
Setelah Keyla diperiksa oleh dokter, maka Genta pun segera berbincang dengan dokter itu di luar kamar.
"Bagaimana keadaannya?" Tanya Genta dengan suara yang pelan, sebab saat itu dia sengaja tidak menutup pintu kamar agar dia masih bisa mendapat keyla yang tertidur di atas ranjang.
Tetapi dia tidak ingin berbincang dengan dokter di dalam kamar sebab dia takut Kayla yang sedang tidur akan terbangun ketika mendengar suara berisik.
"Dia hanya kelelahan sedikit, jadi setelah beristirahat dan diberikan vitamin dia akan merasa lebih baik. Namun kali ini saya benar-benar tegas mengatakan bahwa dia tidak boleh lagi mengalami kelelahan meski hanya sedikit saja! Yang paling penting adalah pikiran akan bagus kalau dia terus bahagia seperti saat ini, jadi saya mohon sekali Jika ada berita buruk, tidak perlu memberitahukan padanya!!" Kata Sang dokter dengan tegas Sebab Dia cemas perempuan itu mungkin akan mengalami sesuatu yang buruk jika masih melakukan aktivitas yang memberatkannya.
Genta yang mendengarkan ucapan sang Dokter, dan dia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan terus berhati-hati menjaga perempuan itu.
"Terima kasih Dok, kalau begitu saya kembali masuk ke dalam kamar, kalian boleh melanjutkan pekerjaan kalian," ucap Genta meninggalkan para dokter yang ada di hadapannya, lalu dia pun kembali menemani Kayla Yang Sudah terlelap di tempat tidur.
Sementara para dokter yang meninggalkan kamar, mereka baru saja tiba di lantai bawah Barto langsung menyambut mereka dan menanyakan kabar Keyla.
Setelah mengetahui bahwa Keyla baik-baik saja, maka Barto pun dengan tenang kembali ke acara pernikahan dan menyapa beberapa tamu yang ada di sana yang merupakan kenalannya juga.
Setelah ditinggalkan oleh kedua mempelai, acara pernikahan Kayla dan Genta pun masih berlanjut beberapa jam kemudian sampai satu persatu tamu pun berpamit meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Rumah kaca yang telah kosong kemudian membuat tempat itu terlihat lebih baik hingga satu keluarga Ozon pun semuanya duduk mengelilingi satu meja bundar yang ada di sudut kanan ruangan.
"Itu,, Apa kata dokter tentang Keyla?" Tanya nyonya besar Ozon yang mana dia belum sempat berbicara dengan Barto karena tadi dia berbincang-bincang dengan para tamu.
"Kakak ipar baik-baik saja, hanya saja dokter mengatakan bahwa ini yang terakhir kalinya Keyla mengalami kelelahan, dan kedepannya harus lebih menjaganya dengan hati-hati. Ahh,, dokter juga menambahkan kalau tidak boleh ada kelelahan secara mental, Jadi kalau ada kabar buruk tidak perlu dikatakan padanya," ucap Barto.
Semua orang menganggukkan kepala mereka dan mereka jelas setuju dengan apa yang dikatakan oleh dokter.
Mereka pun berbincang-bincang beberapa saat sampai salah seorang pelayan tiba-tiba saja menghampiri Barto.
"Tuan agas berpesan bahwa dia akan pulang lebih dulu," ucap pelayan itu langsung membuat Barto mengerutkan keningnya.
Tiga orang yang ditinggalkan oleh Barto langsung menatap Barto, Hera dan nyonya besar oson menghela nafas atas kelakuan Barto.
Meski begitu kau maka keduanya menahan diri di depan Adam, karena tentunya mereka tidak mau membuat pria itu mengamuk.
"Apa kalian mengenal pria bernama agas?" Tanya Adam pada kedua orang di depannya.
__ADS_1
"Ahh, ya, itu temanya Barto, mereka sudah lama bersama-sama, tapi hanya teman saja!!" Ucap Hera dengan penuh penekanan.
"Ahh,," Adam menganggukkan kepalanya, pria itu pun berdiri meninggalkan tempat tersebut Sebab Dia masih memiliki beberapa berkas yang harus ia periksa meskipun itu adalah hari pernikahan anaknya.
Begitu Adam pergi, maka Hera pun berdiri sembari menatap Ibu mertuanya, "aku akan berbicara dengan Barto sebentar, Ibu kembalilah ke rumah," ucap Hera diangguki oleh nyonya besar ozon.
Makasih telah berbicara dengan ibu mertuanya, Hera pun pergi ke depan rumah kaca dan menatap Barto yang sedang bersama-sama dengan Agas.
Dia menjaga jarak dari kedua orang itu, namun masih bisa mendengar percakapan kedua pria itu.
"Apa kau yakin mau pergi?" Tanya Barto pada pria yang ada di depannya.
"Ya, Aku harus pergi, meskipun orang tuaku menjodohkan ku dengan perempuan itu, Tapi aku berjanji padamu, Aku tidak akan pernah menyentuh perempuan itu walau hanya sedikitpun." Kata Agas sembari mengulurkan tangannya lalu dia pun memeluk Barto dengan hangat.
Hera yang mendengarkan itu segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan dia benar-benar tidak bisa menerima bahwa putranya benar-benar memiliki kekasih seorang pria.
'Apakah tidak ada cara untuk membuatnya berpaling dari kebiasaannya? tapi pendeta dari kue juga sudah meramalkan hal ini, dan mengatakan bahwa Barto tidak akan memberikan keturunan bagi keluarga kami, yang artinya pria itu akan selamanya,,,' Hera menutup mulutnya dengan kedua tangannya, ia merasa begitu sakit hati memikirkan tentang Putra keduanya.
__ADS_1
Kalau Putra pertamanya melakukan kesalahan dengan meniduri adik angkatnya, itu masih bisa ditolerir karena sekarang mereka mendapatkan cucu dari Keyla dan Genta, Tetapi bagaimana dengan Putra keduanya?