perempuan itu hendak melemparkan alat make up nya ke lantai sebagai pelampiasan amarahnya saat tiba-tiba saja ia mendengar suara sepatu yang melangkah ke arah kamar mandi hingga dia mengurungkan niatnya dan hanya menyimpan alat make up itu ke dalam tasnya.


"Lho sayang, Sudah berapa lama kau di toilet?" Tanya hera melangkah mendekati Keyla sebab dari tadi dia menunggu perempuan itu, namun tidak kunjung datang menghampirinya.


Keyla langsung menatap Ibunya hingga membuat hera semakin terkejut ketika melihat bekas bengkak menangis di wajah perempuan itu.


"Ya ampun sayang, kenapa ini?" Tanya Hera mengulurkan tangannya menyentuh mata putrinya yang tampak bengkak.


Keyla mengepal kuat tangannya, lalu perempuan itu berusaha tersenyum sembari berkata, "ini,, aku tidak menangis karena sedih, tadi aku mendapat kabar baik dari temanku sehingga aku tidak bisa menahan rasa haruku dan menangis berteleponan dengannya. Aku pun malu keluar kamar mandi karena aku takut seseorang akan salah paham ketika melihat Aku menelpon sambil mengeluarkan air mata."


"Ahh, syukurlah kalau begitu," ucap Hera merasa lega bahwa ternyata putrinya Bukan menangis karena masalah tetapi karena sebuah kabar bahagia.


__ADS_1


__ADS_2