Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
68


__ADS_3

Melihat rumah sakit sudah semakin berada di belakang mobil mereka, maka Keyla hanya bisa menghela nafas lalu perempuan itu tidak berusaha lagi untuk merontah, namun dia dengan patuh duduk di pangkuan Genta.


Meski begitu, Keyla tidak mengatakan apapun hingga membuat Genta semakin kesal pada perempuan itu sebab keinginan pria itu bahwa Keyla akan menjelaskan apa yang terjadi.


Oleh sebab itu, Genta kembali mengulurkan tangannya memegang dagu Keyla lalu memaksa perempuan itu menatapnya.


"Jelaskan padaku, Kenapa kau pergi?!!" Tegas Genta sembari menatap mata Keyla dan terlihat bahwa air mata segera menggumpal di kelopak mata perempuan itu.


Genta juga bisa merasakan nafas perempuan itu menjadi sesak dan tangan perempuan itu terkepal kuat menandakan bahwa perempuan itu sedang marah terhadapnya.


"Kenapa? Kau tidak bisa menjelaskan dan sekarang kau bersikap seolah-olah akulah yang menyakitimu karena menjemputmu dari desa itu?" Tanya Genta sembari menahan amarahnya terhadap perempuan di depannya.

__ADS_1


Tidak sampai 24 jam perempuan itu menghilang, tetapi itu sudah membuatnya berada dalam ketakutan yang luar biasa jika dia tidak menemukan perempuan itu, namun sekarang Setelah dia menemukannya, perempuan itu malah tampak menyalahkannya???


"Kau,," Keyla meneteskan air matanya menatap pria yang juga sedang menatapnya, "kau benar-benar tidak tahu alasan aku pergi? Bahkan sekarang aku merasa ingin mati saja ketimbang hidup dalam masalah ini! Kalau aku mati, kalau aku mati, maka semua masalah akan selesai dan kalian hanya akan bersedih sebentar saja! Tapi,, jika aku di sini,, aku,, aku,, hiks,, hikss hiks,," Keyla menangis dengan sangat keras bahkan sampai perempuan itu kesulitan mengatur nafasnya.


Hal itu benar-benar membuat Genta tidak mengerti dengan perempuan itu, namun begitu, dia akhirnya melepaskan jepitannya pada dagu perempuan itu dan memeluk Keyla dengan erat.


Pria itu pun hanya terdiam mendengarkan isakan keyla dan meski dia tidak mengerti mengapa perempuan itu bersikap seperti itu, namun dia membiarkan perempuan itu mengotori pakaiannya dengan air mata.


"Hiks,, hiks,, hiks,," Keyla terus menangis, tetapi meski dia menangis dia tidak berusaha mengucapkan sepatah katapun, dia hanya membiarkan dirinya menangis diperlukan pria itu sampai akhirnya mobil berhenti di parkiran apartemennya.


Tetapi Keyla terus menangis sampai beberapa menit kemudian ponsel Genta berdering.

__ADS_1


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Genta segera mengambil ponsel dari saku jasnya lalu pria itu melihat bahwa yang meneleponnya adalah ibunya.


"Ibu menelpon, bisakah kau berbicara dengannya dengan tenang?" Ucap Genta akhirnya membuat Keyla menghentikan tangisannya dan perempuan itu menyeka air matanya sembari menatap layar ponsel Genta.


Tetapi meski sudah berhenti menangis, perempuan itu masih saja sesegukan hingga membuat Genta akhirnya mereject panggilan telepon itu.


"Ayo naik, Kau butuh istirahat," kata Genta sembari membuka pintu mobil lalu membawa perempuan itu keluar.

__ADS_1


Ketika Keyla sudah menampakkan kakinya di lantai, ia kemudian dengan pikiran melayang-layang melangkahkan kakinya menuju lift dengan Genta yang mengikut di belakangnya.


Air matanya masih terus berderai dan tangannya berusaha menghapus air mata yang ada di pipinya meski setelah dihapus air matanya kembali lagi runtuh di pipinya hingga membuat tangan perempuan itu menjadi sangat basah.


__ADS_2