Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
137


__ADS_3

Setelah cukup lama selesai mendengar suara 3 bayi kecil yang baru saja lahir, merek semua orang pun merasa senang saat Keyla bersama ketiga bayinya sudah keluar dari ruangan bersalin dan perempuan itu dipindahkan ke ruang rawat inap yang tak jauh dari tempat itu.


Keyla yang kelelahan kini tersenyum senang saat melihat semua anggota keluarga menyambut mereka, apalagi ketika dia melirik ke arah box bayi yang didorong oleh para perawat, di rasanya seperti terbang ke langit ketujuh melupakan kelelahan nya berjuang melahirkan ketiga bayi nya.


"Selamat sayang," kata Hera langsung mencium kening Keyla sebelum dia membantu mendorong ranjang perempuan itu.


"Selamat juga karena ibu sudah menjadi seorang nenek," ucap Keyla benar-benar membuat Hera mengukir sebuah senyum indah di wajahnya.


Sementara nyonya besar Ozon, Adam dan juga barto, masing-masing dari orang itu kini membantu suster untuk mendorong box bayi yang ada di sana sembari memperhatikan bayi mungil yang ada di dalam box tersebut.


Setelah tiba di kamar, nyonya besar Ozon tidak tahan untuk mengambil salah satu bayi dan menggendongnya dengan perasaan meluap-luap.


"Anak ke berapa yang sedang ku gendong?" Tanya nyonya besar Ozon sembari menatap Keyla yang terbaring di tempat tidur, karena saat itu Genta masuk ke kamar mandi.


"itu anak kedua, yang pakai piyama biru adalah anak pertama dan yang pakai piyama kuning adalah anak ketiga," jawab Keyla tanpa melunturkan senyuman di wajahnya.


"Ahh,, jadi anak kedua ini adalah perempuan??" Tanya nyonya besar Ozon yang bisa melihat bahwa bayi kecil yang sedang ia gendong sangatlah cantik, dan dipakaikan piyama berwarna pink.

__ADS_1


"Ahh, bukan, sebenarnya anak ketiga yang anak perempuan, tapi tadi Genta salah mengambil piyamanya," jawab Keyla.


"Hah,,, Memang seharusnya tadi ibu yang masuk ke ruangan menemanimu,," ucap Hera sembari tersenyum menatap bayi kecil yang digendong oleh nyonya besar ozon.


Sementara Barto yang ada di box bayi anak ke-3 pun ikut menatap ke arah Keyla sembari berkata, "bolehkah aku menggendong dia?"


Keyla mengangguk dengan pelan, "Tentu saja boleh, tapi apa kau tahu cara menggendong bayi?" Tanya Keyla langsung membuat Barto mengangguk dengan antusias.


"Tentu!!" Jawab pria itu hendak mengambil bayi kecil dari dalam box ketika Genta yang keluar dari kamar mandi langsung melototi pria itu.


Hoeeee...!!


Hoeeee...!!


Nyonya besar Ozon langsung melototi cucu pertamanya, "kau ini!! Kau tidak boleh berbicara sangat keras kalau berada di dekat anak-anak!!!" Kesal perempuan itu langsung membuat Genta tersadar, dan akhirnya dia tidak mengatakan apapun namun hanya memberi tatapan peringatan pada Barto agar tidak menyentuh satupun anaknya.


Hal itu membuat barto menjadi sedih, tetapi Hera yang ada di sana pun tersenyum mendekati bayi perempuan yang ada di box lalu menggendongnya dari dalam dan menatap Barto.

__ADS_1


"Duduklah di sofa biar aku membantumu menggendongnya," ucap Hera langsung membuat Barto bersemangat duduk di sofa dan dia pun diajari oleh Hera cara yang benar menggendong anak kecil.


Genta yang menatap itu benar-benar kesal, Tetapi dia tidak mengatakan apapun lagi dan hanya mengambil tisu lalu mengelap wajah istrinya yang tampak agak pucat.


"Kita harus berfoto dulu sebentar, Ayo berbaris dulu," ucap Adam yang ingin mengabadikan momen mereka sehingga pria itu pun mengeluarkan kamera yang sempat ia pesan dari asistennya agar dibawakan ke rumah sakit.


Maka Hera dengan cepat menghampiri anak pertama yang masih berada di box bayi dan dia pun menggendongnya.


Setelah memasang kameranya, maka semua orang berdiri di dekat ranjang Keyla lalu mengatur timer pada kamera.


Beep beep beep...


Semua orang tersenyum ke kamera komah tetapi Genta tidak terlalu memperdulikan kameranya dan dia hanya menatap istrinya serta melihat senyum perempuan itu sehingga dia pun tak tahan menundukkan kepalanya dan mencium kening Kayla.


Cekrek!!!!


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2