Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
48


__ADS_3

Setelah tiba di kamarnya, maka Keyla kemudian melihat-lihat kamarnya dan masih mengambil beberapa barang yang ia perlukan.


Setelah selesai, perempuan itu kemudian menulis sebuah catatan untuk ia tinggalkan pada keluarga ozon.


Sembari menulis catatan itu, iya tanpa sadar meneteskan air matanya karena begitu sedih bahwa dia harus masuk ke keluarga itu untuk membuat sedih keluarga tersebut.


Padahal, dia sudah diperlakukan dengan sangat baik di keluarga itu sehingga beberapa kali Keyla harus berhenti menulis karena perempuan itu harus menyeka air matanya yang membanjiri pipinya.


"Hiks,, hiks,, hiks,, maaf,, maaf,," ucap Kayla yang benar-benar tidak tahan untuk menangis dan tidak berhenti mengucapkan kata maaf.


Perempuan itu bahkan memerlukan waktu selama 1 jam untuk menulis sepucuk surat yang ia tinggalkan di rumah sebelum akhirnya dia masuk ke kamar mandi membersihkan wajahnya.


Setelah memperbaiki penampilannya dan menyamarkan bengkak di matanya, maka perempuan itu pun keluar dari kediaman keluarga Ozon dan dia menaiki taksi menuju stasiun kereta api.


Dalam perjalanan, ponselnya tiba-tiba saja berdering hingga perempuan itu pun mengambil ponselnya.

__ADS_1


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


"Halo?" Ucap Keyla menjawab panggilan telepon dari Genta.


"Malam ini aku tidak pulang ke rumah, karena tiba-tiba ada jadwal di luar kota. Apa kau baik-baik saja?" Tanya seorang pria dari seberang telepon.


"Ya, aku baik-baik saja, jadi selesaikanlah pekerjaanmu, tapi berapa hari kau ada di luar kota?" Tanya Keyla yang kini merasa lega bahwa pria itu tidak akan mencurigai tentang ketidakberadaannya dia di apartemen.


"Sekitar 3 Hari," jawab seorang pria dari seberang telepon langsung diiyakan oleh Keyla, dan saat itu juga Keyla merasakan jantungnya berdegup amat kencang dan entah kenapa dalam hatinya perempuan itu merasa tidak tega untuk meninggalkan pria tersebut.


Deg!


Deg!

__ADS_1


Deg!


Keyla memegangi dadanya dan perempuan itu merasakan jantungnya terus berdegup amat kencang serta begitu susah untuk dikendalikan.


"Kenapa denganku? Kenapa aku menjadi egois untuk tetap tinggal? Padahal aku tidak menyukai pria itu, sama sekali tidak!!!" Tegas Keyla pada dirinya sendiri sembari berusaha menenangkan jantungnya yang teguh terus berdegup amat kencang dan hatinya yang berdesir tak karuan.


Sampai akhirnya taksi yang ia tumpangi kini tiba di stasiun kereta api, lalu perempuan itu pun menaiki kereta api menuju sebuah stasiun kereta api untuk berganti kereta api dan lanjut lagi ke sebuah stasiun kereta api yang terletak di sebuah desa terpencil.


Begitu turun dari kereta api, Keyla langsung merasakan hembusan udara yang begitu segar di pedesaan lalu perempuan itu melihat sebuah mobil yang telah menunggunya sesuai dengan plat nomor yang dikirimkan temannya padanya.


"Pak!" Ucap Kayla memberi kode pada sopir mobil tersebut.


"Apakah anda nona Keyla?" Tanya sang sopir.


"Ya, tolong semua barang-barang ini di bawa," ucap Kayla langsung diangguki oleh sang supir lalu supir tersebut pun memindahkan barang-barang Keyla ke mobilnya lalu mereka kemudian meninggalkan stasiun kereta api.

__ADS_1


Dalam perjalanan menuju ke rumah tempat tinggal temannya, Keyla kemudian berkata pada sang supir, "tolong jika nanti ada yang mencari saya, tolong katakan bahwa anda tidak pernah bertemu dengan saya," ucap Keyla langsung membuat sang supir menatap Keyla lewat spion dalam mobil.


Entah kenapa pria itu merasa curiga terhadap Keyla, tetapi kemudian dia tetap menganggukkan kepalanya, "baik Nona," jawab Sang sopir.


__ADS_2