
Keesokan harinya saat Kayla terbangun, perempuan itu tersenyum karena dia terbangun dalam pelukan pria yang kini menjadi suaminya.
Keyla menatap wajah suaminya yang tampan hingga dia pun mendekatkan wajahnya pada Genta dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir pria itu.
Cup!
Ciuman dari Kayla langsung membuat Genta mengerjapkan matanya lalu pria itu pun membuka mata dan mendapati Keyla sedang memandangnya dengan lekat.
Selain memandanginya, pria itu juga melihat senyum lebar yang diukir di wajah Kayla tampak sangat indah di matanya.
Maka tanpa berlama-lama, Genta pun membalas ciuman istrinya dengan 3 kali ciuman berturut-turut.
Cup cup cup...
Keyla terkikik dengan ciuman yang diberikan oleh suaminya, lalu perempuan itu mempererat pelukannya pada Genta sembari berkata, "Selamat pagi suamiku tersayang."
"Selamat pagi juga istriku tercinta dan ketiga anakku yang ada di perutmu," kata Genta mengulurkan tangannya menyapu perut datar Keyla langsung membuat Kayla kembali terkekeh senang.
__ADS_1
"He he he... Bukankah kita harus bangun sekarang?" Tanya Keyla langsung membuat Genta menganggukkan kepalanya lalu pria itu pun segera duduk dengan membantu kita untuk ikut duduk di samping nya.
Genta pun menatap jam yang diletakkan di atas meja samping tempat tidur, "Sekarang baru jam 07.00, biasanya kau bangun lebih lambat dari ini," ucap Genta kembali melirik istrinya yang saat itu sementara memeluk lengannya dan menyandarkan kepala di bahunya.
"Hm,, mungkin karena aku sedang sangat bahagia jadi aku bangun cepat," kata Kayla sembari mendongak menatap suaminya dengan sebuah senyuman dilemparkan pada Genta.
"Baguslah, Aku senang kau selalu bahagia seperti ini, dan sekarang waktunya untuk mandi," ucap Genta langsung melepaskan rangkulan Keyla di lengannya lalu pria itu pun masuk ke kamar mandi untuk menyiapkan air hangat bagi Kayla.
Setelah menyalakan kran pada bak berendam, Genta keluar dari kamar mandi dan mendapati Keyla sudah berada di pintu kamar.
Perempuan itu membuka pintu dan hendak keluar dari kamar ketika Genta menghentikannya dengan pertanyaannya, "Kau mau ke mana?" Tanya Genta sembari menghampiri istrinya.
"Ahh,, tunggulah di sini, biar aku yang mengambilkannya untuk mu," kata Genta menuntun istrinya untuk kembali ke kasur dan duduk di pinggir kasur.
"kau tidak boleh lelah lelah, tangga ke bawah sangatlah banyak, jadi akan membuatmu kelelahan kalau naik turun tangga itu dalam waktu yang sangat singkat. Apakah kau membutuhkan sesuatu yang lain selain air putih?" Tanya Genta.
"Ya, Bagaimana kalau kau membuatkan kita susu dan juga cemilan di pagi hari?" Ucapkanlah segera dianggap oleh Genta lalu pria itu pun meninggalkan kamar untuk turun ke lantai bawah.
__ADS_1
Ketika dia tiba di dapur, genta langsung mendapati nenek dan ibunya sedang memasak.
"Kenapa kalian yang memasak?" Tanya Genta yang merasa heran dengan kedua orang itu, padahal di rumah ada banyak pelayan, jadi Kenapa mereka yang harus repot-repot memasak untuk seluruh keluarga?
Hera tersenyum pada putranya, "nenekmu tidak bisa mempercayai pelayan yang memasak untuk ketiga cucunya yang ada di rahim Keyla, jadi dia sendiri yang turun tangan. Apakah kau membutuhkan sesuatu?" Heran saat melihat putranya mengambil gelas.
"Kayla meminta air hangat dan susu, dia juga meminta cemilan," ucapkan langsung membuat dunia besar Ozon yang saat itu mencuci kerang kini menatap ke arah cucunya.
"Nenek menyiapkan cemilan yang banyak di lemari itu, bukalah dan ambil untuk istrimu,, sekalian bawa beberapa toples ke kamarmu supaya kalau Keyla mau makan cemilan lebih mudah untuk mendapatkannya," kata nyonya besar Ozon langsung diangguki oleh Genta hingga pria itu pun membuka lemari dan Hera mengambil alih tugas pria itu membuat susu.
Saat membuka lemari, Genta kebingungan harus memilih cemilan mana di dalam lemari tersebut, Sebab Dia tak menyangka bahwa ada begitu banyak cemilan yang disiapkan oleh nyonya besar Ozon untuk Keyla yang sedang hamil.
"Cemilan apa yang kira-kira disukai oleh istriku?" Kata Genta sembari menatap satu persatu cemilan yang disusun rapi dalam toples bening.
Hera langsung memperhatikan lemari, lalu dia menunjuk sebuah cemilan, "istri menyukai ini, jadi bawa ini dan ambil saja secara acak beberapa atau tulis cemilan untuk disediakan di kamar." Kata Hera langsung dianggap oleh Genta hingga pria itu pun mengambil beberapa toples dan meletakkannya di baki agar lebih mudah dibawa.
"Biar aku yang kembali mengambil susunya, karena Keyla mungkin akan merengek lagi kalau dia tahu bukan aku yang membuatkannya susu," ucap Genta langsung diangguki oleh Hera, Sebab semua orang tahu bahwa sejak kembali dari rumah sakit, Keyla menjadi bersikap begitu manja karena kehamilannya.
__ADS_1
Maka setelah mendapat jawaban anggukan dari Hera, maka Genta pun pergi ke lantai atas sembari membawa baki yang berisi macam-macam cemilan.