
Keyla, "tapi kenapa kau sangat ingin menikahiku? Kita bahkan tidak saling suka, kita melakukan semua itu hanya karena nafsu belaka!"
"Hm,, ya, menurutmu, kenapa aku melakukannya?" Tanya Genta.
Pertanyaan dari Genta semakin membuat keyla merasa bingung, dan Dia merasa bahwa meskipun sudah cukup lama mereka bersama-sama, namun dia belum pernah bisa menyelami pikiran pria itu hingga membuat nya selalu saja bingung.
"Aku tidak tahu, tapi mungkin saja kau melakukan itu karena kau tidak memiliki perempuan yang kau sukai, tapi butuh tempat untuk melampiaskan keinginanmu. Tapi, apapun itu, Bukankah lebih bagus jika kau menikah dengan orang yang kau sukai?" Ucap Keyla menebak alasan pria itu.
Sementara Genta yang dengarkannya, dia kemudian mengusap tangan Keyla sembari berkata, "hm, anggap saja seperti itu."
Setelah berbicara, maka Genta meletakkan tangan perempuan itu lalu dia kemudian masuk ke kamar mandi sementara Keyla hanya terdiam di tempat tidur memandang pintu kamar mandi dengan kening yang berkerut menahan rasa sakit pada tubuhnya.
Tak berapa lama kemudian, Genta kembali keluar dari kamar mandi lalu pria itu menatap perempuan yang terbaring di tempat tidur dengan kening mengkerut hingga membuatnya mengetahui bahwa perempuan itu sedang menahan sakit yang luar biasa.
__ADS_1
"Apakah ada yang tidak nyaman?" Tanya Genta dengan suara cemasnya langsung membuat Keyla membuka matanya lalu menata pria itu beberapa detik sebelum kembali menutup mata.
Melihat Keyla yang tak mampu berbicara untuk mengatakan kesakitannya, maka pria itu menjadi panik hingga dia menekan bel darurat dalam kamar itu dan terus memandangi perempuan di atas tempat tidur sebab Dia sendiri kebingungan harus melakukan apa untuk perempuan itu agar membantunya terlepas dari rasa sakitnya.
Clek!
Setelah cukup lama berada dalam kecemasannya, maka dokter kemudian memasuki ruangan mereka lalu segera memeriksa keadaan Keyla.
Dan akhirnya kau masih telah beberapa saat ditangani oleh tim medis maka Keyla merasa lebih baik lalu perempuan itu akhirnya tenang di tempat tidurnya sembari memejamkan matanya dan dia berharap dia segera terlelap dalam tidurnya.
Tetapi sembari tidur dengan tenang, perempuan itu kembali lagi mengingat ucapan Genta, 'Kenapa dia berkata tolong? Kenapa pria itu tiba-tiba berbicara seperti itu' ucap Kayla dalam hati yang mana selama ini dia tidak pernah mendengar pria itu mengucapkan kata tolong.
Sebab pria itu tak pernah minta tolong pada siapapun dia hanya memerintah dan memaksa.
__ADS_1
Namun, karena obat tidur yang disuntikkan juga pada tubuhnya Keyla tidak terlalu lama lagi memikirkannya apalagi untuk membuka mata dan menanyakannya, perempuan itu akhirnya tercuri oleh cantiknya dengan Genta yang terus berada di sisinya menemaninya.
Pria itu entah berapa lama duduk di sana, namun dia sampai tertidur hingga pintu kamar kemudian diketuk oleh seseorang.
Tok tok tok...
Genta melepaskan genggamannya pada tangan kilau lalu pria itu berdiri untuk membuka pintu ketika pintu telah terbuka memperlihatkan Rion yang ternyata datang ke tempat itu.
Langsung saja, tatapan tajam tertuju dari Genta tetapi setelah beberapa saat ketika dia menyadari bahwa pernikahan Keyla dengan pria itu telah gagal, maka Genta hanya membuang muka lalu kembali duduk di kursinya.
"Bagaimana kabarnya?" Tanya Rion sembari berjalan mendekati ranjang Keyla.
Genta yang mendengarkan pertanyaan pria itu langsung tersenyum sinis lalu berbalik menatap Rion, "kau bertanya seperti itu karena memang peduli padanya atau hanya sekedar bertanya?" Ucap Genta yang jelas tahu bahwa pria itu sama sekali tidak memperdulikan okelah dan kemungkinan pria itu datang kemari hanya karena diancam oleh kedua orang tuanya.
__ADS_1