Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
71


__ADS_3

"Jadi itukah alasan kau memilih untuk pergi?" Tanya Genta.


Dengan susah payah, Keyla menganggukkan kepalanya, "ya," jawab Keyla.


🌟🌟🌟


Jawaban perempuan di depannya benar-benar membuat Keyla tak habis pikir, sehingga pria itu kemudian menghela nafas.


"Kau,, sebegitu tidak inginnya kah kau menikah denganku?!!" Tanya Genta sembari menahan amarahnya, bisa-bisanya perempuan itu berniat pergi meninggalkan semua orang dan setempat berkata bahwa dia lebih baik mati daripada menghadapi masalah yang saat ini dihadapi hanya karena perempuan itu tidak mau menikah dengannya???


Keyla tidak mengatakan apapun pemahaman perempuan itu hanya diam dan berharap dalam hati bahwa pria itu akan mengerti posisinya.


Setelah beberapa saat akhirnya Genta berdiri, "tidurlah," ucap Genta sembari berjalan keluar dari kamar Keyla membuat Kayla menatap punggung pria itu dan dia tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran pria itu.

__ADS_1


Begitu punggung pria tersebut menghilang, maka Keyla pun menghela nafas lalu perempuan itu naik ke tempat tidur membiarkan rambutnya yang masih basah.


Sementara Genta yang keluar dari kamar, pria itu meninggalkan apartemen Keyla lalu berpindah ke apartemen samping.


Begitu tiba di sana, Genta pun mengambil ponsel dari sakunya lalu dia menelpon seseorang, "Apakah urusan di rumah sakit sudah selesai?" Tanya Genta.


"Ya Tuan, tetapi saat ini kondisi Nyonya Astella sangat kritis, dan dokter mengatakan bahwa mungkin ini saat-saat terakhirnya," jawab sama asisten dari seberang telepon.


Genta yang mendengarkan itu terdiam selama beberapa detik sebelum dia menjawab, "baiklah," ucap pria itu sembari mematikan ponselnya dan dia pun memandang ke arah jendela apartemennya.


Maka setelah beberapa saat terdiam, pria itu pun kembali lagi ke apartemen milik Keyla dan saat ia membuka pintu kamar kamu didapatinya Keyla sedang meringkuk di tempat tidur sembari menangis.


Hal itu membuat Genta benar-benar terdiam di tempatnya dan dia mengumpulkan keberaniannya selama beberapa detik sebelum akhirnya dia mendekati perempuan itu lalu duduk di belakang Keyla yang tidur menyamping.

__ADS_1


"Apakah kau sebenci itu padaku sampai kau bersikap seperti ini?" Tanya Genta langsung membuat Keyla yang sedari tadi menangis kini terdiam dan perempuan itu menyeka air matanya yang membanjiri wajahnya.


Melihat Keyla yang hanya diam saja, maka Genta pun tahu bahwa dia tidak mungkin meneruskan pembicaraan mereka sehingga pria itu malah berkata, "kita harus ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa keadaan Nyonya astella tidak terlalu baik."


"A,, apa?" Keyla langsung duduk di tempat tidur menatap gempa dengan wajah yang sembabnya.


Tetapan itu langsung membuat Genta menganggukkan kepalanya meski pria itu malah fokus pada wajah Keyla yang tampak begitu buruk setelah menangis diam-diam.


"Kita harus ke sana," kata Keyla segera turun dari tempat tidur lalu perempuan itu menggunakan sendalnya dan berjalan keluar kamar.


Genta juga mengikuti perempuan itu hingga mereka memasuki lift, lalu Genta melepaskan jaketnya dan memberikannya pada keyla.


Keyla terkejut saat tubuhnya diselimuti oleh jaket Genta, dan perempuan itu baru sadar bahwa dia terlalu cepat keluar sehingga dia tidak mengenakan jaket, padahal Saat itu cuaca sedang dingin.

__ADS_1


Meski gitu, Keyla hanya terdiam sampai mereka tiba di mobil lalu Genta berkendara menuju rumah sakit.


__ADS_2