
Setelah menghabiskan waktu 3 hari di rumah sakit, Keyla Akhirnya bisa meninggalkan rumah sakit.
Genta pun tidak membawa perempuan itu ke apartemen sebelum ia membawa Keyla ke kediaman keluarga Ozon.
Dia juga baru berani membawa Keyla ke kediaman keluarga Ozon Setelah dia berkonsultasi dengan ibunya terutama menanyakan tentang sikap neneknya terhadap Keyla.
Begitu tiba di kediaman keluarga Ozon, mereka langsung disambut oleh Hera dengan penuh semangat.
"Selamat datang kembali di rumah sayang, ayo masuk," Kakak Hera dengan senyuman lebar di wajahnya karena merasa senang bahwa Keyla telah kembali dari rumah sakit.
Begitu masuk ke dalam rumah, Keyla melihat nyonya besar Ozon baru saja keluar dari dapur sembari membawa makanan di nampan.
Dia merasa cemas dengan perempuan itu hingga Dia sedikit mempererat genggamannya pada tangan Genta dan berusaha bersikap biasa-biasa saja seperti tidak ada kecemasan dalam hatinya.
"Kalian duduklah, ini cemilan yang nenek buat untuk kalian," ucap nyonya besar Ozon sembari mengatur makanan di atas meja.
Keyla yang melihat itu langsung duduk bersama-sama dengan Genta, lalu Genta mengambil cemilan di atas meja dan menyuap Keyla.
Keyla menerima suapan kue itu dengan genggaman tangan pada salah satu tangan Genta masih sangat erat sebab Dia masih merasa agak cemas.
Meski nyonya besar ozon sudah memperlakukannya dengan baik dengan mengirim makanan ke rumah sakit, tetapi bertemu langsung dengan nyonya besar Ozon membuatnya merasa gugup.
"Itu bagus untuk ibu hamil, habiskan semuanya," kata nyonya besar Ozon langsung membuat Keyla menghentikan kunyahannya pada makanan di mulutnya dan dia menatap perempuan itu dengan rasa tak percayanya.
__ADS_1
Nyonya besar Ozon benar-benar tersenyum padanya hingga membuatnya merasa bahwa apa yang ia alami saat itu hanyalah sebuah mimpi belaka.
"Sayang?" Tanya Genta menghapuskan lamunan Keyla hingga perempuan itu pun menatap Genta.
"Apakah kau merasa tidak enak?" Tanya Genta yang selama beberapa hari terakhir menjadi semakin ekstra hati-hati dan terus menanyakan perasaan Kayla.
Dia pun tidak pernah pergi bekerja, semua pekerjaan diberikan pada asistennya demi bisa menjaga Keyla yang sedang hamil.
"Ya, aku baik-baik saja," jawab Keyla.
"Baguslah," ucap Genta kembali menyuap perempuan itu.
"Setelah makan cemilannya, pergilah ke kamar dan beristirahat, ibu hamil perlu lebih banyak beristirahat apalagi dengan keadaanmu yang saat ini." Ucap nyonya besar Ozon langsung diangguki oleh Kayla.
Begitu tiba di kamar, Keyla langsung memeluk Genta dan mendongak menatap pria yang juga menatapnya.
"Aku sangat senang, kau lihat sikap nenek tadi?" Tanya Keyla pada Genta dengan sebuah senyuman lebar terukir di wajah Keyla.
"Ya," jawab Genta sembari mencubit pelan pipi keyla, "nenek sudah benar-benar menerima mu, dia bahkan menyambut kita dengan membuat banyak cemilan. Dia bahkan berhati-hati dengan bahan dari cemilan-cemilan itu agar tidak membuatmu mual," kata Genta.
"Ya,, aku sangat terharu," ucap ucap Keyla menyandarkan kepalanya di dada Genta. Dia sangat senang!
Genta mengusap kepala perempuan itu selama beberapa saat sebelum dia melepaskan pelukannya dengan Kayla dan menuntun perempuan itu untuk beristirahat di tempat tidur.
__ADS_1
Setelah Keyla tertidur, meninggalkan perempuan itu dan dia keluar dari kamar untuk mendapatkan air putih yang akan ia bawa ke kamar Keyla.
Ia yang sedang menuruni tangga langsung menghentikan langkahnya ketika tiba-tiba saja suara ibunya terdengar memanggil namanya.
"Genta," ucap Hera terburu-buru menghampiri putranya.
"Ada apa Bu?" Tanya Genta.
"Apakah Keyla sudah tidur? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Hera yang merasa khawatir pada Keyla.
"Ah, ya, dia sudah tidur, Aku mau mengambil air putih untuknya," jawab Genta.
"Baguslah, kalau begitu Ibu sudah bisa tidur dengan tenang," ucap Hera langsung meninggalkan putranya untuk pergi ke kamarnya.
Sementara Genta, dia terus turun ke dapur dan mendapatkan air putih untuk Keyla sebelum dia kembali ke kamar.
Begitu membuka pintu kamar, didapatinya Keyla sudah terduduk di atas ranjang sembari memandanginya.
"Kau bangun lagi," ucap Genta segera menaruh air putih di atas meja lalu menghampiri perempuan yang duduk di atas kasur.
"Ada apa? Apakah ada yang tidak nyaman?" Tanya Genta.
Keyla menggelengkan kepalanya dengan pelan, "tidak, aku hanya terbangun saja dan terkejut karena kau tidak ada di sini," jawab Keyla langsung memeluk Genta dan menyandarkan kepalanya di dada pria itu.
__ADS_1
Genta pun membalas pelukan Kayla sembari menciumi puncak kepala Keyla, "Jangan khawatir, aku tidak pergi kemana-mana," ucap Genta.