Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
52


__ADS_3

Keyla yang sudah menurunkan gadis kecil dari gendongannya kini duduk di sebuah batu sembari menatap gadis kecil yang juga menatapnya.


"Kakak sangat lelah, kita beristirahat sebentar," ucap Keyla dengan nafas tersengal.


"Kakak mengenal Kakak yang tadi? Dia juga berasal dari kota," ucap gadis kecil di depan Keyla langsung membuat Keyla memfokuskan seluruh perhatiannya pada gadis kecil itu.


"Kau mengenal dia? Apakah kau tahu di mana dia tinggal?" Tanya Keyla.


Sang gadis kecil menggelengkan kepalanya dengan pelan, "tidak, Aku tidak tahu di mana dia tinggal, tapi dia sering ada di sebuah kios yang ada di sana," ucap gadis kecil itu menunjuk sebuah kios yang terletak sekitar 200 meter dari tempat mereka hingga membuat Keyla langsung berdiri dengan semangat.


"Ayo kita ke sana, nanti kakak akan membelikanmu sesuatu!" Ucap Keyla langsung membuat sang gadis kecil bersorak gembira, lalu mereka kemudian pergi menuju kios kecil yang tadi ditunjuk oleh gadis kecil yang bersama-sama dengan Keyla.


Setelah tiba di kios tersebut, Keyla kemudian melihat seorang perempuan paruh baya yang menjaga kios, lalu dia mengambil beberapa permen untuk gadis kecil yang bersama-sama dengannya.


"Ini," ucap Kayla menyerahkan permennya pada gadis kecil yang bersamanya sebelum mengambil selembar uang dari dalam sakunya lalu menyerahkannya pada pemilik kios.


"Apakah kau orang baru di kampung ini?" Tanya pemilik kios tersebut.

__ADS_1


"Ya, saya cucu Nyonya Astella," jawab Keyla.


"Ahh,, kau cucunya, kapan kau datang?" Tanya Sang Perempuan paruh baya.


"Beberapa hari yang lalu, tapi saya mendengar disini ada seorang perempuan yang seumuran dengan saya, namanya Citata, apakah anda tahu di mana dia?" Tanya Keyla.


"Ahh, Citata, saat ini dia sedang ada di rumah, Apa kau mengenalnya?" Tanya perempuan paruh baya itu langsung membuat Keyla menganggukkan kepalanya.


"Ya, Kami berteman di kota, dapatkah anda mengantar saya untuk menemuinya?" Tanya Keyla penuh harap.


"Dia ada di sini dari beberapa waktu yang lalu. Aahhh aku sudah lupa kapan dia datang kemari, tapi dia memberikan sejumlah uang pada kami lalu dia menginap di rumah kami." Ucap Sang Perempuan sembari terus melangkahkan kakinya hingga mereka tiba di rumah dan perempuan itu langsung mengantar keila menuju sebuah kamar yang pintunya tertutup.


Tok tok tok...


"Citata," ucap perempuan itu memanggil Citata.


Clek!

__ADS_1


Pintu kamar akhirnya terbuka, dan Citata sangat terkejut ketika ia melihat Keyla berdiri di hadapannya hingga perempuan itu mematung di tempatnya.


"Boleh tinggalkan kami sebentar?" Ucap Keyla pada Sang Perempuan yang bersama-sama dengan mereka hingga perempuan itu menganggukkan kepalanya, lalu perempuan itu pun pergi dengan Keyla yang langsung berbalik menatap Citata.


"Jadi kau tinggal di sini?" Tanya Citata sembari memperhatikan perempuan di depannya yang mana Citata langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Masuklah," ucap Citata mempersilakan Keyla masuk ke kamarnya hingga Keyla bersama dengan gadis kecil yang dari tadi ia pegang tangannya pun masuk ke kamar tersebut, dan Keyla langsung melihat bahwa Citata sedang membereskan barang-barangnya ke dalam sebuah koper.


"Bagaimana caramu bisa menemukanku di sini?" Tanya Citata yang merasa heran dengan perempuan di depannya, Padahal dia sudah memilih tempat persembunyian yang sangat terpencil jadi orang-orang pasti tidak akan berpikir bahwa dia bersembunyi di tempat itu.


Tetapi Keyla yang mendengarkan ucapan Citata, perempuan itu menghela nafas dengan panjang lalu berkata, "aku tidak menemukanmu, aku hanya kebetulan melihatmu saja, karena aku juga sedang bersembunyi di desa ini."


"Apa?!!" Tanya Citata yang begitu terkejut mendengarkan ucapan perempuan di depannya.


Perempuan itu sama sepertinya?


Sama-sama bersembunyi di desa tersebut?

__ADS_1


__ADS_2