Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
94


__ADS_3

'Pria itu menghubungi perempuan ini, tetapi dia tidak pernah menghubungiku selama dia di luar negeri,' ucap Kayla dalam hati.


💊💊💊


Perempuan itu merasakan hatinya seperti tercabik-cabik melihat Kimberly yang kemudian mengangkat panggilan telepon itu sembari terus melangkahkan kakinya dengan anggun.


"Ya sayang," jawab Kimberly.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Genta dari seberang telepon yang saat itu mendapatkan informasi bahwa Kimberly telah pergi bersama dengan Keyla.


"Ahh, Aku sedang bersama-sama dengan adik ipar di sebuah wo, kami akan mengurus persiapan acara pertunangan kita, jadi kau tidak perlu khawatir tentang acara pertunangannya, semuanya akan disiapkan dengan baik," kata Kimberly pada pria di seberang telepon.


"Baiklah," jawab Genta yang merasa bahwa tidak ada lagi yang harus ia pertanyakan sehingga pria itu hendak menutup panggilan teleponnya ketika tiba-tiba saja dia mendengar suara Kimberly dari seberang telepon.


"Apa kau mau berbicara dulu dengan adik ipar?" Tanya Kimberly sembari menoleh ke arah Keyla yang saat itu juga menatapnya dengan raut wajah terkejutnya.

__ADS_1


"Tidak usah," jawab Genta dari seberang telepon dibarengi nada panggilan telepon yang diputuskan secara sepihak.


Tut tut tut...


Hal itu membuat Kimberly mengerutkan keningnya, lalu dia pun melepaskan telepon itu dari telinganya sembari menatap ke alarm Keyla yang saat itu juga telah memalingkan wajahnya.


"Dia selalu sibuk, jadi bahkan untuk berbicara denganku pun sangat jarang kami lakukan," kata Kimberly.


Keyla yang ada di sana hanya menganggu kan kepalanya, tetapi saat itu perempuan itu merasakan ada gejolak perasaan dalam hatinya yang benar-benar perlu diluapkan.


Kimberly yang melihat itu tidak mengatakan apapun, Tetapi dia hanya terus mengikuti sang resepsionis yang mengantar mereka hingga akhirnya tiba di sebuah ruangan.


Sementara Keyla yang pergi ke toilet, dia mengunci dirinya sendiri di sebuah bilik toilet lalu dia menatap ke atas langit-langit toilet berusaha menahan agar air matanya tidak terjatuh ke pipinya.


Sebab bagaimanapun, saat itu dia tidak membawa banyak make up, Jadi kalau riasannya luntur maka akan sulit baginya untuk memperbaikinya.

__ADS_1


'Sebenarnya apa yang kurasakan? Kenapa aku jadi seperti ini, Padahal ini adalah jalan yang terbaik, dengan begitu, tidak akan ada yang tersakiti.' ucap Kayla dalam hati yang merasa bingung dengan dirinya sendiri.


Perempuan itu Bahkan membutuhkan cukup lama waktu untuk berada dalam toilet demi menyenangkan dirinya sampai akhirnya dia keluar dari toilet dan pergi mencari ruangan Nona Dinda.


Saat Kayla tiba di ruangan tersebut, dilihatnya saat itu Nona Dinda sedang menjelaskan berbagai konsep acara pertunangan pada Kimberly.


Kimberly pun mengangkat wajahnya menatap Keyla, "duduklah di sini dan bantu aku memilih konsepnya," kata perempuan itu sembari melemparkan senyumnya ke arah kiblat sehingga membuat Kayla semakin merasakan gejolak sakit hati.


Tetapi perempuan itu berusaha tetap kuat, lalu dia pun duduk di samping Kimberly dan melihat-lihat berbagai foto contoh konsep yang bisa mereka pilih untuk pertunangan Kimberly dan Genta.


"Menurutmu, mana yang paling bagus? Ah, selain yang bagus, aku juga mau memilih yang sesuai dengan selera Genta, apalagi kau adalah adiknya, jadi Kau pasti lebih mengenal cinta daripada aku sebab kami baru berkenalan beberapa waktu saja," ucap Kimberly.


"Ah,, itu, dia adalah orang yang sangat tertutup jadi aku juga tidak tahu mana yang ia sukai," kata Kimberly sembari menggertakan giginya.


'kenapa aku berkata seperti itu? Jelas-jelas aku tahu apa yang disukai oleh pria itu, tetapi kenapa aku berkata sebaliknya?' ucap kayla dalam hati yang kini tidak mengerti dengan mulutnya perempuan itu malah berbohong, padahal seharusnya dia senang karena pria itu akan bertunangan dengan seorang perempuan sehingga hubungan mereka pun akan menjadi mustahil.

__ADS_1


Itulah yang ia inginkan, sedari dulu, itulah yang ia harapkan terjadi, tapi kenapa sekarang hatinya berkata lain?


__ADS_2