Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
60


__ADS_3

Brak!!!!


Genta membanting meja kerjanya ketika asistennya yang datang melapor padanya malah mengatakan informasi yang tidak berguna.


"Bagaimana bisa dengan orang sebanyak itu kalian tidak menemukannya?!!" Teriak Genta dengan suara yang begitu keras sehingga urat-uratnya hampir keluar dari permukaan kulitnya saking marahnya pria itu.


Sang asisten yang diteriaki hanya bisa mengepal kuat tangannya dan dia tetap berdiri dengan tegap di depan Genta sembari berkata, "kami baru saja menemukan sebuah petunjuk, bahwa ternyata Nona pergi ke sebuah dosa yang merupakan desa tempat tinggal temannya. Jadi--"


"Sial!! Aku tidak membutuhkan laporan!!! Aku butuh kalian menemukan perempuan itu!!!" Bentak Genta yang merasa begitu kesal pada pria di depannya.


Siapa yang membutuhkan laporan seperti itu? Tidak ada!!


"Kalau dalam 8 jam lagi kalian tidak bisa menemukannya, maka bersiap-siap saja masing-masing dari semua orang yang telah pergi mencarinya akan di potong satu jarinya!!!" Bentak Genta sembari berbalik mengungguli pria yang ada di belakangnya, dan pria itu mengepal kuat tangannya.

__ADS_1


Pria yang di belakang itu segera keluar dari ruangan, sementara Genta yang tertinggal di ruangan, pria itu memandang keluar jendela dari ruangan tempat ia berada.


'pikiran Apa yang membuatnya sampai pergi meninggalkan ibukota?!! Dan bagaimana bisa dia melakukannya sampai orang-orang ku bahkan tidak bisa menemukannya?!!' geram Genta dalam hati yang merasa bahwa perempuan itu tidak mungkin memiliki sebuah ide yang akan membuat perempuan itu benar-benar tidak bisa ditemukan oleh orang-orangnya.


Apalagi, orang-orangnya adalah orang yang profesional dalam melakukan pencarian, sangat tidak mungkin orang-orangnya tidak bisa menemukan perempuan itu.


Maka pada akhirnya, pria itu hanya bisa duduk menunggu dengan cemas sampai dia telah menunggu selama 2 jam lebih lalu tiba-tiba saja ponselnya berdering.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Namun pria itu harus kecewa ketika dia berharap bahwa penelpon itu ialah orangnya yang telah menemukan perempuan yang ia cari, tapi ternyata yang menelponnya adalah ayahnya sendiri.


"Halo?" Ucap Genta menjawab panggilan telepon itu dengan nada suara yang sangat tidak bersemangat, sebab saat itu pikirannya masih dikuasai oleh Keyla.

__ADS_1


"Ayah dengar Keyla menghilang?" Tanya sang pria dari seberang telepon langsung membuat Genta memijat keningnya yang terasa berdenyut.


"Ya," jawab pria itu yang jelas tahu bahwa dia akan mendapatkan amukan kemarahan dari ayahnya sebab Dia telah meninggalkan perempuan itu, padahal perempuan itu masih dalam kondisi pemulihan, belum terlalu sehat untuk ditinggalkan sendirian.


"Kau!! Bisa-bisanya hal itu terjadi saat dia baru saja keluar dari rumah sakit?!! Cepat lakukan segala cara untuk menemukannya, kalau perlu sewa lebih banyak orang untuk mencarinya!!! kau tinggalkan semua pekerjaanmu terlebih dahulu dan Jangan berharap kau akan masuk bekerja di kantor sebelum kau menemukan adik angkatmu!!!" Bentak pria dari seberang telepon diikuti nada panggilan yang diputuskan secara sepihak.


Tut tut tut...


Genta yang mendengarkan nada panggilan yang diputuskan itu hanya bisa memijat keningnya dengan frustasi, lalu pria itu kembali duduk di kursinya dengan perasaan yang sangat tidak tenang.


Setelah beberapa saat, pria itu akhirnya berdiri Dan Dia memutuskan untuk benar-benar meninggalkan pekerjaannya dan memfokuskan dirinya untuk mencari Keyla.


Baru saja pria itu keluar dari ruangannya saat ia melihat wakil CEO yang merupakan sepupunya datang menghampirinya.

__ADS_1


"Paman baru saja menelponku, katanya semua pekerjaanmu akan ku ambil alih sampai waktu yang belum ditentukan," kata pria itu langsung membuat Genta tersenyum sinis.


"Kau begitu cepat bergerak, Sepertinya kau senang ya?!" Ucap Genta sembari melangkahkan kakinya meninggalkan pria itu dan dia benar-benar tidak peduli dengan pria yang merupakan sepupunya itu.


__ADS_2