Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
113


__ADS_3

Keyla yang dibawa ke lantai satu sangat mengejutkan Hera yang saat itu sedang membaca majalah di ruang tamu.


"Apa yang terjadi?" Tanya hera ketika melihat 4 orang pelayan menggendong perempuan itu keluar dari rumah.


Seorang pelayan yang mengikuti keempat pelayan yang menggendong Keyla pun menatap Hera sembari berkata, "Nona ketiga makan bersama dengan nyonya besar di lantai 4, tetapi tiba-tiba saja dia muntah sehingga jatuh pingsan, jadi--"


"Apa?!!!" Hera langsung berlari keluar menyusur para pelayan, dan para pelayan.


Begitu tiba di luar, dilihatnya pada pelayan itu telah membaringkan Keyla pada sofa yang terletak di samping rumah lalu mereka menatap ke arah gerbang menunggu datangnya ambulans.


"Masuk ke mobilku saja, kita akan pergi ke rumah sakit!!!" Teriak Hera sembari berlari ke arah mobilnya membuka pintu diikuti oleh para pelayan yang kembali mengangkat Keyla ke dalam mobil.


Setelah semua orang berada dalam mobil, maka Hera dengan cepat menyetir meninggalkan kediaman keluarga besar Ozon sampai mereka tiba di rumah sakit.

__ADS_1


Kayla langsung dimasukkan ke UGD, dan perempuan itu ditangani oleh para dokter.


Hera yang ada di sana merasa sangat cemas, dan perempuan itu menunggu sembari berdiri di tempatnya dengan tangan yang terasa begitu dingin.


"Nyonya, haruskah saya menelpon tuan?" Tanya seorang pelayan ketika Sudah dari tadi dia menunggu Hera menyuruhnya menelpon tetapi sepertinya perempuan itu melupakan segala sesuatu karena cemas melihat Kayla.


Sementara Hera yang mendengarkan ucapan pelayan, dia baru teringat bahwa dia harus mengabari Genta hingga perempuan itu pun mengambil ponselnya.


"Tidak perlu menghubunginya, biar aku menghubungi Genta," ucap segera keluar dari ruangan itu untuk menelpon putranya.


Namun dia tidak terlalu memikirkannya, dan perempuan itu hanya berdiri di dalam UGD sembari menatap Keyla yang kini telah diinfus oleh dokter.


Hera yang berada di depan UGD selesai menelpon Genta, dan perempuan itu terkejut di tempatnya saat melihat mobil keluarga mereka yang khusus untuk nyonya besar Ozon tiba-tiba saja berhenti di depan UGD.

__ADS_1


Seorang pelayan membukakan pintu mobil tersebut Lalu nyonya besar Ozon pun turun dari atas mobil sembari berjalan ke arah Hera.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya nyonya besar Ozon yang merasa cemas bahwa Genta mungkin akan sangat marah padanya ketika pria itu mengetahui bahwa dia telah membuat perempuan itu terluka.


Meski Bukan dia pelakunya, Tapi tetap saja pria itu pasti berpikir negatif terhadapnya hingga bisa mengancam dirinya tidak memiliki seorang cicit.


"Itu,, dia baik-baik saja, tapi Ibu tidak perlu ada di sini. Lingkungan rumah sakit tidak baik untuk ibu, di sini ada banyak penyakit yang bertebaran, cepatlah kembali ke rumah, biar aku yang menungguinya di sini," kata Hera yang cemas kalau nyonya besar ozon akan mengetahui kehamilan Keyla sebelum waktunya.


"Tidak apa-apa, aku juga memakai masker, jadi tidak masalah kalau ada di sini sebentar." Kata nyonya besar Ozon sembari berjalan ke dalam UGD untuk melihat keadaan Keyla.


Sementara Hera yang ada di sana, perempuan itu segera menyusul Ibu mertuanya sampai mereka tiba di dalam dan melihat Kayla sudah ditangani oleh para dokter.


"Bagaimana keadaannya?" Tanya nyonya besar Ozon pada dokter yang ada di sana langsung membuat Hera memberi kode pada dokter itu agar tidak mengatakan apapun.

__ADS_1


Dokter yang melihat kode dari Hera merasa kebingungan, tetapi ketika dia berpikir beberapa detik lagi, dia langsung mengerti bahwa dia tidak diperbolehkan mengatakan keadaan buruk Keyla pada perempuan di depannya karena nyonya besar Ozon sudah memasuki usia rentan.


Oleh sebab itu, sang dokter langsung mengatakan kabar baik dengan berkata, "kalian Tenang saja, dia baik-baik saja, bayi dalam kandungannya juga baik-baik saja."


__ADS_2