Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
38


__ADS_3

"Jangan berpura-pura tidak tahu,


kau jelas mengancamnya untuk pergi!! Jadi katakan padaku, ke mana kau membawa pergi perempuan itu!!!" Ancam Rion yang merasa bahwa Citata tidak mungkin memiliki keberanian untuk pergi sendiri, sebab perempuan itu tidak membawa apapun, sehingga seharusnya ada seseorang yang mungkin menyiapkan sesuatu sebagai bekal perempuan itu pergi dari apartemennya.


💥💥💥


Sementara Keyla yang mendengarkan ucapan pria di depannya, dia mengerutkan keningnya karena tidak mengerti mengapa pria itu malah memarahinya ketika dia sudah mengalah terhadap pernikahan mereka.


Setelah beberapa saat, Keyla kemudian berkata, "Sepertinya kau sudah salah paham, aku memang sangat ingin menikah denganmu karena kita dijodohkan, tetapi aku tidak mungkin menghalangi hubunganmu dengan Citata, apalagi Kalian berdua sudah memiliki calon anak di rahim Citata. Jadi--"


"Apa katamu?!" Sela Rion yang tidak mengerti dengan apa yang diucapkan oleh perempuan di depannya, Mengapa perempuan itu berbicara tentang seorang anak ketika Citata selalu mengkonsumsi obat KB?

__ADS_1


"Ya, saat aku kecelakaan, aku bertemu dengan Citata, dan dia bilang bahwa dia sedang hamil anakmu, jadi aku hanya membiarkannya saja dan sekarang aku sendiri yang akan mengatakan pada orang tuaku bahwa aku tidak bisa menikah denganmu. Tapi,, Kenapa kau datang memarahiku dan mengatakan omong kosong kalau Citata pergi?" Tanya Keyla yang merasa aneh, karena dia melihat bahwa Citata bukanlah tipe orang yang akan menyerah semudah itu untuk sesuatu yang ia inginkan.


Bagaimana pun, dia sudah melihat Bagaimana perempuan itu berjuang keras untuk membatalkan pertunangan Rion, Jadi tidak mungkin perempuan yang tengah hamil itu pergi meninggalkan Rion.


Sementara Rion yang mendengarkan penjelasan perempuan di depannya, pria itu mengerutkan keningnya dan dia tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi.


"Jadi kau benar-benar tidak membuat Citata pergi?" Tanya Rion untuk memastikan sekali lagi.


Keyla kembali menggelengkan kepalanya dengan pelan, "Sudah kubilang, Aku tidak akan menyiksa seorang anak yang tidak berdosa!" Ucap Keyla yang kini merasa kesal pada pria di depannya bahwa pria itu tidak bisa menjaga Citata dengan baik dan sekarang malah datang memarahinya?


Dia belum berpikir untuk meninggalkan tempat itu ketika pintu tiba-tiba saja dibuka yang memperlihatkan Genta memasuki ruangan.

__ADS_1


Pria itu langsung merasa awas, dan dia langsung mendekati Keyla sembari memegang tangan perempuan itu, "Apa kau baik-baik saja?"


Keyla menganggukkan kepalanya dengan pelan, "ya," jawab Keyla.


Setelah mendengar jawaban dari Keyla, maka Genta menoleh menata Riion yang tampak lebih tempatnya, lalu pria itu berkata, "Apa yang kau lakukan di sini?!!"


Bentakan dari Genta tidak mempengaruhi Rion, pria itu hanya berdiri di sana dengan pikiran yang kacau dan berusaha mencerna Apa yang sebenarnya terjadi.


Melihat pria itu tampak hanya bengong, maka Genta mengulurkan tangannya untuk menyadarkan pria itu ketika Keyla yang ada di sana kemudian berkata, "sepertinya Citata pergi meninggalkannya."


Ucapan Keyla langsung membuat Genta menghentikan gerakan tangannya lalu dia berbalik menatap Keyla, "apa?" Tanya Genta yang tidak mengerti mengapa hal tersebut malah dibicarakan di sini?

__ADS_1


"Hm, dia datang bertanya padaku Apakah aku menyuruh Citata pergi," ucap Keyla.


Genta yang mendengarkan itu kini merasa terancam bahwa mungkin saja Rion akan berbicara fakta sebenarnya bahwa perempuan itu tidak hamil sehingga Genta dengan cepat menarik Rion keluar dari kamar.


__ADS_2