
Keyla mengangkat wajahnya menatap Genta, "Apa katamu?" Tanya perempuan itu yang belum siap untuk bertemu dengan ayah dan ibunya, sebab selama dia di rumah sakit, dia merahasiakan masalah itu agar tidak membuat keluarganya khawatir.
💚💚💚
Genta yang melihat keterkejutan perempuan di depannya langsung mengusap sisa-sisa Air mata Di pipi perempuan itu.
"Aku sudah pernah bilang padamu kalau aku akan menyelesaikan semuanya dan kau hanya perlu menunggu. Mereka sudah mengetahui semuanya, tapi mereka tidak akan marah," kata Genta benar-benar membuat Kayla terdiam di tempatnya dengan ketakutan melanda seluruh tubuh dan hatinya.
Tidak akan marah?
Dia tidak percaya bahwa kedua orang tua angkatnya tidak akan marah, apalagi nenek angkatnya, mereka pasti tidak akan menerima keadaannya.
Melihat reaksi Keyla, maka Genta memindahkan tangannya dari pipi perempuan itu dan memegang tangan Keyla yang terasa berkeringat dan dingin.
__ADS_1
"Kau bilang kau mencintaiku? Kalau begitu, kau tidak mau kan kalau aku menikah dengan perempuan lain?" Tanya Genta sembari menatap dalam mata Kayla.
Keyla yang mendengarkan itu segera merasakan air matanya berkumpul di kelopak matanya, tetapi ketika dia mengingat Bagaimana pria itu akan bersama-sama dengan perempuan lain maka dia langsung menggelengkan kepalanya dan air mata yang terkumpul di kelopak matanya segera meluncur di pipinya sampai ke dagu.
"Tidak,,, tapi,,," nafas Keyla menjadi sesak, dia tidak mau melihat pria itu bersama-sama dengan perempuan lain, Tetapi dia juga tidak bisa melukai hati kedua orang tua angkatnya.
Genta kembali memeluk perempuan itu dan sembari memejamkan matanya, Genta kemudian berkata, "tidak ada tapi-tapian, kalau kau masih ragu tentang hal itu, maka aku benar-benar akan mengambil seorang perempuan lain untuk menjadi istriku. Ini kesempatan terakhirmu dan tawaran terakhir dariku."
Keyla yang mendengarkan itu memegang erat pakaian Genta, dia hendak berbicara ketika tiba-tiba saja pintu ruangan diketuk oleh seseorang.
Keyla menganggukkan kepalanya lalu dia berusaha menenangkan dirinya selagi kita berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu kamar yang memang tadi dikunci oleh Genta.
Clek!
__ADS_1
Saat pintu dibuka, Genta sangat terkejut bahwasanya yang datang ternyata adalah kedua orang tuanya.
Hera bahkan tidak permisi-permisi lagi pada putranya, perempuan itu segera menerobos masuk ke dalam kamar dan menemui Keyla yang tampak terkejut melihat kedatangannya.
"Sayang,,," kata perempuan itu segera memperhatikan Keyla dari ujung kaki sampai ujung kepala dan tatapannya terhenti pada perut Keyla sebelum perempuan itu memeluk Keyla.
Keyla sangat terkejut dengan pelukan Itu, sebab dia sudah berpikir bahwa perempuan itu akan datang memarahinya setelah apa yang ia lakukan bersama-sama dengan Genta, tapi Siapa yang menyangka perempuan itu malah terlihat senang melihatnya.
Bahkan ketika ia berpelukan dengan Hera, perempuan itu menatap ke ayah angkatnya dan sebuah senyum terukir di wajah pria itu hingga membuat Kayla semakin kebingungan.
"Ayah duduklah," ucap Genta memberikan kursi pada ayahnya tetapi pria itu tidak duduk di kursinya dan hanya menatap ke arah Keyla dan Hera yang telah melepaskan pelukan mereka.
Pria itu langsung menghampiri Kayla dan memeluk anak angkatnya, "selamat sayang,,, semoga kau menjadi Ibu yang bisa membahagiakan anak-anakmu nanti." Ucap pria itu langsung membuat Kayla mengerutkan keningnya, Tetapi dia belum mengatakan apapun dan hanya menahan rasa harunya karena kedua orang tuanya bahkan tidak memarahinya.
__ADS_1
Setelah Keyla dan Adam berpelukan, maka Hera pun memegang kedua tangan putrinya.
"Sayang,,, Ibu dengar kau sedang mengandung cucu kami? Selamat ya sayang, meski Ibu agak kecewa karena kau tidak mengatakannya dari awal sehingga Ibu bisa menemanimu di rumah sakit, tapi mulai sekarang ibu akan menemanimu dalam proses penyembuhanmu. Ibu tidak sabar menimang seorang cucu darimu!!!" Kata perempuan itu dengan sebuah senyuman bahagia di wajahnya hingga membuat Kayla tak mampu berkata apa-apa.