
Setelah cukup lama menunggui Keyla yang terbaring di ranjang, ponsel aleksi tiba-tiba saja berdering.
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Pria itu dengan cepat melihat ponselnya lalu dia pun mengangkat panggilan telepon itu, "halo?" Kata Alexi pada pria di seberang telepon.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya sang pria dari seberang telepon.
"Ah,, itu,, dia masih terlelap, dia sudah ditangani oleh dokter, tapi itu,, beberapa waktu yang lalu aku berbicara dengan dokter, dan itu,, Keyla sedang hamil," kata Alexi sembari menggigit bibir bawahnya menatap ke arah Keyla yang masih tertidur dengan pulas.
"Hamil?" Tanya sang pria dari seberang telepon memastikan pendengarannya.
"Ya, Dia sedang hamil, dan Dokter bilang bahwa keadaannya sekarang cukup mengkhawatirkan, Sebab Dia mengalami stres yang luar biasa dan juga,, keadaan tubuhnya sangatlah lemah sehingga sangat mengancam kehamilannya," jawab Alexi menyampaikan apa yang ia dengarkan dari dokter.
"Baiklah, jaga dia dengan baik," kata Sang pria dari seberang telepon diikuti tangga nada panggilan telepon yang kemudian diputuskan.
__ADS_1
Tit tut tut....
Alexi sekali lagi menatap layar ponselnya dengan perasaan aneh terhadap pria itu, namun dia hanya bisa menghela nafas sembari menyimpan ponselnya.
Beberapa saat kemudian, seorang perawat menghampiri mereka lalu perawat itu membawa Keyla menuju ruangan rawat inap.
"Itu sus,,, saya belum mengurus administrasinya," kata Alexi yang mana saat itu dia belum melakukan apa-apa untuk mengurus biaya pengobatan perempuan itu di rumah sakit.
"Ah,, kau tidak perlu khawatir masalah itu, semuanya sudah ditangani, jadi dia hanya perlu melakukan pemulihan saja," jawab sang perawat sembari terus mendorong brankar tempat Keyla berbaring.
Keyla kemudian didorong ke dalam sebuah ruangan via VIP membuat Alexi tidak mampu berkata-kata lagi bahwa perempuan itu memang berasal dari keluarga yang kaya raya.
Setelah Keyla berada di dalam ruang rawat inap VVIP, maka sang perawat yang ada di sana mengecek keadaan perempuan itu sebelum dia berjalan ke arah sofa dan duduk di sana sembari menyalakan tv.
Alexi yang melihat itu langsung menghampiri sang perawat, "itu, tapi kenapa anda tetap di sini?" Tanya Alexi yang merasa heran dengan perawat itu, seharusnya perawat itu telah pergi karena sudah menyelesaikan tugasnya.
Tapi Kenapa masih tinggal lagi di tempat itu dan bahkan dengan begitu lancarnya menyalakan tv di ruangan tersebut.
__ADS_1
Sang perawat menatap pria di depannya, lalu dia duduk sembari menyilangkan kakinya, "kita berdua sama, sama-sama dibayar untuk melayani perempuan itu, Jadi kau tidak perlu banyak bicara," kata perempuan itu dengan nada suara yang datar.
Alexis segera menganggukkan kepalanya, "ah, begitu," kata pria itu akhirnya berdiri dan dia pergi ke toilet meninggalkan sang perawat.
Alexi dan perawat yang bersama-sama dengannya menunggu selama beberapa jam sampai akhirnya Keyla sadarkan diri lalu kedua orang itu segera menghampiri Kayla.
"Bagaimana perasaanmu? Apakah ada yang tidak enak?" Tanya Alexi.
Keyla yang membuka matanya menata pria yang berdiri di sampingnya dan juga menatap perawat yang ada di samping Alexi lalu perempuan itu mengganggukan kepalanya dengan pelan.
"Kalau kau butuh sesuatu, Jangan lupa untuk menyatakannya padaku," ucap Alexi mengingatkan Keyla.
Sekali lagi, Keyla hanya mengganggukan kepalanya tanpa mengatakan apapun, dan saat itu pikirannya benar-benar kacau sehingga rasa sakit pada tubuhnya juga telah di abaikan oleh perempuan itu.
makasih masukannya. udh kebiasaan soalnya, jadi kalo mau ngubah gaya menulis mesti pelan2, gak bisa langsung jleb,,, begitu ya. semoga dipahami. 🍀
__ADS_1