
Keesokan harinya, ketika Keyla terbangun, perempuan itu terkejut saat sebuah ciuman langsung di daratkan di bibirnya.
Cup!
"Selamat pagi calon istriku," kata Genta sembari mencubit pipi istrinya yang terlihat begitu cerah di pagi hari.
"Ahh,, selamat pagi sayang. Apakah semalam kau tidur di sini?" Tanya Keyla sembari berusaha duduk.
Genta langsung membantu perempuan itu duduk, lalu dia menarik perempuan itu ke pangkuannya dan memeluk Keyla dengan erat, "hm,, Aku khawatir kau akan terbangun karena mimpi buruk lagi, jadi aku tidur di sini, untungnya kemarin malam kau tidak bermimpi buruk lagi." Ucap Genta.
Keyla yang mendengarkan itu menganggukkan kepalanya sembari memeluk pria itu dengan lembut.
"Hm,, beberapa waktu terakhir aku tidak bermimpi buruk lagi," kata Kayla yang menyadari bahwa Setelah dia menerima Genta di hatinya, maka dia pun tidak pernah bermimpi buruk tentang kejadian yang menimpanya di masa remajanya.
"Baguslah, sekarang ayo kita mandi," kata Genta segera menggendong perempuan itu ke dalam kamar mandi dan membantu Kayla untuk mandi.
__ADS_1
Setelah mandi dan selesai juga mengeringkan rambutnya, Keyla pun menatap Genta yang sudah bersiap untuk berangkat bekerja.
Lalu perempuan itu menatap ke arah meja yang terletak di dalam kamarnya, biasanya pada pagi hari pelayan akan datang mengantar makanan padanya, apalagi saat nyonya besar Ozon berada di rumah, maka dia tidak akan pernah keluar kamar kecuali ketika dia berangkat bekerja.
"Pelayan tidak mengantar makanan lagi," kata Genta mendekati Keyla Sebab Dia tahu apa yang dipikirkan oleh perempuan itu saat melihat ke arah meja di dalam kamar tersebut.
"Kenapa?" Tanya Keyla yang merasa heran dengan perubahan tiba-tiba itu.
"Kita akan makan di meja makan," kata Genta kembali mendaratkan sebuah ciuman di pipi Keyla Sebab Dia benar-benar tidak bisa menahan dirinya setiap kali menatap wajah perempuan itu.
"Ssttt,,," cup! Sebuah ciuman kembali mendarat di bibir Kayla, "nenek sudah berjanji akan memperlakukanmu dengan baik, jadi tidak perlu khawatir apapun," ucap Genta benar-benar membuat Keyla semakin kebingungan karena dia tidak mengerti apa alasan perempuan itu memaafkannya secara tiba-tiba dan akan memperlakukannya dengan baik.
Tetapi kemudian, dia tidak menolak saat Genta sudah menariknya untuk berdiri lalu pria itu pun membawanya keluar dari kamar.
Saat mereka keluar dari kamar, beberapa orang pelayan memperhatikan mereka dengan raut wajah terkejutnya, tetapi Genta tidak memperdulikan para pelayan itu dan hanya merangkul Kayla menuruni tangga menuju lantai 1.
__ADS_1
Keyla yang dirangkul kini merasa aneh, tetapi perempuan itu tidak mengatakan apapun dan hanya mengikuti Genta hingga mereka tiba di meja makan.
Saat itu, nyonya besar Ozon sudah duduk di sana sehingga membuat Kayla agak gugup sebab dia takut dia akan mengacaukan sarapan di pagi hari itu jika tiba-tiba saja perempuan itu menyiramnya dengan air atau melemparkannya dengan sendok atau apapun itu.
"Duduklah!" Tiba-tiba ucap nyonya besar Ozon dengan suara yang begitu ketus langsung membuat Keyla menatap ke arah perempuan itu.
Genta pun mengulurkan tangannya memegang bahu kiri dan menuntun perempuan itu duduk di kursi yang telah Ia tarikkan untuk Keyla.
Begitu duduk, Keyla tetap berada dalam perasaan tegangnya sampai ayah dan ibu angkatnya tiba di meja makan lalu mereka pun makan bersama-sama.
Sembari makan, Genta sesekali menaruh makanan ke piring Keyla sebab dia tahu perempuan itu takut mengambil makanan yang ada di meja karena Ini pertama kalinya Kayla bergabung makan di meja makan ketika nenek mereka bergabung di meja makan.
Nyonya besar Ozon yang melihat itu langsung mengerutkan keningnya, "kau ini!! Mengapa terus-menerus meletakkan makanan di piringnya? Dia punya kedua tangannya, dia bisa mengambilnya sendiri!!
"Kalau kau terus bersikap seperti itu padanya, bagaimana nanti kalau calon istrimu datang ke rumah ini?, Dia akan langsung berbalik meninggalkan rumah ini kalau dia melihatmu melayani perempuan itu di meja makan!!!" Bentak nyonya besar Ozon pada Genta.
__ADS_1