
"Kau sudah mendengar ceritaku, tapi apakah kau tidak ingin menceritakan alasan kau datang ke tempat ini?" Tanya Citata pada perempuan di depannya, sebab dia bisa melihat bahwa Keyla juga memiliki sebuah masalah sehingga perempuan itu pergi meninggalkan ibukota.
🍎🍎🍎
Tetapi Keyla hanya tersenyum tipis pada perempuan di depannya sebab Dia tidak ingin mengatakan masalahnya pada perempuan itu.
"Hm,, hanya masalah keluarga saja, tapi aku harap sekarang kau bergegas untuk pulang, dan aku minta tolong padamu supaya tidak mengatakan tentang keberadaanku pada siapapun." Ucap Keyla dengan mata bersungguh-sungguh menatap perempuan di depannya.
Citata yang mendengarkan itu merasa bahwa ada masalah besar yang sedang dihadapi oleh perempuan itu, tetapi karena melihat perempuan di depannya sangat tidak ingin menceritakan tentang masalahnya, maka Citata hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan pelan.
"Hm, baiklah, sekali lagi aku sangat berterima kasih padamu karena kau sudah membantuku. Dan juga, aku sangat minta maaf padamu atas apa yang menimpamu karena satu kebohongan yang kulakukan." Ucap Citata kini kembali merasa bersalah setelah mengingat apa yang telah menimpa perempuan itu.
Tetapi keyla yang mendengarkan ucapan Citata, dia tersenyum lalu kembali memeluk perempuan itu sembari menepuk-nepuk punggung Citata.
__ADS_1
"Jangan khawatir, mulai sekarang aku akan menganggap mu sebagai teman yang berarti dalam hidupku," ucap Keyla yang bersungguh-sungguh ingin berteman dengan perempuan itu, sebab bagaimanapun juga, segala sesuatu yang terjadi hari ini tidak akan terjadi seandainya Semuanya itu tidak dimulai darinya yang menjadi egois untuk tetap menikah dengan Rion agar terbebas dari masalahnya.
"Terima kasih, mulai sekarang juga kau akan menjadi teman terbaikku," kata Citata yang merasa begitu lega.
Maka setelah acara berpelukan itu, Citata berpamit pada Keyla untuk kembali membereskan barangnya.
Sementara Keyla, ia memandangi punggung Citata dan entah kenapa dalam hatinya Dia merasakan sebuah perasaan aneh.
"Apa yang ku pikirkan? Pria itu tidak akan terlalu peduli, karena jika aku menghilang, masih ada banyak perempuan-perempuan lain yang mengantri untuk pria itu." Ucap Keyla meyakinkan dirinya sendiri mesti saat itu entah kenapa hatinya bagai tersayat-sayat memikirkan Genta harus bersama-sama dengan perempuan lain.
Maka untuk mengalihkan perhatiannya, Keyla memilih membersihkan halaman rumah tempat ia berada dengan mencabuti satu persatu rumput liar yang tumbuh di sana.
Entah berapa lama perempuan itu terus mencabut terumput liar, sampai akhirnya dia terkejut ketika mendengar suara Citata yang berteriak padanya.
__ADS_1
"Keyla!!" Teriak Citata sembari berlari menuju Keyla dengan Keyla yang kini berdiri menatap perempuan yang tampak tersenyum ke arahnya.
"Kau sudah mau pergi?" Tanya Keyla.
"Ya, Aku akan pergi sekarang, lain kali aku akan datang mengunjungimu. Ahh,, kalau kau butuh sesuatu, hubungi nomor ini menggunakan ponsel pemilik kios tempat aku tinggal." Ucap Citata menyerahkan selembar kertas pada Keyla.
"Terima kasih," ucap Keyla menerima kertas tersebut.
"Ya, Terima kasih juga telah membantuku," ucap Citata lalu perempuan itu kemudian memeluk Keyla dengan hangat.
Setelah pelukan perpisahan itu, kedua perempuan itu pun berpisah dengan Kayla yang berdiri memandangi kepergian Citata.
Dia merasa senang bisa membantu Citata.
__ADS_1