Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
82


__ADS_3

Pada hari Senin, Keyla bersiap-siap di apartemennya lalu perempuan itu pun menaiki mobilnya menuju ke kediaman keluarga Ozon untuk menjemput ibunya agar mereka bersama-sama pergi ke kantor.


Dalam perjalanan, perempuan itu terus merasakan jantungnya berdegup amat kencang dan tidak sabar untuk bertemu dengan Genta.


"Sayang," tiba-tiba ucapan Ibu angkatnya langsung membuat Kayla menatap ke arah Hera.


"Ada apa Bu?" Tanya Keyla.


"Apakah kau memikirkan sesuatu?" Tanya balik Hera yang merasa cemas dengan perempuan yang sedang menyetir mobil.


Keyla langsung menggelengkan kepalanya, "tidak, Memangnya ada apa?" Ucap Keyla yang tidak mengerti mengapa ibunya tiba-tiba menanyakan tentang apa yang ia pikirkan.


Meski saat itu dia memikirkan Genta, tetapi perempuan itu tentunya tidak mau memberitahukan masalah itu pada ibunya.


"Perusahaannya sudah lewat," ucap Hera langsung membuat Keyla menatap Di mana mereka berada dan benar saja, sudah lewat sekitar 1 km sehingga Kayla dengan cepat memindahkan mobilnya ke jalur kanan.


"Astaga,, maafkan aku Bu, sepertinya aku benar-benar menghayal," kata Keyla.


"Kau memikirkan sesuatu, Apakah ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu?" Tanya Hera yang merasa cemas terhadap Putri angkatnya.

__ADS_1


Dengan cepat, Keyla menggelengkan kepalanya, "tidak Bu, tadi aku hanya memikirkan saja masalah restoran, sepertinya aku lupa menyimpan anggur yang dipesan oleh klien ke dalam freezer," jawab Keyla berbohong.


"Ahh, baguslah kalau hanya itu, Tapi kalau ada hal lain kau mah jangan lupa untuk memberitahukannya pada ibu," ucap Hera langsung dianggap oleh Kayla dan perempuan itu pun terus menyetir hingga mereka tiba di parkiran perusahaan.


Setelah selesai memarkirkan mobil, kedua perempuan itu saling bergandengan tangan menuju lift dengan jantung Keyla yang terus berdebu anak kencang.


Deg! Deg! Deg!


Sembari berdiri dalam lift, Keyla mengerutkan keningnya, 'Ada apa denganku? Kenapa Aku merasa seperti ini untuk bertemu dengan Genta, padahal,,,, Aku sungguh tidak menyukai pria itu, aku bersama-sama dengannya karena terpaksa saja!!!' ucap Kayla dalam hati yang merasa aneh dengan dirinya sendiri.


Ting!


Meski begitu, dia tetap bersikap tenang dan melangkahkan kakinya bersama-sama dengan ibunya ke dalam sebuah ruangan yang biasanya digunakan untuk pertemuan keluarga.


Clek!


Begitu pintu terbuka, jantung Keyla seperti berhenti berdetak selama 1 detik sebelum lanjut berdetak dengan irama yang begitu cepat.


"Kalian sudah datang ke rumah duduklah," kata Adam pada kedua perempuan yang masuk ke ruangan itu.

__ADS_1


Keyla pun ikut duduk, dan dia yang menatap Genta tampak dingin di tempat duduknya tidak memperdulikan aura pria itu dan hanya duduk di samping Genta.


"Kapan rapatnya dimulai?" Tanya Hera pada suaminya sembari meletakkan tasnya di atas meja.


"Masih ada 15 menit lagi," jawab Adam.


"Ahh, kalau begitu, Apakah ada yang ingin kau sampaikan pada ibu dan Kayla?" Tanya Hera pada pria di depannya yang mana perempuan itu berharap setidaknya ada satu atau dua patah kata yang akan disampaikan oleh pria itu pada mereka setelah beberapa waktu tidak bertemu.


Keyla pun menatap Genta, dan dengan irama jantungnya yang masih terus berdegup kencang serta kegelisahannya dalam hati, perempuan itu menunggu pria tersebut berbicara dan setidaknya ada kata maaf dari pria itu setelah dia pergi ke luar negeri tanpa memberitahunya.


Tetapi Kayla menjadi sangat kecewa ketika tiba-tiba saja Genta berkata, "setelah pertemuan ini aku harus kembali ke luar negeri, jadi aku akan memperkenalkan kalian pada seseorang yang akan segera menjadi bagian dari keluarga kita."


Deg!


Deg!


Deg!


__ADS_1


__ADS_2