
Setelah Genta tiba di kamar, dia melihat Keyla sedang memainkan ponselnya di sofa hingga pria itu pun meletakkan cemilan-cemilan di depan Kayla dan membukakan cemilan yang dikatakan Hera disukai oleh perempuan itu.
"Makanlah ini dulu, Aku akan kembali ke bawah mendapatkan susu untukmu," ucap Genta segera dianggap oleh Keyla lalu membiarkan pria itu meninggalkan kamar.
Keyla yang ditinggalkan pun mengambil cemilan dari dalam toples dan memakannya dengan lahap.
Dia bahkan tidak peduli lagi dengan kandungan gula yang ada di cemilan itu, yang paling penting dia menyukainya dan tidak membuatnya merasa mual.
Perempuan itu bahkan menghabiskan hampir satu toples cemilan sampai ketika Genta kembali hingga membuat genta terdiam beberapa saat menatap istrinya yang lahap memakan cemilan.
"Sayang, kalau kau makan terlalu banyak cemilan, nanti tidak ada tempat untuk sarapanmu," ucap Genta sembari meletakkan baki di atas meja.
Keyla langsung menatap toples yang ada di tangannya, dan dia baru menyadari bahwa sekarang hanya tinggal beberapa biji cemilan di dalam toples itu.
"Ahh,, aku tidak sadar, tapi aku masih mau makan," kata Kayla dengan mata berminar-binar langsung membuat Genta mengganggukan kepalanya.
Dia selalu dihantui oleh rasa takutnya setelah mendengarkan penjelasan dokter bahwa perempuan itu tidak boleh berada dalam suasana hati yang buruk, untuk saat ini mereka hanya perlu mengikuti apapun yang diinginkan oleh Keyla.
__ADS_1
Melihat suaminya yang mengizinkannya menghabisi camilan itu, maka Keyla kembali tersenyum dan dia pun menghabisi cemilan yang ada di dalam toples.
Genta pun meninggalkan Keyla dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mengecek air yang ia tampung di bak berendam.
Pria itu mematikan keran air sebelum kembali menghampiri Kayla dan terkejut melihat Kayla menatapnya dengan wajah masamnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Genta sembari duduk di samping istrinya.
"Bukan kau yang membuat susu ini!!! Pasti ibu yang membuatnya!" Tugas Keyla yang jelas mengetahui perbedaan susu yang dibuat oleh Genta dan Hera.
Jika Genta yang membuat susu, maka susunya lebih encer dan manis karena pria itu menambahkan gula, sementara jika Hera yang membuat susu, maka susunya tidak terlalu manis namun sangat kental karena semua yang dimasukkan ke dalam gelas ialah bubuk susu tanpa ditambah gula.
Begitu tiba di dapur, Hera dan nyonya besar Ozon kebingungan menatap pria itu terburu-buru membuang susu yang ada di dalam gelas lalu mengambil susu baru.
"Apakah kita tidak menyukai susunya?" Tanya Hera.
"Dia tahu kalau bukan aku yang membuat susunya, jadi aku datang untuk membuatkan ulang," jawab Genta langsung membuat nyonya besar Ozon dan juga Hera tidak mampu berkata apa-apa lagi sehingga mereka hanya bisa berbalik dan mengerjakan pekerjaan mereka.
__ADS_1
Setelah beberapa saat nyonya besar Ozan mendengar suara gelas yang bersenggongan dengan sendok yang digunakan Genta mengaduk susu dalam gelas, maka nyonya besar Ozon pun berbalik menatap cucunya.
"Kalau bisa, tanyakan pada Keyla makanan apa yang ia inginkan, supaya nanti kami tidak lelah-lelah lagi mengganti makanannya," ucap nyonya besar Ozon yang mana mereka saat ini sedang membuat semua jenis makanan hanya karena takut nanti Keyla akan meminta bermacam-macam, dan lagi tadi ketika mereka hendak mulai memasak, Mereka pergi mengetuk pintu kamar Keyla dan Genta namun tidak mendapatkan jawaban.
Hal itu membuat nyonya besar Genta dan Hera hanya bisa menebak-nembak makanan apa yang akan mereka buat untuk sarapan di pagi hari itu.
"Baik Nek, nanti aku akan mengirim pesan dari kamar karena aku takut meninggalkannya lama-lama, tadi aku meninggalkannya di tepi ranjang dan ketika datang ke sana sudah berpindah ke sofa," ucap Genta segera membawa susunya Ke luar dari dapur dengan 2 perempuan yang ada di sana menatap pria itu dengan bingung.
"Istrinya hanya berpindah sedikit saja, dari tempat tidur ke sofa, tapi dia sangat khawatir?" Ucap Nyonya besar Ozon.
Hera menatap Ibu mertuanya, lalu perempuan itu tersenyum, "dia jadi sangat cemas sejak berbicara dengan dokter, biarkan saja dia menjaga istrinya dengan baik, yang penting Keyla tidak kenapa-kenapa," ucap Hera.
"Ah,, ya, kandungan Keyla lemah, itu sebabnya Genta sangat khawatir," ucap nyonya besar Ozon sembari menghela nafas dan perempuan itu pun melanjutkan pekerjaannya di dapur.
Hera pun tidak mengatakan apapun lagi, perempuan itu melanjutkan pekerjaannya dengan sesekali menatap ke arah ponselnya yang diletakkan di atas meja, dia menunggu pesan dari putranya.
Setelah beberapa saat, akhirnya sebuah pesan masuk ke ponsel Hera hingga perempuan itu dengan cepat mencuci tangannya sebelum mengambil ponselnya untuk membaca pesan yang masuk.
__ADS_1
Tetapi saat itu, hera akhirnya terdiam di tempatnya ketika dia melihat makanan yang diinginkan oleh Keyla untuk menu sarapan.
"Ibu," ucap Hera mendekati nyonya besar Ozon lalu perempuan itu pun memperlihatkan layar ponselnya pada nyonya besar Ozon hingga membuat nyonya besar Ozon menghentikan gerakan tangannya yang saat itu sedang membuat saus.