Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
59


__ADS_3

Clek!


Genta yang kembali dari perjalanannya di luar kota kini tiba di apartemen Keyla, dan perempuan itu pun masuk ke dalam apartemen sembari mengerutkan keningnya.


Bagaimana tidak, dia sudah menghubungi perempuan itu sejak dalam perjalanan meninggalkan bandara, namun perempuan itu tidak pernah mengangkat panggilan teleponnya.


Dia pun menghubungi rekan kerja Keyla di restoran, namun rekan kerjanya tersebut mengatakan bahwa Keyla tidak masuk bekerja selama beberapa waktu terakhir.


"Kenapa ini,,," Genta mengerutkan keningnya saat ia melihat ada banyak barang yang hilang di tempat itu.


Seperti beberapa foto, beberapa hadiah yang ia berikan pada Keyla juga menghilang dari tempatnya.


Maka pria itu dengan cemas mas masuk ke salah satu kamar yang ada di apartemen itu dan dia melihat bahwa ada lebih banyak barang-barang yang hilang di kamar tersebut.


Misalnya saja meja rias perempuan itu tampak kosong, hanya ada satu benda yang tertinggal di sana dan ketika Genta mengambilnya, itu adalah kalung yang pernah ia berikan pada Keyla.


Maka dengan perasaan yang begitu cemas, pria itu kemudian membuka lemari yang ada di sana dan mendapati bahwa ada banyak pakaian Kayla yang menghilang dari lemari tersebut.

__ADS_1


"Apa dia pergi?!!" Ucap Genta dengan cepat memeriksa segala sesuatu yang ada di apartemen itu dan dia melihat bahwa memang ada banyak barang yang hilang, bahkan koper yang ada di apartemen itu juga telah menghilang hingga membuat pria itu merasa sangat hancur.


Dengan langkah yang cepat, pria itu meninggalkan apartemen lalu dia menelpon seseorang.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Ya tuan," jawab seorang asisten dari seberang.


Setelah menelpon asistennya, Genta pun menelpon beberapa orang lain lagi untuk mencari tahu tentang keberadaan Keyla.


Maka sampai dia tiba di kediaman keluarga Ozon, pria itu telah menelpon sebanyak 5 orang namun semuanya belum mengabarinya sampai ketika dia memarkirkan mobilnya.


Buk!


Pintu mobil ditutup dengan keras, lalu Genta berlari masuk ke dalam kediaman menghampiri ibunya yang saat itu sedang bersama-sama dengan neneknya.

__ADS_1


Dua perempuan yang sedang menyulam itu langsung menatap ke arah Genta dan mereka mengurutkan ke minyak saat melihat bahwa pria yang tampak selalu tenang itu kini terlihat begitu panik.


"Ibu,, Apakah Keyla mengatakan sesuatu pada ibu?" Tanya Genta dengan suara yang begitu cemas.


"Tidak, memangnya ada apa?" Tanya Hera.


"Apakah dalam beberapa hari ini Keyla pernah datang ke rumah?" Tanya Genta.


"Dia datang beberapa hari yang lalu, tapi dia hanya datang mengambil sebuah tas kecil Lalu dia pergi begitu saja. Ahh,,, kemarin nenek menghampiri pendeta, dan pendeta di kuil mengatakan bahwa dia akan segera membuat masalah bagi keluarga Ozon jadi tidak perlu memperdulikan dia!!!" Ucap nyonya besar Ozon yang meski saat itu dia juga memikirkan sesuatu.


'Kata pendeta dia akan segera mempermalukan keluarga kami, namun Apa maksud dari ucapan pendeta yang berkata, 'dia akan menjadi satu-satunya sumber berkat yang tak ternilai bagi keluarga ozon!'' ucap nyonya besar Ozon dalam hati yang tidak mengerti berkat apa yang akan dibawakan oleh perempuan itu setelah mempermalukan keluarga ozon?


Sementara Genta, dia mengerutkan keningnya mendengarkan ucapan neneknya selalu beberapa saat kemudian pria itu segera berlari ke lantai atas, lebih tepatnya menuju ke kamar Keyla.


Setelah tiba di kamar milik Keyla, pria itu langsung melihat segala sesuatu yang ada di sana dan dia melihat secarik kertas yang diletakkan di atas meja rias.


Tanpa berpikir lebih banyak lagi, Genta langsung mengambil kertas tersebut Lalu melihat bahwa itu berisi permintaan maaf dan berisi ucapan selamat tinggal terhadap keluarga ozon.

__ADS_1


__ADS_2