Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
80


__ADS_3

"keyla!!!" Teriak Nyonya Daraon saat ia menyambut Kayla yang datang ke rumahnya untuk makan siang.


"Ibu," kata Keyla menyambut sambutan perempuan itu lalu mereka berdua pun saling berpelukan sebelum memasuki rumah.


"Ibu senang kau datang kemari, padahal ibu tahu kedua orang tuamu pasti melarangmu untuk berhubungan lagi dengan kami setelah Rion membatalkan pertunangan kalian. Mesti begitu, kalau kau benar-benar mencintai Rion, Ibu masih bisa membujuk pria itu supaya dia bisa berubah pikiran, bahkan ibu akan bersikap tidak tahu malu untuk berbicara dengan keluargamu," ucap Nyonya Darson yang masih berharap bahwa Keyla akan menjadi menantunya sebab perempuan itu iyalah perempuan terbaik yang iya rasa akan cocok untuk menikah dengan putranya.


Tetapi Kayla menggelengkan kepalanya dengan pelan, "ibu, Rion melakukan semua itu pasti karena punya alasan, lagi pula tanpa menjadi menantu Ibu pun aku akan tetap menjadi anak ibu." Kata Kayla yang tentunya tidak mau memberi harapan pada perempuan yang ada bersama-sama dengannya, karena sebuah harapan bisa menjadi sebuah kehancuran jika tidak terletak pada tempat yang tepat.


"Baiklah, kalau itu yang kau pikirkan, Ibu tidak bisa memaksamu, tapi kau sudah berjanji pada ibu, meskipun kau tidak berhubungan dengan Rian, selamanya Kau akan menjadi Putri Ibu." Kata Nyonya Darson diangguki oleh Kayla hingga kedua perempuan itu pun duduk bersama-sama di sofa yang mana Di situ sudah ada Tuan Darson.

__ADS_1


"Selamat siang ayah," ucap Kayla Mengapa pria itu.


"Hm, kau datang lebih cepat, Apakah kau datang sendirian?" Tanya Tuan Darson.


"Ah, ya, aku datang sendirian," ucap Keyla.


"Ah, Kenapa tidak bareng-bareng saja dengan Rion supaya kau tidak lelah menyetir? Apakah pria itu tidak mau berangkat bersama-sama denganmu kemari?" Tanya tuan Darson yang mana pria itu juga masih mengharapkan Keyla menjadi menantunya sebab tentunya bekerja sama dengan keluarga Darson adalah sesuatu yang sangat baik karena keluarga itu memiliki jalan bisnis yang menjanjikan.


"Baiklah, tapi lain kali sebaiknya Kau tidak perlu buru-buru datang kemari, apalagi sampai menyetir sendirian, menyetir terlalu lama untuk perempuan itu juga tidak terlalu baik, pasti melelahkan untukmu," kata tuan Darson langsung diangguki oleh Kayla sehingga Ketiga orang itu pun berbincang-bincang sampai beberapa waktu pun sebuah mobil berhenti di depan rumah.

__ADS_1


Rion turun dari mobilnya, lalu pria itu memasuki rumah dan dia terkejut serta mengerutkan keningnya saat ia melihat ternyata Keyla ada di tempat itu.


"Ah, akhirnya kau datang juga, ayo langsung ke meja makan saja supaya kita bisa makan bersama-sama," ucap Nyonya darsa langsung membuat semua orang pun berjalan ke arah dapur dengan Rion yang memperhatikan Keyla.


Pria itu menyipitkan matanya sembari melangkahkan kakinya dan dia memikirkan tentang perempuan yang ada di depannya.


Bahkan ketika semua orang berbincang-bincang di meja makan, Rion tetap memperhatikan Keyla dan dia merasa aneh dengan sikap perempuan itu.


Apalagi, dia melihat ayah dan ibunya sangat akrab dengan Kayla sehingga membuatnya semakin curiga bahwa Keyla Mungkin sebenarnya merencanakan sesuatu.

__ADS_1


Setelah makan siang, Rion pun menatap orang tuanya sembari, berkata, "Kami pergi dulu, aku juga akan mengantar Keyla dan biarkan saja mobilnya tinggal di sini nanti biar aku menyuruh orang Untuk mengantarkan mobilnya ke apartemennya."


Keyla terkejut mendengar ucapan pria itu, Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan mengenai hanya mengikuti kemauan pria itu hingga Mereka pun masih bersama-sama masuk ke mobil Rion.


__ADS_2