Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
105


__ADS_3

"apa perasaanmu sudah lebih tenang?" Tanya Hera pada Keyla ketika perempuan itu selesai minum air putih.


Keyla menganggukkan kepalanya, "iya," jawab keyla sembari mengatur nafasnya supaya dia lebih tenang.


"Baguslah, Apakah ada hal lain yang kau inginkan?" Tanya Hera.


Keyla menggelengkan kepalanya, "tidak ada," jawab Kayla yang saat ini merasa bahagia sehingga dia berpikir bahwa tidak ada hal lain lagi yang ia inginkan.


"Baguslah, Kalau begitu Kau tunggu di sini sebentar, ibu akan memasakkan sesuatu untukmu. Atau, Apakah kau punya sesuatu yang ingin kau makan?" Tanya Hera.


"Itu,, Aku sangat ingin makan ceker ayam," jawab Keyla yang entah kenapa tiba-tiba saja ingin menikmati sup ceker ayam yang panas.

__ADS_1


"Biar Ayah pergi membelikan bahan-bahannya," kata Adam penuh semangat.


"Baiklah, kalau begitu Ibu juga akan pergi dengan ayahmu, dia tidak akan tahu berbagai belanja bahan makanan yang bagus," kata Hera langsung diangguki oleh Keyla sehingga kedua orang itu pun pergi meninggalkan kamar dengan Genta yang mendekati Keyla dan duduk di samping perempuan itu sembari memeluk keyla.


"Apa kau benar-benar tidak apa-apa?" Tanya Genta yang meski dia melihat bahwa Keyla sudah baik-baik saja, Tetapi dia masih merasa cemas Jika saja perempuan itu sebenarnya menyimpan perasaan gunda dalam hati namun tidak ingin menceritakannya di hadapan kedua orang tua mereka.


Keyla Menggelengkan kepalanya dengan pelan dan mengulurkan tangannya memegang tangan Genta yang memeluknya, "aku baik-baik saja. Tapi,,, Bagaimana dengan nenek? Dia pasti sangat marah setelah mengetahui kabar ini," ucap Kayla sembari menatap Genta.


Meski merasa ragu, tetapi Keyla tetap menganggukkan kepalanya, "Aku harap begitu," ucap Keyla.


"Oya, rencana pertunangan kita, aku akan mengubahnya menjadi rencana pernikahan, karena kau sudah hamil jadi aku tidak mau kau terlalu lelah harus menjalani dua acara secara berturut-turut. Ahh,,, acaranya juga diundur jadi satu bulan lagi, supaya kau masih punya waktu untuk memulihkan diri. Tapi kalau kau punya rencana yang lain, Kau bisa mengatakannya padaku supaya aku bisa menganturnya," kata Genta yang meski dia sudah mengatur semuanya, namun dia masih tidak bisa mengabaikan pendapat perempuan itu.

__ADS_1


Tetapi Kayla dengan cepat menggelengkan kepalanya, "pengaturanmu sudah bagus, aku akan mengikutinya," ucap keyla.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mengaturnya," ucap Genta sembari mengeratkan pelukannya pada perempuan itu dan berkali-kali menciumi pipi Kayla.


Keyla yang diperlakukan seperti itu tidak berusaha menghindar, tetapi perempuan itu kemudian berkata, "itu,, tapi kenapa kau sangat ingin menikah denganku? Apa kau benar-benar menyukaiku?"


Pertanyaan itu langsung membuat Genta merasa kesal bahwa perempuan itu masih meragukannya sehingga dia pun berkata, "kalau aku tidak menyukaimu, maka aku tidak akan melakukan semua ini. Aku tidak akan menentang keluarga dan tidak akan bertahan selama belasan tahun tanpa mengenal seorang perempuan maupun kecuali kau."


Kata-kata yang keluar dari mulut Genta benar-benar membuat jantung Keyla berdegup amat kencang, dia menatap Genta dan dia merasakan air mata kembali berkumpul di pelupuk matanya.


"Itu,, Sejak kapan kau menyukaiku?" Tanya Keyla.

__ADS_1


"Sejak pertama kali melihatmu," jawab Genta yang masih ingat Bagaimana pertemuan pertama mereka, karena saat itu ketika Keyla berumur 12 tahun perempuan itu datang ke rumah mereka dan saat melihat Keyla, dia yang saat itu berada di usia remaja langsung menyukai perempuan itu.


__ADS_2