Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
134


__ADS_3

Setelah Adam memutuskan panggilan teleponnya dengan putranya, maka pria itu pun memanggil asistennya.


Setelah asistennya berdiri di depannya, Adam pun berkata, "selidiki apa yang sudah dilakukan oleh Marisa sehingga Dia mengancam keselamatan Putri ku, laporkan semuanya padaku dalam satu jam!"


"Baik Tuan," jawab asisten Adam sebelum pria itu pergi meninggalkan ruangan Adam.


Maka Adam pun melanjutkan pekerjaannya selama beberapa waktu sampai pintunya kembali diketuk oleh seseorang.


Tok tok tok..


"Masuk!" Perintah Adam langsung diikuti oleh pintu yang terbuka memperlihatkan sang asisten lah yang kembali masuk ke dalam ruangannya.


Pria itu membawa berkas di tangannya lalu menyerahkannya pada Adam, "ini adalah penyelidikan saya terhadap Nyonya Marissa, dan dia memang mengirim beberapa pesan ke ponsel Nyonya muda yang berisi link untuk membuka konten-konten yang ditulis oleh para wartawan. Dia menggunakan sebuah nomor samaran, tetapi alamat ip-nya tetap tidak bisa dibohongi bahwa semuanya dikirim dari tempat-tempat yang pernah didatangi oleh Nona Marissa. Saya juga sudah memastikan waktunya, semuanya tepat," ucap sang asisten menjelaskan hasil penyelidikannya.


"Apakah dia juga yang menjadi latar belakang dari segala sesuatu yang diupload oleh para wartawan di internet?" Tanya Adam sembari memeriksa berkas di tangannya.


"Bukan dia, ini murni tulisan tangan para wartawan," jawab sang asisten.


"Aku ingin semua wartawan yang membuat tulisan buruk tentang keluarga kita langsung berikan dia pelajaran, akan bagus kalau mereka kehilangan pekerjaannya, tapi jika ada yang benar-benar parah menuliskan beritanya, langsung saja tutup perusahaan mereka.


"Sementara Marissa,, Aku ingin semua proyek dengan keluarganya! Juga, informasi gelap tentang perusahaan mereka, Aku ingin kau memberikannya kepada pihak menangani nya" Ucap Adam yang merasa sangat kesal jika ada seseorang yang berani menyentuh Keyla.


Apalagi, Apa yang dilakukan oleh Marisa sangat membahayakan nyawa 4 orang keluarganya, sehingga dia tidak bisa membiarkan masalah itu. Perempuan bernama Marissa itu berusaha melakukan pencobaan pembunuhan terhadap empat orang anggota keluarganya.


Sementara sang asisten yang mendengarkan ucapan Adam, Dia sangat terkejut bahwa hanya sebuah kiriman link saja membuat Adam sangat marah, padahal menurutnya bahwa kesalahan itu tidak terlalu berat.


Dan bagaimanapun, proyek mereka dengan keluarga Marisa ialah proyek yang besar, juga mereka adalah sepupu jauh keluarga Romania.


Tetapi, sang asisten tidak mengatakan apapun lagi dan dia hanya menganggukkan kepalanya sebelum keluar dari ruangan itu untuk melaksanakan apa yang diperintahkan padanya.


Maka dalam hari itu, dia menghubungi perusahaan keluarga Marissa dan menginformasikan pembatalan kontrak hingga membuat ayah Marissa sangat terkejut dengan informasi tersebut.


Pria bernama Omar itu langsung meneriaki asistennya yang memberitahukan informasi itu padanya, "apa katamu?!!"


Sang asisten merasa agak takut, "Asisten Tuan Adam baru saja menghubungi saya dan membatalkan semua proyek yang akan kita kerjakan ke depannya, juga proyek yang saat ini dijalankan, mereka membatalkan semua kerjasama dengan kita dan akan mengalihkannya ke vendor lain. Asisten Tuan Adam juga mengatakan bahwa mereka akan menuntut lewat jalur hukum atas pelanggaran kontrak yang telah kita lakukan terhadap proyek-proyek yang sedang berjalan," ucap sang asisten.


"Apa?!! Bagaimana bisa?!!" Omar langsung mengambil ponselnya lalu dia pun menghubungi Adam.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Silakan tinggalkan pesan suara karena nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan telepon.

__ADS_1


Omar menggertakkan giginya lalu dia pun mengulangi panggilan telepon itu, tetapi meski sudah mengulanginya beberapa kali, namun tetap saja hasilnya sama, orang di seberang telepon tidak pernah mengangkat panggilan teleponnya hingga membuatnya sangat marah.


Uang yang mereka keluarkan untuk proyek tersebut tidaklah main-main, selain itu, apa yang akan terjadi jika Adam sampai menuntut perusahaan mereka?


Maka setelah memikirkan masalah itu, Omar langsung meninggalkan perusahaannya dan berkendara menuju perusahaan keluarga Ozon untuk bertemu dengan Adam.


Dalam perjalanan, pria itu terus merasa tidak tenang karena memikirkan masalah apa yang membuat keluarga oZOn tiba-tiba saja menyerang mereka.


Setelah tiba di perusahaan, maka pria itu pun turun dari mobil dan berjalan ke dalam perusahaan.


Biasanya dia hanya terus ke dalam lift VIP untuk naik ke lantai atas, tetapi kini ketika dia hendak pergi ke lift, dia dihentikan oleh resepsionis yang melihatnya.


"Maaf Tuan, anda tidak boleh menggunakan lift," ucap resepsionis itu langsung membuat Omar mengerutkan keningnya karena dia tidak mengerti.


"Apa maksudmu?" Tanya Omar pada sang resepsionis.


"Maaf sekali, tetapi kami mendapat perintah bahwa anda tidak boleh lagi datang ke perusahaan ini, Jadi silakan kembali sebelum saya memanggil security," ucap resepsionis itu benar-benar membuat Omar Tidak mengerti mengapa keluarga Ozon tiba-tiba saja bersikap seperti itu.


pria itu menatap sekelilingnya dan melihat ada banyak orang yang memperhatikannya setelah dilarang untuk masuk ke dalam lift, sehingga membuatnya mengepal kuat tangannya lalu hanya bisa pergi dari tempat itu daripada membuat keributan yang mempermalukan dirinya sendiri.


Setelah Omar meninggalkan perusahaan keluarga ozon, maka pria itu pun mengambil ponselnya selalu menghubungi istrinya.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


"Apakah selama beberapa waktu terakhir ini kau melakukan sesuatu yang menyinggung keluarga ozon?" Tanya Omar.


"Apa maksudmu? Memangnya Apa yang kulakukan? Kau tahu sendiri kan aku tidak pernah meninggalkan rumah selama beberapa waktu terakhir ini, bahkan pernikahan Genta pun tidak kuhadiri karena aku sedang sakit, jadi kenapa kau bertanya seperti itu padaku? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" Tanya istri Omar dari seberang telepon.


Omar mengerutkan keningnya, kalau bukan istrinya yang melakukan sesuatu, maka jangan-jangan putrinya?


Omar menggertakan giginya, lalu dia pun mematikan panggilan telepon itu tanpa menjawab pertanyaan istrinya lalu beralih melakukan panggilan telepon pada Marisa.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Silakan tinggalkan pesan suara karena nomor yang anda tuju sedang tidak dapat menerima panggilan telepon.


Omar mengepal kuat tangannya dalam mobil, lalu pria itu mengulangi beberapa kali panggilan pada putrinya, tetapi putrinya tetap tidak mengangkat panggilan telepon itu hingga membuatnya merasa kesal dan menyetir ke arah rumahnya.


Begitu tiba di rumah Omar langsung masuk ke dalam rumahnya dan mendapati istrinya saat itu sedang duduk di ruang keluarga sembari menonton TV.

__ADS_1


"Dimana Marissa?" Tanya Omar pada Istrinya.


"Sepertinya dia masih tidur," ucap perempuan yang sedang menonton TV sembari berdiri mengikuti suaminya yang langsung berjalan terburu-buru ke lantai atas.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya perempuan bernama Sarah yang saat itu benar-benar merasa aneh terhadap sikap suaminya.


Seperti sedang menghadapi sebuah masalah yang sangat berat.


Tetapi Omar tidak mengatakan apapun, pria itu mengabaikan pertanyaan istrinya dan hanya terus berjalan ke lantai atas sampai dia tiba di depan pintu kamar putrinya.


Pria itu tidak lagi mengetuk pintu, Tetapi dia langsung memegang handle pintu dan hendak mendorongnya ke dalam ketika ternyata pintu kamar itu dikunci dari dalam.


Maka tanpa menunggu lebih lama lagi, Omar langsung menggedor-gedor pintu kamar putrinya.


Dor dor dor!


"Marissa!!!! Buka pintunya!!" Teriak Omar pada perempuan yang ada di dalam kamar tersebut.


Pria itu berkali-kali berteriak dan terus menggedor pintunya karena perempuan yang ada di kamar tidak membuka pintu hingga membuat Sarah mengerutkan keningnya dengan kelakuan suaminya.


"Dia baru pulang pagi tadi, kau jangan mengganggunya seperti ini!!!" Ucap Sahrah memperingatkan suaminya, tetapi bukannya menuruti keinginan istrinya, Omar malah menatap perempuan itu sembari berkata, "pergi ambil kunci serep kamar ini atau kudobrak pintunya!!!"


"A,, apa?!" Sarah langsung berlari meninggalkan suaminya dan perempuan itu pun mengambil kunci serep.


Setelah mendapatkannya, maka pintu pun segera dibuka lalu Omar dengan cepat masuk ke dalam kamar menghampiri putrinya yang sedang tidur hanya menggunakan sebuah BH .


"Bangun!!!" Bentak Omar tidak memperdulikan lagi rasa malunya melihat putrinya yang sedang menggunakan pakaian yang sangat terbuka.


Tetapi meskipun sudah dibentak, Marisa sama sekali tidak bangun hingga membuat 0mar menjadi semakin kesal dan mengulurkan tangannya menarik perempuan itu agar duduk.


"Bangun kau!!!" Teriak pria itu langsung membuat Marissa akhirnya membuka matanya dengan begitu berat, tetapi ketika dia melihat ibu dan ayahnya, perempuan itu tidak perduli lagi dan kembali tidur.


Hal itu membuat Omar merasa sangat kesal sehingga dia berjalan ke kamar mandi mendapatkan satu gelas air sebelum kembali menghampiri putrinya dan menyiram wajah putrinya dengan air tersebut.


Byurr....


Guyuran air tersebut langsung membuat Marisa membuka matanya dan kalang kabut langsung berdiri karena ada sedikit air yang masuk sampai ke hidungnya.


Sarah yang ada di sana pun merasa kesal terhadap suaminya, sehingga dia menatap suaminya dengan tatapan marahnya, "kau ini kenapa?!! Kalau ada masalah bicarakan baik-baik, tidak perlu bersikap seperti ini pada Putri kita!!!" Bentak Sarah yang tidak mengerti mengapa suaminya tiba-tiba saja berubah begitu kasar terhadap Putri yang selalu diperlakukan manja oleh pria itu.


"Ayah ada apa?" Tanya Marisa kini menyebabkan ayahnya yang sangat membuatnya kesal.


"Katakan padaku! Apakah beberapa waktu terakhir ini kau membuat masalah dengan keluarga Ozon?!!" Bengkap Omar pada putrinya langsung membuat Marissa mengerutkan keningnya, dan dia segera teringat akan link yang ia kirimkan Keyla.


Meski begitu, dia tetap menggelengkan kepalanya, "Mana mungkin aku membuat masalah? Ayah kan tahu sendiri kalau Tante Hera sangat menyayangiku, Jadi tidak mungkin aku membuat masalah terhadap keluarganya." Ucap Marissa.

__ADS_1


"Kalau begitu, sekarang juga telepon Hera dan katakan padanya bahwa kita akan berkunjung ke rumahnya nanti sore!!" Ucap Omar langsung membuat mata Marissa berkilau sempurna sehingga dia pun mengambil ponselnya Sebab Dia merasa senang bahwa dia bisa bertemu dengan Genta dan mungkin saja dia bisa melakukan sesuatu untuk membuat pria itu berpisah dengan keyla.


Omar yang melihat putrinya tampak senang melakukan panggilan telepon kini menjadi bingung, kalau putrinya dan istrinya tidak melakukan kesalahan, lalu Siapa yang melakukan kesalahan sehingga membuat Adam begitu marah terhadap mereka?


__ADS_2