
Tiga hari akhirnya berlalu, dan hari ini adalah hari resepsi pernikahan Kayla yang akan digelar pada pukul 15.00.
Jam tersebut dipilih setelah mempertimbangkan berbagai keadaan bahwa pada pukul 14.00 Keyla baru terbangun dari tidur siangnya sehingga satu jam berikutnya perempuan itu akan menyiapkan diri sebelum menghadiri resepsinya.
Maka pada pukul 14.00 ketika Keyla terbangun, dia langsung disambut oleh senyuman dari Genta yang mana pria itu sudah sedari tadi menunggu Keyla terbangun.
"Sayang," kata Keyla langsung mengukir sebuah senyuman di wajahnya sebelum mengulurkan tangannya pada Genta.
Genta menerima uluran tangan perempuan itu dan membantu Kayla turun dari tempat tidur.
Dia pun membantu perempuan itu mandi sebelum menyuruh para penata rias untuk masuk ke dalam kamar dan menata penampilan Keyla.
Sementara Keyla didandani, nyonya besar Ozon pun datang ke tempat itu sembari membawa cemilan untuk Keyla.
"Sayang, makan cemilannya sambil dirias," ucap nyonya besar Ozon sembari menyuapi Kayla.
Keyla menerima suapan dari nyonya besar Ozon sembari membiarkan penata rias mengerjakan riasannya.
__ADS_1
"Meriasnya harus cepat-cepat, dia tidak tahan duduk terlalu lama duduk," kata nyonya besar Ozon yang cemas jika Keyla sampai kelelahan dan perempuan itu jatuh sakit.
"Baik Nyonya," jawab para penata rias mempercepat pekerjaan mereka sampai 15 menit saja, Keyla sudah selesai di rias.
Riasan Keyla hanya tipis saja, dan sederhana saja, Bahkan rambutnya hanya diurai dan diberikan aksesoris bunga di atas kepalanya.
Setelah selesai dirias, Keyla pun dibantu menggunakan gaun, gaun yang dipilih pun ialah gaun yang ringan supaya tidak membebani keyla, dan meskipun gaun itu terlihat sederhana, namun hiasan yang ada pada gaun itu ialah berlian asli yang membuatnya menjadi sangat mahal.
"Sayang," tiba-tiba pintu kamar terbuka memperlihatkan Genta dan Barto yang masuk ke dalam kamar dan kedua pria itu telah menggunakan jas mereka.
"Tunggu sebentar lagi, aku hanya perlu mengenakan gelangnya," kata Kayla mengulurkan tangannya pada salah satu penata rias lalu dia pun dibantu menggunakan sebuah gelang yang disiapkan nyonya besar Ozon untuknya.
Sementara Barto, pria itu sudah berada di sisi Keyla dan mengambil banyak gambar.
Cekrek. Cekrek. Cekrek.
"Kakak ipar sangat cantik, aku akan mengupload ini di akun media sosial ku," kata Barto langsung mengupload foto tersebut di akun media sosialnya tanpa memperdulikan Apakah orang-orang di sana akan setuju atau tidak.
__ADS_1
"Sudah selesai," kata penata rias sembari memperbaiki ujung gaun Keyla.
Genta pun tidak tahan mendekati perempuan itu lalu memeluk Keyla dan mendaratkan sebuah ciuman di bibir Keyla.
"Make up nya jadi rusak!!" Bentak Barto yang sebenarnya merasa kesal pada Genta yang memperlihatkan kemesraan di depannya, bahkan di depan nenek dan ibu mereka.
"Tidak apa," kata Keyla sembari tersenyum.
"Kalau begitu, ayo kita keluar," ucap nyonya besar Ozon langsung diangguki oleh semua orang hingga Mereka pun keluar dari kamar tersebut.
Genta dengan hati-hati menuntun Kayla menuruni tangga hingga Mereka pun tiba di lantai bawah.
Saat itu ke mama matahari masih terik, jadi Genta mengambil payung dari salah satu pelayan yang sudah menyiapkan payung lalu memayungi Keyla menuju ke rumah kaca.
"Nanti kalau kau merasa lelah, kau harus segera mengatakannya padaku," kata cinta sembari melangkahkan kakinya dengan pelan mengikuti irama langkah kaki calon istrinya.
"Iya," jawab Keyla tanpa melihat Genta, sebab tatapannya terfokus pada rumah kaca yang sangat besar di hadapannya, dia merasa begitu haru bahwa Genta membangun rumah kaca yang besar itu khusus untuk pernikahan mereka.
__ADS_1