
Setelah membawa Nyonya astella ke UGD dan para dokter menanganinya, maka Keyla Akhirnya bisa bernafas lega.
Perempuan itu menggendong gadis kecil yang bersama-sama dengannya sembari menatap ke arah para dokter yang masih sibuk menangani nyonya astella.
Sementara Genta, pria itu menghampiri Kayla dan berkata, "jelaskan padaku!"
Ucapan Genta langsung membuat Keyla sadar bahwa sekarang dia tidak lagi bisa bersembunyi dari pria itu sehingga perempuan itu menghela nafas lalu dia pun menatap Genta.
"Maaf, tapi bisakah kau membantu Nyonya Astella mendapatkan ruang perawatan yang layak?" Tanya Keyla yang mamang saat itu dia tidak membawa apapun dari desa, bahkan kartu identitasnya pun tertinggal di sana sehingga dia tidak akan bisa mengurus administrasi perempuan itu.
Sementara Genta, pria itu menatap Keyla selama beberapa detik sampai akhirnya dia mengambil ponsel dari sakunya lalu menghubungi asistennya untuk mengurus administrasi nyonya astella.
Setelah selesai berteleponan dengan asistennya, maka Genta pun menatap Keyla, "pulangkan gadis kecil itu!" perintah Genta yang tidak menyukai gadis kecil itu terus berada di gendongan Keyla dan berpelukan dengan Kayla.
__ADS_1
Keyla menganggukkan kepalanya, "Ahh, ya, tapi--"
"Berikan padaku!!" Kata Genta tanpa aba-aba langsung menarik gadis kecil itu dari gendongan Keyla lalu membawa gadis kecil itu untuk diserahkan pada pengawalnya.
Gadis kecil yang terkejut itu langsung meronta-ronta digendongkan Genta, "kak nari!!! Hiks,, hiks,, kak nari!!!" Teriak gadis kecil itu benar-benar membuat telinga Genta terasa ingin pecah.
Hal itu membuat Genta mempercepat langkahnya lalu menghampiri sang pengawal dan menyerahkan gadis kecil itu pada pengawalnya.
"Apa yang kau lakukan? Biar aku yang membawanya kembali ke desa," ucap Keyla sembari mengulurkan tangannya untuk mengambil kembali gadis kecil itu ketika di tubuhnya malah ditarik oleh Genta ke pelukan pria tersebut.
"Pergi!" Perintah Genta pada pengawalnya lalu berbalik menatap Keyla yang ada dipelukannya.
Karena Keyla masih melihat ke arah gadis kecil yang dibawa oleh pengawal, maka Gentan mengulurkan tangannya menjepit dagu Keyla dan memaksa perempuan itu menatapnya.
__ADS_1
"Bukankah kau harus menjelaskan semuanya?!" Geram genta langsung membuat Kayla merasakan hawa dingin dan menyeramkan dari pria itu.
Maka dengan terbata-bata, Keyla kemudian berkata, "Itu,, aku,,, aku, bisakah kita membahasnya nanti? Aku harus memastikan kondisi nyonya astella dan--"
"Kau masih khawatir pada orang lain dan mengabaikanku?" Sela Genta, "Tidakkah aku penting bagimu sehingga kau lebih memperdulikan perempuan itu ketimbang aku?!!" Geram Genta pada perempuan yang ada dipelukannya sebab dia merasa kesal bahwa perempuan itu telah berani meninggalkannya, dan sekarang perempuan itu bukannya senang karena dia menemukannya malah terlihat perempuan itu lebih mencemaskan orang lain ketimbang dirinya.
Keyla yang melihat pria di depannya sangat keras kepala dan tidak mengerti situasi hanya bisa berkata, "Itu,, tentu saja kau penting bagiku, Tapi saat ini keadaan Nyonya astella juga harus--"
"Diam!!" Sela Genta sembari membawa perempuan itu kegendongannya lalu dengan berjalan cepat ia menghampiri mobil yang telah disiapkan oleh sang asistennya lalu memasukkan perempuan itu ke dalam mobil.
"Apa yang kau lakukan?!!" Bentak Keyla pada Genta yang mana saat itu dia berusaha untuk lepas dari pria itu, Namun sayang sekali kekuatannya untuk melepaskan diri tidaklah sebanding dengan kekuatan pria yang menahannya.
"Jalan!" Perintah Genta pada sang supir persamaan dengan mobil yang telah melaju meninggalkan Rumah sakit.
__ADS_1