Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
23


__ADS_3

Cup cup cup...


Ciuman di atas tubuh Citata membuat perempuan yang masih sangat mengantuk itu harus membuka matanya dan melihat terion yang sudah bergerilya seperti singa lapar yang ingin menerkam seluruh tubuh Citata.


Perempuan itu merasakan basah dari setiap ciuman Rion hingga dengan cepat perempuan itu juga hanyut dalam permainan Rion sampai Mereka kemudian saling beradu satu sama lain di atas ranjang king size di apartemen Citata.


Satu jam kemudian, keduanya tumbang dengan nafas tersengal dan Citata menatap ke arah jendela di mana matahari sudah sangat tinggi menandakan bahwa pagi sudah tiba dan waktu untuk berpisah dengan pria itu kini telah tiba.


Dengan nafas yang masih tersegal, Citata kemudian memeluk erat Rion sembari berkata, "Apa kau mau pergi bekerja?"


Rion yang mendengarkan pertanyaan itu menganggukkan kepalanya, "hm," jawab Rion sembari mendaratkan sebuah ciuman di bibir citatap lalu pria itu kemudian duduk untuk turun dari tempat tidur.


Tetapi, pria itu menghentikan gerakannya ketika tiba-tiba saja perempuan yang selalu menemani malamnya kini memeluknya dari belakang sembari berkata, "kau berkata padaku bahwa akan menjadikanku satu-satunya perempuan dalam hidupmu, Tapi bagaimana kalau seandainya orang tuamu menginginkanmu untuk menikah dengan seorang perempuan?"


Pertanyaan itu langsung membuat Rion teringat akan Keyla dan pria itu menjadi sangat kesal memikirkan masalah itu, tetapi sebab Dia tidak ingin Citata mengetahui tentang pernikahan itu, maka Rion kemudian berbalik menarik perempuan itu ke atas pangkuannya.


"Jangan berpikir macam-macam, Bukankah sekarang aku masih bersama-sama denganmu?" Ucap Rion sembari mengangkat sebelah alisnya lalu menundukkan kepalanya mencium bibir perempuan itu sebelum mengangkat perempuan itu ke dalam kamar mandi.


Begitu duduk di dalam bath up, pria itu kembali berkata, "Hari ini aku ada rapat penting, jadi aku harus cepat-cepat ke kantor. Ahh,, aku memiliki sebuah hadiah untukmu, periksalah saku jas yang kemarin ku pakai."

__ADS_1


Setelah berbicara, Rion kemudian berdiri lalu pria itu mandi dibawa shower dan meninggalkan Citata yang masih berada di dalam bath up memandangi punggung pria yang menjauh darinya.


Citata menggertakkan giginya, ia benar-benar marah, cemburu dan kesal atas apa yang terjadi.


Pria itu tidak mau mengakui tentang perjodohannya dengan Keyla, dan bahkan pria itu malah melakukan sesuatu untuk membuatnya tidak merasa kesal hingga membuat Citata memukul-mukul dinding bath up tempat ia berada.


Tetapi, beberapa saat kemudian perempuan itu cepat-cepat mandi lalu dia keluar dan mendapati bahwa pria yang selalu bersamanya sudah selesai berganti pakaian.


"Kemarilah dan sarapan," ucap Citata yang saat itu memakai jubah mandi dengan handuk di kepalanya sembari Dia berjalan ke arah meja makan lalu mengeluarkan roti dan selai untuk sarapan mereka.


"Aku bisa sarapan sendiri, pergilah ganti pakaianmu, nanti kau kedinginan," ucap Rion yang merasa khawatir dengan kesehatan perempuan itu.


Rion yang melihat itu masih bisa mengetahui bahwa perempuan itu berada dalam suasana hati yang buruk dan entah apa sebabnya? Rion sama sekali tidak dapat menebaknya sehingga dia hanya bisa menunggumu mood perempuan itu membaik.


"Kalau kau sudah selesai sarapan, tidak perlu membereskannya, biar aku yang melakukannya nanti," ucap Citata Setelah dia selesai menuangkan air untuk pria itu lalu dia berlalu ke ruang ganti dan memakai pakaiannya.


Sembari memakai pakaiannya, Citata berusaha berpikir bagaimana caranya dia bisa membuat pernikahan Rion dan Keyla berantakan ketika dia menyadari bahwa Keyla bukanlah perempuan yang dengan mudah untuk disingkirkan.


'Pokoknya aku harus melakukan sesuatu, tapi apa yang bisa kulakukan ketika aku tidak memiliki apapun? Atau,,, ' Citata menyipitkan matanya sembari mengingat sesuatu sebelum dia kemudian tersenyum dan cepat-cepat memakai pakaiannya lalu pergi ke meja rias.

__ADS_1


Cup!


Sebuah ciuman yang berasal dari Rion membuat perempuan itu menatap ke arah Lion yang kini berjalan keluar dari apartemen untuk pergi bekerja.


'Benar, aku harus menggunakan trik yang sempurna untuk membuat perempuan itu sendirilah yang akan membatalkan pernikahannya dengan Rion!' ucap Citata dalam hati sembari berbalik mengambil hair dryer dan mengeringkan rambutnya yang basah.


Memikirkan bahwa dia memiliki sebuah ide yang cemerlang, maka perempuan itu kini berada dalam suasana hati yang baik lalu setelah selesai bersiap-siap, Dia kemudian mengambil jas yang kemarin dikenakan oleh Rion lalu memeriksa sakunya.


Dia sangat terkejut ketika mendapati bahwa ada dua undangan yang diletakkan dalam saku jas tersebut, undangan untuk menghadiri sebuah peragaan busana merk brand ternama.


'tapi kenapa dia memberiku dua undangan?' ucap perempuan itu sembari memeriksa lagi saku jasnya Jika saja ada catatan yang tertinggal, tetapi karena dia tidak menemukan apapun maka perempuan itu mengambil ponselnya untuk menghubungi pria yang telah memberikannya undangan.


Baru saja dia membuka ponselnya, perempuan itu mengerutkan keningnya ketika dia melihat bahwa ternyata ada sebuah pesan yang berasal dari Rion yang masuk beberapa menit yang lalu.


*Ajak seorang temanmu untuk pergi ke acara itu, Dan jangan lupa untuk bersenang-senang.*


Pesan itu langsung membuat Citata mengerutkan keningnya, sebab pria itu sendiri tahu bahwa dia sama sekali tidak memiliki seorang teman karena sejak dia berhubungan dengan Rion, dia sudah memutuskan seluruh hubungan pertemanannya sebab Dia tidak ingin ada sebuah gosip yang membuatnya hidup tidak tenang karena digosipkan menjadi sugar baby seorang pria kaya raya.


Tetapi setelah berpikir beberapa saat tentang tiket yang ada di tangannya, maka Citata akhirnya menyimpan tiket itu ke dalam tasnya Lalu dia pergi meninggalkan apartemen dengan sebuah rencana di otaknya, yaitu menemui Keyla.

__ADS_1


__ADS_2