Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
121


__ADS_3

Setelah 1 minggu berada di kediaman keluarga Ozon, Keyla sudah banyak membuat semua orang kerepotan, banyak hal-hal yang diinginkan oleh perempuan itu yang tak bisa mereka penuhi sehingga membuat Kayla sering kali menangis.


Saat ini, Keyla sedang duduk di pinggir kolam renang dengan Genta yang menemaninya.


Perempuan itu menggoyang-goyangkan kakinya yang terendam di di dalam air kolam sembari bersandar ke bahu Genta.


"Aku mau minum es kelapa muda," ucap Kayla langsung membuat salah seorang pelayan yang berdiri di belakang kedua orang itu segera berlari masuk ke dalam rumah.


Pelayan itu dengan cepat menghampiri Hera dan nyonya besar Ozon yang saat itu sedang merangkai bunga di ruang keluarga.


"Nona Muda menginginkan es kelapa muda," ucap pelayan itu langsung membuat kedua orang yang ada di sana segera berlari ke dapur dan membuat es kelapa muda untuk Keyla.


"Ibu hamil suka es kelapa muda yang banyak jeruknya," kata Nyonya besar Ozon langsung mengiris satu buah jeruk utuh untuk dimasukkan ke dalam es kelapa mudanya.


"Hamilnya Keyla sangat merepotkan, sepertinya ketika cucu Ibu nanti setelah lahir, akan lebih merepotkan daripada saat ini," ucap Hera sembari tersenyum mengerut kelapa muda yang ada di tangannya.


"Ahh,,, Aku tidak sabar menunggu kelahiran cucuku, akan bagus kalau mereka kembar," kata nyonya besar Ozon.

__ADS_1


"Ya, rumah kita akan jadi sangat ramai," sambung hera.


Setelah kedua orang itu selesai membuat es kelapa muda, maka Hera pun membawa es kelapa muda buatannya kedua perempuan itu dan memberikannya pada Keyla.


"Makasih Bu," ucap Keyla segera menyeruput es kelapa muda itu dan sebuah senyuman langsung terukir di bibirnya.


"Apalagi yang kau inginkan?" Tanya Genta pada Keyla setelah perempuan itu selesai menyeruput es kelapa mudanya.


"Tidak, sekarang Aku mengantuk," kata Keyla segera menarik kakinya dari dalam kolam lalu perempuan itu pun meninggalkan kolam diantar oleh Genta.


Hanya ketika perempuan itu tidur baru mereka merasa tenang karena tidak ada lagi hal-hal aneh yang diminta oleh Kayla sehingga Hera dengan cepat kembali menghampiri Ibu mertuanya lalu mereka melanjutkan kegiatan mereka merangkai bunga.


Tak lupa pula Genta menciumnya perut perempuan itu sebelum mencium bibir dan kening Kayla.


"Sehat-sehat bersama anak kita," kata Genta kembali mendaratkan sebuah ciuman di pipi Kayla sebelum dia keluar dari kamar.


Pria itu turun lagi ke lantai bawah, hingga membuat Hera dan nyonya besar Ozon menatapnya dengan kening berkerut.

__ADS_1


"Kenapa kau meninggalkannya?" Tanya nyonya besar Ozon yang merasa cemas Jika saja Keyla mungkin akan terbangun dan terkejut kalau dia sendirian berada di kamar.


"Tidak apa-apa, dia biasanya tidur sangat lama di siang hari," jawab Genta sembari berjalan keluar rumah, Sebab Dia hendak pergi ke taman mengecek sendiri pembangunan rumah kaca yang sudah setengah jadi.


Begitu tiba di taman, Genta langsung dihampiri oleh seorang pria yang bertugas mengawasi dan memastikan pembangunan rumah kaca berjalan dengan lancar.


"Tuan muda," kata pria itu sembari menyerahkan helm putih pada Genta.


Genta Mengambil helm tersebut dan memakainya, lalu dia memperhatikan rumah kaca yang sudah setengah jadi di depannya.


"Berapa hari lagi baru selesai?" Tanya Genta.


"Satu minggu lagi, Setelah itu kami akan mulai memasang tanamannya sekitar 3 hari dan sudah siap untuk dekorasi tambahannya," jawab sang pria yang berdiri di samping Genta.


"Buat menjadi 5 hari, aku ingin dalam satu minggu proyek ini sudah selesai sampai ke tahap akhir!!!" Tegas Genta.


Sang pria yang ada di sana mempererat genggamannya pada buku yang ia pegang, setelah beberapa detik, pria itu pun berkata, "itu agak mustahil, karena--"

__ADS_1


"Aku akan membayarmu lebih!" Sela Genta.


"Baik Tuan, akan saya usahakan kurang dari 5 hari," jawab pria itu langsung membuat Genta menjadi puas lalu dia pun pergi meninggalkan tempat itu Sebab Dia juga agak cemas meninggalkan Kayla terlalu lama.


__ADS_2