
Setelah kepergian Nyonya Darson, Citata tidak banyak berbicara hingga membuat Keyla merasa bersalah pada perempuan itu.
Oleh sebab itu, ketika mereka hendak meninggalkan restoran, Keyla kemudian berkata, "kau akan kembali dengan siapa?"
"Aku naik taksi," jawab Citata yang memang tidak ingin menelpon Rion, sebab dia yakin pria itu pasti kelelahan bekerja sehingga dia tidak mau mengganggu pria yang sedang beristirahat itu.
"Tunggu aku sebentar, Aku harus ke toilet," ucap Keyla diangguki oleh Citata hingga perempuan itu kemudian pergi ke arah toilet.
Begitu tiba di toilet, Keyla kemudian menelpon pada Rion.
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
Drrtt.... Drrtt... Drrtt...
"Halo," jawab seorang pria dari seberang telepon dengan nada suara yang begitu dingin langsung membuat Keyla tersenyum dengan kelakuan pria itu.
"Aku dan Citata sudah mau pulang, datanglah menjemputnya di restoran xx. Ahh,, Kalau bisa, tolong hibur dia juga, karena suasana hatinya sedang sangat buruk," kata Keyla pada pria di seberang telepon.
__ADS_1
"Baiklah, aku ke sana sekarang," dijawab Rion dari seberang telepon langsung membuat Keyla mematikan panggilan telepon itu lalu dia menyimpan ponselnya dan memperbaiki riasannya sebelum keluar dari toilet.
Saat ia menghampiri Citata, dilihatnya perempuan itu sedang berdiri termenung hingga membuat Keyla semakin merasa bersalah pada perempuan itu.
Keyla mendekati Citata, "itu, Bagaimana kalau kita minum kopi sebentar?" Tanya Keyla.
Citata sebenarnya enggan, tetapi melihat Keyla yang berusaha menghiburnya, maka dia akhirnya menganggukkan kepalanya, "baiklah," ucap Citata.
Dengan begitu, Keyla pergi memesan kopi sementara Citata menunggu Keyla sendirian.
"Itu,, Kenapa kau membawa 3?" Tanya Citata sembari menoleh ke arah Keyla yang saat itu dengan memegang satu kap kopi yang telah terbuka sementara dua lainnya masih tersegel di tempatnya.
Keyla tidak mengatakan apapun, tapi perempuan itu tersenyum melihat sebuah mobil yang berhenti di hadapan mereka hingga Citata pun terkejut melihat mobil tersebut ialah mobil Rion lalu Rion pun menghampiri kedua perempuan itu.
"Minumlah bersama-sama dengan Rion," ucap Keyla menyerahkan 2 cup kopi Padang Citata sebelum perempuan itu pun berbalik pergi meninggalkan kedua orang itu.
Citata memandangi punggung Keyla, dan dia merasa terharu pada perempuan itu, sangat memperhatikannya, padahal ada sebuah masa lalu kelam di antara mereka berdua.
__ADS_1
"Ayo," ucap Rion mengambil tas milik Citata dan juga kap kopi yang ada di tangan perempuan itu lalu merangkul Citata ke dalam mobilnya.
Begitu duduk dalam mobil, Citata pun menoleh ke arah Rion, "itu, Bagaimana kalau tahu kalau kami sudah selesai makan?" Tanya Citata.
"Keyla menelponku, dan dia bilang kau dalam suasana hati yang buruk jadi dia menyuruhku untuk menghiburmu. Kemana kita mau pergi?" Tanya Rion sembari meletakkan kap kopi di dalam mobil dan juga tas milik Citata.
"Ahh, itu, terserah padamu saja," kata Citata sebelum perempuan itu terdiam di tempatnya dan dia tidak menyangka bahwa ternyata Keyla benar-benar sangat memperhatikannya.
"Ayo kita pergi ke taman hiburan," ucap Rion diangguki oleh Citata hingga pria itu pun berkendara meninggalkan restoran dengan Keyla yang sudah duduk dalam mobilnya menatap kepergian mobil Rion.
Perempuan itu tersenyum, "Aku harap hubungan kalian memiliki akhir yang bahagia," ucap perempuan itu sembari menyalakan kendaraan mesinnya lalu pergi juga meninggalkan tempat itu dengan perasaan yang langsung menjadi hampa karena sekarang ia sendirian lagi dan pikirannya pun dipenuhi oleh Genta.
Kalau suka, bisa kasih bintang 5 ya....😁 kalau gak suka gak usah kasih bintang😁
__ADS_1