
Keyla segera tiba di rumah temannya, dan perempuan itu pun memilih menginap di sana selama semalam sebelum pada pagi harinya Dia meminta bantuan temannya untuk mencarikan Dia mobil yang bisa membantunya pergi dari tempat itu dan memastikan keamanannya bahwa tidak akan ada yang mengetahuinya.
Setelah menemukan sebuah mobil, maka Keyla menaiki mobil itu bersama-sama dengan barang-barangnya, lalu dia pun meninggalkan rumah temannya menuju sebuah desa kecil yang pernah ia datangi.
Namun alamatnya tidak diberitahukan pada temannya sebab Dia cemas bahwa temannya mungkin akan didatangi oleh Genta hingga temanya mungkin akan mengatakan tentang alamatnya.
Setelah perjalanan selama 2 jam, akhirnya perempuan itu tiba di sebuah jalan setapak, lalu dia kemudian turun dari mobil dengan sang supir yang membantunya menurunkan dua koper besar dan satu tas besar bersama dengan satu tas kecil.
Keyla pun membayar ongkos mobilnya, lalu mobil itu pergi meninggalkannya, sementara Keyla berdiri di jalan setapak melihat ke arah jalanan yang akan ia lalui.
Tetapi perempuan itu kini keheranan. Bagaimana caranya dia akan membawa semua barang-barangnya yang begitu banyak? Keyla pun menghela nafas dengan berat.
__ADS_1
Dia tidak pernah memikirkan bahwa akan ada hal merepotkan seperti ini ketika dia membawa banyak barang.
"Apa yang harus kulakukan?" Ucap Keyla sembari memandangi tempat di mana dia berada bahwa tempat itu amatlah sepi, hanya ada ladang jagung dan kelapa sawit serta buah naga.
Tidak ada satupun orang yang dilihatnya di tempat itu hingga Keyla memilih membawa barang-barangnya ke sebuah tempat yang lebih teduh yang terletak tak jauh darinya.
Setelah memindahkan semua barang-barangnya, Keyla pun duduk di atas salah satu koper besar miliknya lalu melihat-lihat Jika saja ada orang yang lewat dan bisa membantunya untuk mengangkat barang-barangnya.
Tetapi setelah cukup lama menunggu dan hari sudah mulai petang, maka perempuan itu memutuskan meninggalkan barang-barangnya di sana tanpa lupa di samarkan dengan menutupinya menggunakan semak-semak yang ia temukan di sekitar tempat ia berdiri.
'Ini keputusan yang tepat, ini tempat terbaik untuk menyembunyikan diri,' ucap Keyla dalam hati sembari terus melangkahkan kakinya hingga setelah 1 jam perjalanan perempuan itu akhirnya melihat seorang pria yang sedang menanam jagung.
__ADS_1
"Permisi!" Ucap Keyla pada pria tersebut hingga membuat sang pria menghentikan gerakannya lalu pria yang ada di tengah-tengah ladang jagung itu segera berlari ke arah tepi menghampiri Keyla yang berbicara dengannya.
Pria paruh baya itu memperhatikan penampilan Keyla, dan dia bisa menebak bahwa perempuan itu berasal dari kota, sehingga dia berkata, "Ada yang bisa di bantu?"
Keyla tersenyum dengan keramahan orang desa, "saya adalah cucu Ny. Astella." Ucap Keyla langsung membuat sang pria lebih memperhatikan wajah Keyla.
"Benarkah? Kau cucu nyonya astella yang bernama nari?" Tanya pria itu sembari mengelap tangannya ke bajunya lalu dia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan perempuan di depannya.
Setelah berjabat tangan, sang pria kemudian berkata, "Aku adalah tetangga nonya astella, Bagaimana kalau aku mengantarmu ke sana?"
Keyla dengan cepat menganggukkan kepalanya, "ya, tolong," ucap Kaeya langsung membuat sang pria kembali mengambil barang-barangnya yang ada di ladang lalu pria itu pun pergi mengantar Keyla ke rumah nyonya astella.
__ADS_1
Dalam perjalanan, sang pria kemudian berkata, "jadi kamu adalah cucu nyonya astella yang selalu ia ceritakan berasal dari kota?"
"Ya," jawab Keyla meski Sebenarnya dia bukanlah cucu yang itu, sebab cucu perempuan itu sebenarnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu namun ketika Nyonya astella datang berkunjung ke kota, Keyla berbohong pada perempuan itu bahwa dialah cucu dari wanita paruh baya itu.