Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
92


__ADS_3

"Ibu mertua tiba-tiba ada kesibukan, jadi dia bilang semua persiapan pertunangan ku dengan Genta akan dibantu olehmu," kata perempuan dari seberang telepon langsung membuat Kayla seperti disambar oleh petir di pagi hari.


🧕🧕🧕


Perempuan itu perlu waktu yang cukup lama untuk menjawab ucapan perempuan dari seberang telepon hingga membuat Kimberly yang menghubungi Kayla kembali lagi berbicara pada Keyla.


"Adik ipar, apa kau baik-baik saja?" Suara perempuan dari seberang telepon membuat Kayla akhirnya tersadar dan perempuan itu menyeka air matanya yang telah menetes di pipinya.


"Ah,, ya, Maaf, tadi aku mendapat sebuah pesan sehingga membuatku menjadi kelupaan kalau aku sedang menerima panggilan telepon. Oh,, kalau Ibu bilang aku akan membantu Kakak, maka Kakak bisa menjemputku di apartemenku, Sebab aku mobilku tertinggal di rumah temanku," kata Keyla yang saat itu hanya mengatakan apapun yang bisa keluar dari mulutnya sebab pikirannya sudah melayang kemana-mana.


"Ok, kalau begitu kirimkan alamat apartemen mu, aku akan segera ke situ," jawab Kimberly dari seberang telepon diikuti oleh nada panggilan telepon yang terputus.


Tut tut tut....


Keyla langsung menurunkan ponselnya dari telinganya lalu perempuan itu berjalan ke sebuah tempat duduk yang tak jauh darinya dan dia pun duduk di sana dengan tubuh yang begitu lemas.

__ADS_1


Dia pun tidak bisa menahan air matanya sehingga air matanya berderai di pipinya dan perempuan itu pun kesulitan mengatur nafasnya.


'Apa??? Mereka akan bertunangan??' Keyla langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Hiks,, hiks,, hiks,,, kenapa?" Perempuan itu menangis di area parkir tanpa peduli beberapa orang yang lalu lalang di tempat itu melihat ke arahnya.


Dia terus menangis selama beberapa waktu sampai akhirnya dia sadar bahwa seseorang akan datang menjemputnya sehingga perempuan itu berlari ke dalam lift dan dia kembali ke apartemennya.


Keyla bersusah payah menahan diri agar tidak meneteskan air matanya lagi, lalu perempuan itu memperbaiki riasannya sampai akhirnya ponselnya kembali berdering.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


"Kakak ipar," kata Kayla.

__ADS_1


"Aku sudah ada di parkiran, turunlah kemari," jawab Kimberly langsung di iyakan oleh Kayla sehingga perempuan itu pun meninggalkan apartemennya.


Berdiri sendirian dalam lift, Keyla masih berusaha mengontrol dirinya agar dia tidak emosi, agar dia bisa mengontrol dirinya sendiri di depan Kimberly.


Maka setelah keluar dari lift, perempuan itu langsung menghampiri Kimberly yang sudah berdiri di depan mobilnya sembari melambaikan tangannya ke.


Keyla melemparkan senyumnya pada perempuan itu, dan saat ia berjalan mendekatinya, perhatiannya langsung tertuju Pada penampilan perempuan itu, jauh lebih cantik dan jauh lebih memukau darinya.


'pantas saja Genta memilihnya, dia jauh lebih baik daripada aku, dia juga berasal dari keluarga terhormat dan sangat sempurna untuk menjadi seorang istri,' ucap Keyla dalam hati sembari menelan air liurnya dengan perasaan yang tersayat-sayat.


"Ayo," ucapkan Merly sembari melangkah masuk ke dalam mobil diikuti Kayla yang juga masuk ke mobil perempuan itu.


Mobil pun melaju meninggalkan apartemen Keyla, dan dalam perjalanan Keyla mengepal kuat tangannya sebab perasaannya semakin tak karuan bersama-sama satu mobil dengan perempuan yang akan menjadi istri Genta.


"Ahh,, Apa kau sudah sarapan? Kalau belum, kita bisa singgah dulu untuk sarapan sebelum lanjut bertemu dengan Wo," kata Kimberly memulai pembicaraan.

__ADS_1


__ADS_2