
Lampu merah pada ruangan operasi membuat chitato gemetar di tempatnya dan perempuan itu benar-benar tidak menyangka bahwa apa yang ia lakukan hari ini akan membuat seorang perempuan masuk rumah sakit.
Seandainya dia tidak berbohong bahwa dia sedang hamil anaknya Rion, maka Keyla tidak akan tertabrak mobil sampai masuk ke rumah sakit dan kini berakhir dalam ruang operasi.
Apalagi tadi, dia mengingat bahwa keadaan Keyla amatlah parah hingga ada banyak darah yang keluar, dan para petugas medis tampak sangat panik saat melihat keadaannya
"Apa yang sudah kulakukan?? Apa yang akan terjadi padaku kalau Rion dan keluarga Ozon mengetahui masalah ini??" Ucap perempuan itu sembari duduk dengan tubuh gemetar.
Beberapa saat kemudian, seorang pria berlari kencang ke arah ruangan operasi lalu menemukan hanya ada satu perempuan yang menunggu di sana.
Citata yang melihat pria itu langsung berdiri, dan dengan tangan yang begitu dingin dia menatap pria itu sembari berkata, "itu,, Apakah kau keluarga Keyla?"
Genta yang mendengarkan pertanyaan itu langsung menatap Citata dengan intens, lalu berkata, "Apakah kau yang menelponku?"
Citata mengangguk dengan pelan, "ya," jawab Citata yang kini ketakutan bahwa pria itu akan sangat marah padanya ketika pria itu mengetahui bahwa karena dialah Keyla masuk rumah sakit.
"Apa yang terjadi?! Bagaimana keadaannya saat terakhir kali Kau melihatnya?!" Tanya Genta yang sangat cemas pada keadaan Keyla, seandainya dia tahu bahwa hal itu akan terjadi, maka dia tidak akan pulang lebih dulu ke apartemen dan dia akan tinggal di sana menunggu perempuan itu sampai selesai.
__ADS_1
Tetapi sekarang, apa yang bisa ia lakukan ketika perempuan itu telah terbaring dalam ruangan operasi???
Sementara Citata yang ditanya oleh Genta, perempuan itu menelan air liurnya yang terasa begitu pahit sebelum berkata, "dia,,, dia tertabrak mobil karen--"
"Apa?!!" Genta sangat terkejut, pria itu kemudian mengambil ponselnya lalu menjauh dari Citata untuk menelpon seseorang menyelidiki masalah itu secara akurat.
Sementara Citata yang melihat kepergian pria itu, dia kembali runtuh di tempatnya dan tubuhnya yang gemetar meraih ponselnya yang tiba-tiba saja berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
'Pria itu hanya menggunakanku sebagai perempuan simpanannya, dan tidak pernah memiliki perasaan padaku. Tapi sekarang, bagaimana kalau dia tahu bahwa perempuan yang ia sukai sudah bertemu denganku, dan aku mengancamnya bahwa aku hamil hingga dia kecelakaan???' ucap Citata dalam hati dengan sangat ketakutan.
Dia yang hanya digunakan sementara oleh Rion untuk memenuhi kebutuhan biologis pria itu sekarang telah melukai perempuan yang sebenarnya disukai oleh pria itu.
Tetapi karena dia takut pria itu akan lebih marah lagi ketika dia tidak mengangkat panggilan telepon itu dan memberitahukan yang sebenarnya, maka Citata menekan tombol terima pada ponselnya.
__ADS_1
"Halo?" Ucap Citata menjawab panggilan telepon itu dengan tangan yang meramas ujung gaunnya dan hati yang tak karuan karena ketakutan.
"Apakah kau masih di acara xx?" Tanya sang pria dari seberang telepon langsung membuat Citata menelan air liurnya dan rem massanya pada ujung gaunnya semakin diperkuat.
"Aku,, ada di rumah sakit," ucap Citata dengan suara yang serak.
"Apa?!! Apa kau sakit? Kirimkan alamat rumah sakitnya, Aku akan segera ke situ!!" Ucapan Rion dari sebaran telepon dibarengi panggilan telepon yang ditutup.
Tut tut tut...
Citata yang mendengar nada sambungan yang diputus kini dengan gemetar menarik teleponnya dari telinganya dan di dua jari jempolnya begitu kaku untuk mengetik alamat rumah sakit pada layar ponselnya.
Namun begitu, dia memaksakan dirinya sembari meneteskan air matanya, hingga perempuan itu akhirnya berhasil mengirim sebuah pesan pada Rion.
Tepat Ketika pesan itu selesai terkirim, beberapa orang langsung datang yang merupakan keluarga ocean, dan juga keluar kedua orang tua Rion.
Citata yang mengenali kedua orang tua Rion langsung memegang di tempatnya melihat mereka, dan entah kenapa saat itu juga dia berharap dia segera menghilang namun hati kecilnya menyuruhnya untuk tetap di situ sebab Dia sangat merasa bersalah kepada Keyla apalagi jika keadaan perempuan itu sangat parah.
__ADS_1