
"Bagaimana kabarnya?" Tanya Rion sembari berjalan mendekati ranjang Keyla.
Genta yang mendengarkan pertanyaan pria itu langsung tersenyum sinis lalu berbalik menatap Rion, "kau bertanya seperti itu karena memang peduli padanya atau hanya sekedar bertanya?" Ucap Genta.
🏖️🏖️🏖️
Selama beberapa detik, Rion terdiam menatap pria yang ada di depannya, dan dia jelas tahu bahwa pria itu sedang marah terhadapnya.
Oleh sebab itu, Rion dengan tenang berkata, "maaf, sepertinya kehadiranku di sini sangat tidak diinginkan, Aku akan pergi sekarang."
Setelah berbicara, Rion kemudian keluar dari kamar Keyla tanpa memperdulikan pria yang menatapnya dengan tajam, sebab pria itu memang berjanji pada ibunya untuk menjenguk Keyla, tetapi bukan berarti bahwa dia akan tetap tinggal di sana untuk waktu yang lama.
Dia sudah melihat perempuan itu jadi Hal tersebut juga sudah dikatakan menjenguk sehingga dengan cepat Rion melesat meninggalkan Rumah sakit Lalu dia pergi ke apartemen.
Clek!
Begitu membuka pintu apartemen, pria itu cepat-cepat masuk ke dalam kamar untuk menemui Citata. Tetapi dia sangat terkejut bahwa ternyata tidak ada Citata di dalam kamar.
__ADS_1
"Ke mana dia?" Ucap pria itu keluar lagi dari kamar lalu dia mengecek seluruh bagian apartemen untuk mendapatkan perempuan itu namun dia tidak menemukannya.
Padahal biasanya, perempuan itu tidak pergi ke mana-mana, hanya berada di rumah dan terus menunggunya.
Maka Rion kemudian mengeluarkan ponselnya untuk menelepon perempuan itu, dan sekali lagi, pria itu terkejut bahwa ponsel perempuan itu ternyata berada di kamar sehingga Rion mengikuti dari ponsel itu lalu menemukan ponselnya yang ditinggalkan bersama-sama dengan sepucuk surat.
Rion mengerutkan mengambil surat itu lalu membaca isinya.
*Terima kasih untuk semuanya, aku pergi dari rumah tanpa membawa apapun sebab ketika aku datang ke rumahmu, aku juga tidak membawa apapun selain diriku. Berbahagialah bersama perempuan yang kau cintai dan aku berharap kau akan memperlakukan dia sama seperti kamu memperlakukanku. Jangan pernah meninggalkannya dan temani dia sampai--* Rion tidak melanjutkan lagi pembacaannya karena pria itu langsung bergegas keluar dari apartemen untuk mencari tahu kemana perempuan itu pergi.
Ding dong!
Ding dong!
Ding dong!
Pria itu menekan bel rumah dengan terburu-buru, sampai akhirnya pintu otomatis itu terbuka dan Rion segera masuk ke rumah.
__ADS_1
"Ada apa kau mencariku?" Tanya pria yang baru saja bangun.
"Perempuan itu pergi dari rumah! Sekarang bantu aku untuk melacak keberadaannya!!!" Piring tarian pada sang pria yang tengah mengantuk hingga membuat pria itu mengerutkan keningnya bahwa ternyata dia sekarang melihat pria itu benar-benar ketakutan kehilangan seorang perempuan.
"Uhh,, bukankah kau dijodohkan dengan anak dari keluarga ozon? Tapi kenapa kau masih memikirkan perempuan itu?" Tanya pria bernama Hendra yang mana pria itu tidak pernah mendengar Rion membicarakan tentang perempuan simpanannya.
Dia pikir pria itu tidak pernah membicarakannya karena tidak terlalu peduli dengan perempuan itu, tapi sekarang malah begitu panik ketika perempuan itu pergi meninggalkannya.
"Diam! Lakukan saja perintahku!" Kesal Rion pada pria di depannya yang terlalu banyak tanya.
Sang pria hanya berjalan masuk ke dalam ruang kerjanya yang bersebelahan dengan kamarnya, lalu dia duduk di kursi.
Sembari menunggu komputernya menyala dengan sempurna, pria itu kemudian berbalik lagi menatap Rion, "itu, kenapa aku harus menuruti perintahmu? Kau datang membangunkanku saat aku sedang bermimpi bersama dengan perempuan cantik, dan--"
"Ambil ini!" Ucap Rion menyerahkan sebuah cek kosong pada pria itu langsung membuat mata sang pria melotot lalu dia menciumi kertas tersebut dan menyimpannya baik-baik.
"Jadi, katakan padaku perempuan seperti apa yang menghilang?" Tanya pria itu kini bersinar untuk mengerjakan pekerjaannya, karena dia pun belum pernah melihat perempuan simpanan pria itu sebab pria itu menjaganya dengan sangat baik hingga mungkin belum pernah ada seseorang yang melihatnya.
__ADS_1