
Citata baru bernafas dengan lega setelah Dia melihat semua orang-orang yang bersama-sama dengan Nyonya Darson kini telah berdiri dan sepertinya akan meninggalkan tempat itu.
Maka, Citata pun barulah menikmati makanannya dan perempuan itu menjadi lebih fokus lagi untuk berbincang-bincang dengan Keyla.
Tapi Siapa yang menyangka, Baru beberapa menit dia merasa lega, tiba-tiba saja dia dikejutkan oleh perempuan yang datang menghampiri mereka.
"Keyla," ucap Nyonya Darson benar-benar membuat Citata mempererat genggamannya pada garpu dan pisaunya.
"Ah, tante," ucap Keyla segera berdiri menyambut perempuan itu.
"Jangan panggil tante, panggil saja Ibu, meskipun perjodohanmu dengan Rion tidak berjalan dengan lancar, tetapi ibu tetap menganggapmu sebagai anak Ibu, jadi jangan pernah mengganti panggilanmu pada ibu," ucap Nyonya Darson langsung membuat Keyla menoleh ke arah Chitata dan dia merasa tidak enak pada perempuan itu.
__ADS_1
Meski begitu, Keyla tetap menganggukkan kepalanya, "baik Ibu, tapi,,, Aku tidak tahu kalau ibu di sini, duduklah dan makan bersama kami," kata Keyla langsung membuat menyadarkan menganggukan kepalanya lalu perempuan itu pun duduk di samping keyla.
Baik Citata maupun Keyla tidak mengharapkan perempuan itu bergabung bersama-sama dengan mereka, tetapi tentunya mereka juga tidak bisa mengusirnya sehingga Keyla hanya menatap Citata dengan rasa bersalahnya.
"Itu,, perkenalkan ini temanku, namanya Citata," ucap Keyla memperkenalkan Citata pada Nyonya Darson.
"Halo tante," kata Citata mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Nyonya Darson tetapi Nyonya Darson tetap duduk dengan diam di tempatnya menatap perempuan di depannya.
Hal itu membuat catatan merasa canggung hingga Akhirnya dia pun menarik kembali tangannya dan tidak tahu lagi harus berkata apa pada perempuan di depannya.
Keyla yang melihat kecanggungan itu berusaha mencairkan suasana dengan cara berkata, "ibu, aku akan memanggil pelayan untuk memesan--"
__ADS_1
"Tidak usah," sela Nyonya Darson, "Ibu hanya mampir menyapamu sebentar, Oh ya, besok datanglah ke rumah karena besok Ibu mau memasak sesuatu untukmu," ucap Nyonya Darson benar-benar membuat Kayla semakin tidak enak pada Citata.
"Ahh, itu, akan ku usahakan untuk datang," ucap Keyla.
"Ya, Rion juga akan ada di rumah Besok, jadi kita bisa makan siang 1 keluarga," ucap Nyonya Darson sembari mengambil tasnya lalu perempuan itu pun pada Keyla dan pergi meninggalkan restoran tersebut.
Begitu Nyonya Darson pergi, maka Keyla langsung menatap Citata dan dia melihat bahwa suasana hati perempuan itu sedang tidak baik, sehingga dia berkata, "maaf, Aku tidak tahu kalau ternyata Nyonya Darson ada di restoran ini, kalau aku tahu, maka aku--"
"Tidak, cepat atau lambat aku pasti akan bertemu dengannya, tapi sepertinya dia sudah mengetahui tentang hubunganku dengan Rion sehingga dia bersikap begitu dingin padaku," ucap Citata sembari menghela nafas dengan panjang.
Keyla tidak tahu harus berkata apa pada perempuan di depannya, sebab situasi perempuan itu memanglah sulit karena perempuan itu berasal dari keluarga yang tidak berada sementara Rion berasal dari keluarga yang mempunyai segalanya.
__ADS_1
Apalagi pria itu adalah anak satu-satunya dari keluarga Darson, sehingga pastilah keluarganya berharap pria itu menikah dengan orang yang tepat yang harus berasal dari keluarga baik-baik.
Meski begitu, Keyla masih tetap berusaha menghibur Citata dengan cara berkata, "Ahh,, itu, Aku yakin dia akan menyukaimu setelah cukup lama mengenalmu."