
Cup!
Citata tersenyum saat sebuah ciuman di daratkan oleh Rion di bibirnya, lalu perempuan itu pun membuka pintu mobil dan keluar dari mobil milik kekasihnya dan memasuki restoran tempat ia dan Kayla berjanjian untuk bertemu.
Saat membuka pintu restoran, Citata sangat terkejut ketika di salah satu sudut ruangan dia melihat ibu Rion yang saat itu sedang duduk bersama dengan teman-teman mereka.
Meski Citata yakin bahwa Nyonya Darson baru mengetahui tentang hubungannya dengan anak dari perempuan itu, tetapi dia merasa tetap canggung harus bertemu dengan perempuan itu.
Apalagi sekarang, dia dan Rion belum memutuskan untuk membuat aplikasikan hubungan mereka sehingga perempuan itu tidak ingin membuat kekacauan dalam keluarga Darson.
Jadi, Dia memutuskan untuk menghubungi Keyla agar mengganti tempat pertemuan mereka, tetapi saat ia mengambil ponselnya untuk menghubungi perempuan itu, Keyla sudah membuka pintu restoran.
"Hei,, Apa kau sudah lama di sini?" Tanya Keyla menghampiri Citata langsung membuat Citata menurunkan ponselnya lalu menatap perempuan itu.
__ADS_1
Chitata langsung menatap Keyla dan berkata, "itu, Bagaimana kalau kita pindah--"
"Keyla!!!" Teriak salah seorang dari belakang Citata langsung membuat Citata menegang di tempatnya.
"Juli!!!" Ucap Keyla yang terkejut melihat bahwa temannya ternyata ada di restoran itu hingga dia pun menghampiri temannya dan berpelukan dengan Juli.
"Citata, kenalkan ini Juli, Dia temanku sewaktu kuliah," ucap Keyla yang tidak ingin mengabaikan Citata hingga Citata dan Juli pun akhirnya berkenalan dengan Citata yang sesekali melirik ke arah para perempuan-perempuan yang sedang berbincang.
Tetapi sayang sekali bahwa saat itu Nyonya Darson telah melihat Keyla sehingga perempuan itu berniat untuk menghampirinya meskipun dia masih belum bisa meninggalkan acara perbincangannya dengan teman-temannya.
Sementara Juli yang berbincang dengan dua orang di depannya, Dia kemudian membiarkan kedua perempuan itu untuk duduk, sementara dia pergi ke belakang Sebab Dia adalah chef di restoran tersebut.
"Apakah kita duduk di sana?" Tanya Keyla menunjuk sebuah bangku, sebab restoran itu luas dan dia tidak memperhatikan semua orang yang ada di sana sehingga dia hanya menunjuk secara acak saja.
__ADS_1
Tetapi Citata, dia benar-benar ingin pergi dari restoran itu, namun ketika dia mengingat bahwa teman Keyla ada di tempat itu maka dia tidak enak untuk mengatakannya sehingga dia hanya berkata, "Bagaimana kalau kita duduk di sana saja? Sepertinya tempat di sana lebih nyaman."
"Ah, ya," kata Keyla kemudian kedua perempuan itu berjalan ke sebuah tempat duduk yang agak memojok dan sepi.
Begitu duduk, Keyla tersenyum pada perempuan di depannya, "di sini nyaman, tidak banyak yang duduk di sini," ucap Keyla.
"Iya," ucap Citata sembari melemparkan senyum ke arah Keyla meski saat itu dia juga merasa agak gugup memikirkan tentang Nyonya Darson yang ada di tempat itu.
Meski begitu, perempuan itu berusaha bersikap santai dan dia berbincang-bincang dengan Keyla seperti tidak terjadi apapun.
Bahkan ketika Juli datang secara pribadi menyediakan makanan bagi mereka, dia tetap bersikap tenang meski sesekali dia melirik ke arah para perempuan sosialita yang sedang berkumpul satu sama lain.
'Aku harap ibunya Rion tidak datang kemari,' ucap Citata dalam hati yang saat itu belum siap untuk menghadapi Nyonya Darson.
__ADS_1