
Broomm....!!!
Buk!
Brak!
Genta menggertakan giginya ketika dia melihat rekaman CCTV kecelakaan yang dialami oleh Kayla.
Pria itu mengepal kuat tangannya lalu dia kemudian meninggalkan polisi yang bersamanya, ia langsung pergi menghampiri sebuah.
"Buka selnya!!" Perintah Genta pada seorang polisi yang ada di sana membuat polisi itu kebingungan di tempatnya, entah akan membuka atau tidak.
Sebab bagaimanapun, dia melihat bahwa pria yang sedang memerintahkannya itu memiliki niat besar untuk memukul pria yang ada di dalam sel, yang mana pria dalam sel itu telah memojok di sudut ruangan karena ketakutan.
Apalagi, tubuh gentayang tinggi besar dan kekar itu pasti akan membuat siapapun yang terkena pukulannya akan menderita kesakitan yang luar biasa.
Sebagai seorang polisi, dia tidak mungkin membiarkan pria itu memukul seseorang di kantor polisi, tetapi ketika dia melihat sang atasan yang tadi berbicara dengan Genta memberi kode padanya, maka pria itu dengan cepat membuka sel tempat pria pelaku penabrakan di kurung.
Pria yang sudah meringkuk di pojok ruangan langsung ketakutan melihat sang polisi malah membiarkan seorang pria datang untuk memukulinya.
__ADS_1
Maka pria itu dengan cepat menyatukan kedua tangannya di dadanya dan memohon pada Genta "Tolong.. tolong!! Ampuni saya, saya benar-benar tidak sadar saat mengendarai mobilnya!!!" Teriak pria itu dengan raut wajah ketakutannya melihat Genta yang semakin mendekat ke arahnya.
Sayangnya, Genta yang mendengarkan ucapan pria itu tidak tertarik untuk meladeninya sehingga dia hanya mengulurkan tangannya yang kekar lalu mengangkat pria itu dari duduknya dan mengayunkan satu tangannya yang telah terkepal kuat.
Buk!!
Ayunan tangan Genta langsung mendarat mulus di pipi pria yang sedang ia pegang disusul sebuah tendangan, lalu sebuah tinjuan, lalu tendangan dan tendangan lagi.
Buk!
Buk!
Buk!
Para polisi yang ada di sana tidak mengatakan apapun, lagi pula area dalam sel tidak diawasi oleh CCTV, hanya di bagian luarnya saja yang diawasi oleh CCTV sehingga mereka bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
Buk!
Buk!
__ADS_1
Buk!
Seorang polisi perempuan yang menyaksikan itu langsung berbalik pergi, sementara Genta yang ada di sana masih terus memukul pria yang sudah membuat Keyla terbaring di ranjang rumah sakit.
Setelah beberapa saat terus memukul, ia melihat bahwa pria yang telah Ia pukul Itu tampak sangat sekarat lalu dia akhirnya menyudahi pukulannya dan mundur mengambil sapu tangan miliknya lalu menyeka darah yang ada di tangannya.
"Tuan," ucap kepala polisi di tempat itu sembari menyerahkan satu lembar sapu sapu tangannya karena dia melihat bahwa sapu tangan yang ada di tangan Genta telah berlumuran darah namun pria itu masih harus membersihkan keringatnya.
Genta memandang kepala polisi selama beberapa saat, lalu mengambil sapu tangan itu dan menyekah keringatnya.
"Aku ingin dia diberikan hukuman yang pantas! Ah, Jangan biarkan dia mati karena kematiannya berada di tanganku!!" Ucap Genta dengan suara yang dingin lalu pria itu kemudian keluar dari kantor polisi untuk kembali ke rumah sakit.
Karena itu ialah hari kedua setelah Keyla ditabrak oleh pengendara yang mabuk, maka saat tiba di rumah sakit, Genta menghampiri Keyla telah dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP di lantai 30.
Di kamar VVIP itu, Genta melihat bahwa tidak ada satupun orang yang berjaga di sana sehingga kamar itu amatlah sepi.
"Kau dari mana?" Tanya Keyla ketika dia melihat Genta yang menghampirinya tampak berantakan dan bau keringat pria itu amatlah menyengat.
"Jangan banyak bicara, kau sedang sakit," ucap Genta memperhatikan perempuan di depannya yang mana beberapa bagian tubuhnya diperban dan di gips, serta selang infus menggantung di lengan perempuan itu.
__ADS_1
Tetapi Keyla yang mendengarkan ucapan Genta tidak terlalu memperdulikannya, "aku dengar dari ibu kalau kau turun langsung untuk menangkap pria yang menabrakku? Terima kasih," ucap Keyla yang meski dia sangat membenci pria di depannya, namun dia tetap harus berterima kasih pada pria itu sebab pria itu memang sangat memperdulikannya.
"Hm, tapi kenapa kau membahayakan nyawamu untuk menyelamatkan perempuan itu?!" Tanya Genta dengan kesal sebab dia benar-benar marah setelah mengetahui identitas Citata yang mana perempuan itu ternyata ialah perempuan simpanan Rion.