Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
128


__ADS_3

Setelah Barto dan Agus berpisah, Hera pun meninggalkan tempat itu dan menunggu putranya di ruang tamu keluarga mereka.


Begitu Barto memasuki rumah, pria itu langsung menghampiri Ibunya dan duduk di depan Hera sembari menatap ibunya yang tampak menatapnya dengan tegas.


"Apakah ada masalah?" Tanya Barto.


Hera yang mendengar pertanyaan putranya benar-benar menghela nafas, perempuan itu menatap ke seluruh area rumah sebelum menatap putranya.


"Kau,, hubungan yang sebenarnya dengan pria bernama agas itu, tidak bisakah kau menghentikannya?" Tanya Hera benar-benar mengejutkan Barto Sebab Dia tidak menyangka bahwa ibunya akan berkata seperti itu.


"Apa maksud ibu?" Tanya Barto berpura-pura tidak tahu meskipun dalam hatinya dia merasa cemas bahwa mungkin saja yang dimaksud oleh ibunya ialah hubungan kekasih antara dia dan agas.


"Jangan berpura-pura lagi, Ibu tahu kalian menjamin kekasih, seorang pria dengan seorang pria, Apa yang sebenarnya ada di pikiranmu?" Tanya Hera benar-benar tak percaya dengan anak lelaki yang ada di depannya.

__ADS_1


Ucapan ibunya pun mengejutkan Barto Sebab Dia tidak menyangka bahwa ibunya ternyata mengetahui hal tersebut, Padahal dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyamarkan hubungan mereka dan menjaga agar tidak ada orang yang mengetahui tentang hubungan mereka.


"I Sejak kapan Ibu tahu?" Tanya Barto kini memperhatikan sekitarnya dan dia cemas bahwa ayahnya atau Kakak pertamanya ataupun neneknya akan mendengarkan percakapan mereka sehingga dia akan mendapat masalah besar.


"Tidak penting Sejak kapan Ibu tahu, tetapi ibu hanya berpesan padamu kalau apa yang kau lakukan itu benar-benar buruk!! Apalagi pria itu sudah dijodohkan dengan seorang perempuan, Memangnya apa yang bisa kau dapatkan dari hubungan itu?!!" Tanya Hera yang kini tak bisa lagi menahan kekesalannya pada putarannya.


Sementara Barto yang mendengarkan ibunya, pria itu menghela nafas dan dia pun duduk dengan suasana hati yang buruk.


Hera hanya bisa menghilangkan nafas melihat kelakuan Putra keduanya, tetapi perempuan itu tidak lagi mengatakan apapun dan hanya terus menatap punggung putranya sampai pria itu menghilang dari pandangannya.


"Kenapa keluarga kami begini?" Ucap Hera sembari memijat keliling yang terasa berdenyut tak karuan, dia tidak mengerti mengapa putranya bisa sampai berpikir untuk menjalin kekasih dengan seorang pria.


Sedangkan Barto yang meninggalkan ibunya, pria itu berjalan ke lantai 2 dan menghentikan langkahnya di depan kamar Keyla ketika dia mendengar suara tawa dari dalam kamar.

__ADS_1


"Ha ha ha.... Bagaimana bisa kau membuat ekspresi seperti itu??" Suara Keyla yang tertawa terbahak-bahak.


"Menurutmu bagaimana??? Kalau kau senang aku bisa membuat ekspresi yang lebih lucu lagi, semuanya demi istriku yang manis ini," suara Genta menjawab ucapan Keyla.


Barto yang mendengarkan percakapan kedua orang itu kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamarnya, 'Aku juga ingin seperti mereka, bahagia dengan orang yang dicintai. Tapi Mungkinkah itu terjadi?' ucap Barto dalam hati sembari memikirkan hubungannya dengan agas sangat tidak mungkin untuk diberitahukan pada orang lain.


Pria itu memilih menenangkan dirinya dengan mengambil sebotol anggur dan menuangkannya ke dalam gelas.


Dia meneguk anggur itu sampai habis dan duduk sendirian menatap ke arah dinding kosong yang ada di hadapannya


Pikirannya terasa kacau, pikirannya melayang kemana-mana dan dia merasa tidak tenang meskipun dia sudah berada di tempat yang seharusnya menenangkannya.


__ADS_1


__ADS_2