Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
126


__ADS_3

Setelah semua orang memakan kue, maka musik dansa pun diputar sebagai pertanda bahwa saatnya untuk berdansa.


Saat itu, Genta menatap istrinya sembari berkata "Apakah kau masih sanggup untuk berdansa?"


Keyla langsung menganggukkan kepalanya dengan perempuan itu segera berdiri diikuti oleh Genta.


Keyla dan Genta pun berdansa di atas pelaminan dan beberapa orang juga saling berdansa di tempat mereka masing-masing sebagai tradisi dari budaya mereka.


"Pernikahannya sudah berlangsung 38 menit," ucap Genta sembari memperhatikan jam tangannya, dan dia benar-benar waspada terhadap istrinya sebab dia takut perempuan itu akan kenapa-kenapa jika terlalu lama beraktivitas.


"Masih ada 20 menit lebih, Aku mau menghabiskan semua waktu itu untuk berdansa denganmu," kata Kayla.


"Baiklah," jawab Genta sembari melemparkan senyumannya pada istrinya dan pria itu merasa bahagia sembari menikmati irama dansa mereka.


Hera dan Adam pun tidak mau ketinggalan, keduanya juga berdansa di bawah pelaminan.


"Akhirnya mereka berdua menikah, Bagaimana menurutmu?" Tanya Hera sembari menatap wajah suaminya.


"Aku harap mereka bahagia." Jawab Adam yang meski dia merasa terkejut ketika baru pertama mengetahui Keyla dan Genta menjalin hubungan, namun untuk saat ini dia sudah merestui kedua orang itu.


Apalagi sekarang, dia tidak sabar untuk menantikan kelahiran cucu-cucunya yang akan menjadi penerus keluarga mereka.

__ADS_1


"Ya, Aku juga berharap mereka akan bahagia dan langgeng sampai kakek nenek." Ucap Hera sembari tersenyum dan memalingkan tatapannya dari suaminya untuk melihat ke arah pelaminan.


Hera bisa melihat Keyla dan Genta tampak sangat akrab saling berdansa bersama.


Saat itu Hera teringat akan putranya yang bernama barto sehingga dia pun menoleh ke arah lain dan mengerutkan keningnya ketika dia melihat Barto benar-benar berdansa bersama dengan seorang pria.


'Pria bodoh itu, bagaimana bisa dia berdansa dengan pria?' kesal Hera dalam hati yang kini merasa cemas bahwa suaminya mungkin akan melihat hal tersebut dan akan menjadi marah hingga mengacaukan pernikahan Kayla dan Genta.


Maka sambil mengatup erat-erat giginya, Hera menatap suaminya yang sedari tadi terus menatapnya.


"Ada apa wajahmu terlihat seperti itu?" Tanya Adam yang merasa heran dengan wajah istrinya yang tampak tidak senang.


Sementara nyonya besar Ozon yang saat itu duduk di kursinya, dia benar-benar menggelengkan kepalanya menatap cucu keduanya, tapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya duduk dengan tenang menatap semua orang juga berdansa.


Alunan musik yang mengiringi dan saat semua orang terus terputar selama 20 menit sampai akhirnya musik tersebut berhenti dan semua orang pun mengakhiri dansa mereka.


"Kita akan masuk dalam sesi foto, diharapkan seluruh keluarga untuk naik ke pelaminan," ucap sang pembawa acara yang sudah mendapat kode dari Genta agar segera mengakhiri acaranya karena Keyla harus beristirahat.


Maka semua keluarga pun naik ke pelaminan lalu mengadakan sesi berfoto.


Sekitar 5 jepretan diambil, maka Genta pun menatap Keyla dan melihat perempuan itu agak pucat sehingga dia dengan cepat menggendong Keyla lalu keluar dari tempat tersebut.

__ADS_1


Semua orang menatap kedua orang itu, namun mereka tidak mengatakan apapun Sebab mereka melihat Kayla malah tersenyum ke arah Genta dan menyandarkan kepalanya di dada pria itu.


Meski semua orang tidak mengetahui bahwa Kayla pergi karena sakit, tetapi nyonya besar Ozon dan keluarganya jelas mengetahui hal tersebut.


Oleh sebab itu, Nyonya Besar Oson menatap ke arah Barto, "pergi pastikan keadaan mereka, biar kami yang menangani acara di sini," ucap nyonya besar Ozon yang jelas sadar bahwa mereka tidak bisa begitu saja meninggalkan orang-orang yang ada di tempat itu.


Bagaimanapun, yang diundang ke tempat itu kebanyakan ialah rekan bisnis mereka sehingga setidaknya mereka harus menyapa satu sama lain dan membicarakan beberapa hal sebelum satu persatu orang meninggalkan tempat itu.


Barto yang dibicarai neneknya langsung menganggukkan kepalanya, "baik Nek," ucap pria itu segera pergi menyusul Keyla dan Genta.


Pria itu mengikuti Keyla dan Genta hingga mereka tiba di kamar kedua orang itu dan beberapa dokter sudah bersiap di sana untuk memeriksa keadaan Keyla.


"Buka gaunnya," ucap salah satu dokter langsung membuat Genta membuka gaun villa hingga membuat barter segera keluar dari kamar tersebut.


Untungnya semua dokter yang ada di sana perempuan, jadi meskipun gaun Keyla dibuka, perempuan itu tidak merasa malu karena Genta juga dengan segera menutupi tubuh Keyla dengan selimut yang tipis.


"Kau baik-baik saja kan?" Tanya Genta sembari memegang tangan Keyla dan membiarkan dokter memeriksa Keyla.


"Hm, aku hanya sedikit lelah, tapi aku haus," kata Keyla langsung membuat Genta berdiri lalu pria itu pun mendapatkan air minum untuk istrinya.


Setelah meneguk air putih, maka Keyla merasa lebih baik, dan perempuan yang merasa lelah itu pun memejamkan matanya membiarkan para dokter memeriksanya.

__ADS_1


__ADS_2