
Tap tap tap...
Seorang perempuan melangkah mendekati Keyla yang saat itu sedang berada di dapur.
"Chef, di luar ada orang yang mencari Chef," ucap perempuan itu langsung membuat Keyla menatap sang asisten dengan raut wajah penuh tanya Karena pada hari itu dia tidak memiliki janji untuk bertemu dengan siapapun.
"Siapa?" Tanya Keyla.
"Ah,, dia tidak menyebutkan namanya, tapi dia seorang perempuan yang cantik. Ah,, dia memesan ruangan VIP tadi pagi dan sekarang menunggu di sana untuk bertemu dengan Chef," ucap sang asisten.
"Ahh,,, lalu Siapa yang menangani makanannya?" Tanya Keyla.
"Chef Dila," jawab sang asisten.
__ADS_1
"Baiklah, kau tak nangani semua ini," ucap Keyla menyerahkan pekerjaan yang belum selesai pada sang asisten selalu perempuan itu kemudian keluar dari dapur dan berjalan ke arah ruangan VIP.
Biasanya, ruangan VIP mereka akan dipesan beberapa hari sebelum digunakan, sebab bagaimanapun, stok mereka terbatas dan ada banyak orang yang mengantri untuk memakai ruangan VIP mereka.
Tetapi jika ada yang bisa memesannya hanya dalam waktu hitungan jam, maka orang itu pastilah memiliki koneksi yang bagus, sebab di tempat mereka memang tersedia beberapa ruangan VIP yang diperlukan untuk kebutuhan mendadak kepada orang-orang yang memiliki kekuasaan dan berhubungan dekat dengan keluarga Ozon.
Oleh sebab itu, Keyla langsung berpikir bahwa kamu yang mencarinya ialah tamu yang sangat penting, jadi tampar aku sedikitpun, perempuan itu langsung pergi ke ruangan VIP yang ditunjukkan oleh seorang resepsionis yang telah menunggunya.
"Apakah kau tahu siapa nama tamunya?" Tanya Keyla pada resepsionis yang mengantarnya.
Sementara Keyla yang mendengarkan itu, dia tidak mengatakan apapun dan hanya berdiri dengan tenang bersama-sama dengan pria itu melangkahkan kakinya ke arah ruangan VIP tempat seorang perempuan menunggunya.
Beberapa saat kemudian, Keyla yang sudah berada di depan ruangan VIP lalu membiarkan sang pria yang bersamanya membuka pintu sehingga dia pun masuk ke sana.
__ADS_1
Didapatinya seorang perempuan dengan tubuh yang sangat bagus, penampilan yang begitu modis menandakan bahwa dia memiliki keuangan yang cukup untuk menunjang penampilannya.
Tetapi karena perempuan itu berdiri membelakanginya, maka Keyla tidak bisa mengenalinya hingga perempuan itu kemudian perlahan-lahan berbalik dan keduanya saling bertatapan.
"Kau?!" Keyla sangat terkejut melihat perempuan di depannya yang ternyata ialah perempuan yang terakhir kali melemparnya dengan setumpuk uang.
Rasa marah dalam hati perempuan itu langsung membesar dalam sekejap.
Tetapi menyadari bahwa dia tidak boleh bersikap sembarangan pada tamu mereka, apalagi membuat keributan di tempat itu, maka Keyla dengan sekuat tenaga berusaha menahan amarahnya dengan mengepal kuat tangannya untuk menahan dirinya tidak menyerang perempuan di depannya baik dengan kata-kata, apalagi secara fisik.
"Hai," ucap Citata menatap perempuan di depannya sembari Dia kemudian berjalan ke arah kursi dan duduk di sana dengan meraup wajah yang tenang masih menatap Keyla yang tak bergerak sedikitpun di tempatnya.
"Kau pasti kaget karena aku datang kemari untuk menemuimu setelah Apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu, ahh,, aku minta maaf atas apa yang terjadi hari itu, aku tahu apa yang ku lakukan saat itu sangatlah lancang jadi aku kemarin untuk meminta maaf padamu," ucap Citata benar-benar membuat Keyla mengerikan keningnya dengan mata yang sedikit menyipit menatap perempuan di depannya.
__ADS_1
Bagaimanapun, dia baru pertama kali bertemu dengan perempuan itu, Keyla berpikir bahwa perempuan itu bukanlah perempuan yang akan dengan mudah untuk mengakui kesalahannya apalagi perempuan itu terlihat sangat membencinya sehingga apa yang dilakukan Citata hari ini benar-benar berada di luar tebakannya.