Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
40


__ADS_3

Di dalam sebuah mobil yang sedang berjalan menuju sebuah rumah sakit, Adam menatap istrinya sembari berkata, "Genta beberapa kali bolos ke kantor hanya untuk menjaga Keyla di rumah sakit. Apakah mereka memang memiliki hubungan yang sedekat Itu?"


Pertanyaan itu langsung membuat Hera berpikir beberapa detik lalu berkata, "hm, selama ini mereka tidak pernah terlihat dekat, bahkan ketika bersama-sama, keduanya tidak pernah saling menyapa atau saling tegur di hadapan kita. Mungkinkah Genta jadi merasa bersalah pada adik angkatnya sehingga setelah adik angkatnya mengalami musibah barulah pria itu sadar dan akhirnya memperdulikan adiknya?"


Adam menganggukkan kepalanya dengan pelan, "selama ini hanya Barto saja yang sangat peduli pada Keyla, tetapi bagus juga sekarang Genta jadi memperhatikan adik angkatnya. Dengan begitu, mereka bertiga Jadi terlihat seperti saudara sungguhan," ucap Adam yang selama ini selalu berharap bahwa ketiga anak itu selalu akur satu sama lain dan tidak memperdulikan tentang status saudara angkat mereka, namun saling menyayangi seperti saudara kandung.


"Hm, benar, selama ini Genta tidak pernah memperdulikan Keyla, jadi meski musibah yang menimpa Kayla saat ini membuat perempuan itu sangat menderita, namun ada bagusnya juga bahwa Kakak pertamanya menjadi lebih peduli padanya." Ucap Hera yang kini merasa tenang bahwa semua anak-anak mereka menjadi akur satu sama lain dan tidak ada lagi jarak yang terlihat di antara mereka.


Setelah berbincang-bincang cukup lama dalam mobil, akhirnya mereka tiba di rumah sakit lalu saya pasang semua istri itu pun naik menuju lantai VVIP untuk menemui Putri angkat mereka yang saat itu akan meninggalkan rumah sakit.


Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, maka Adam langsung membuka pintu kamar tersebut dan pria itu langsung menutup pintunya saat ia melihat sesuatu yang tak perlu ia lihat.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Hera yang merasa heran dengan sikap suaminya.


Adam tetap memegang handle pintu untuk menjaga istrinya tidak membuka pintu itu, tetapi pikiran pria itu sangat dalam memikirkan sesuatu yang ia lihat sampai akhirnya ia mengulurkan tangannya lalu mengetuk pintu kamar.


Tok tok tok...


"Masuk," ucap Genta dari dalam langsung membuat Adam membuka pintu kamar lalu melihat pria itu sedang membantu Keyla naik ke tempat tidur.


"Karena dokter sudah mengizinkanku untuk pulang, Jadi aku dibantu oleh kakak untuk mengganti pakaianku," ucap Keyla langsung membuat Adam merasa tenang.


Sebab tadi ketika dia membuka pintu, pria itu memang melihat putranya menaikkan resleting gaun milik Keyla.

__ADS_1


Hal itu membuat Adam berpikir bahwa ada sesuatu yang tidak beres, tetapi kemudian dia merasa lega setelah mendengarkan ucapan Keyla.


"Ah begitu, tapi kenapa tidak memanggil perawat saja untuk membantumu?" Ucap Hera yang berpikir bahwa Keyla mungkin masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya sendirian padahal perempuan itu pasti masih kesulitan menggerakkan tubuhnya.


Genta yang ada di sana menggantikan Keyla menjawab, katanya, "dia tidak suka ada banyak orang yang masuk ke kamarnya, jadi aku yang membantunya."


"Ah begitu," Hera menganggukkan kepalanya dengan pelan lalu perempuan itu kemudian menatap barang-barang yang telah selesai dibereskan, "kalau begitu ibu akan menelpon sopir supaya dia datang mengangkut barang-barang ini ke mobil."


Setelah berbicara, Hera kemudian mengeluarkan ponselnya lalu perempuan itu pergi ke balkon untuk menelpon sang sopir, sementara Adam yang tertinggal dalam kamar pun melihat dua saudara angkat yang berinteraksi.


Genta membantu Keyla memperbaiki tali gaunnya, itu terlihat sangat manis untuk sepasang saudara.

__ADS_1


__ADS_2