Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
37


__ADS_3

Setelah Rion meninggalkan rumah temannya, pria itu menyetir sembari menghayal dan dia benar-benar tidak mengerti mengapa bahkan temannya yang merupakan seorang ahli pelacak terkenal malah tidak bisa menemukan Citata?


'Sebenarnya dia pergi meninggalkanku menggunakan apa? Kenapa tidak ada satupun jejak yang ia tinggalkan?' ucap Rion dalam hati yang mana saat ini yang bisa mereka andalkan hanyalah kamera CCTV jalanan yang harus diperiksa satu persatu.


Tetapi untuk mendapatkan informasi dari rekaman CCTV itu, maka membutuhkan waktu yang cukup lama sebab semuanya harus dilihat secara teliti.


Identitas perempuan itu tidak pernah terdaftar di manapun, baik itu di bandara, pelabuhan, stasiun, dan tempat-tempat lainnya, tidak ada perempuan yang bernama Citata yang menggunakan transportasi umum tersebut!!


Sembari menyetir, pria itu kebun teringat akan malam sebelumnya di mana perempuan itu sangat bermanja-manja padanya dan berkali-kali mengatakan bahwa perempuan itu sangat mencintainya.


"Kenapa aku tidak menyadari perubahannya?!!" Ucap Rion sembari memukul setir mobilnya.


Pria itu merasa begitu kesal dan sekarang otaknya menjadi buntu Apa alasan perempuan itu pergi meninggalkannya, bahkan tidak membawa apapun!

__ADS_1


Setelah cukup lama berkendara, pria itu baru teringat saat di mana ketika Keyla masuk rumah sakit dan Citata juga ada di sana, Jadi pria itu curiga bahwa Keyla mungkin ada hubungannya dengan semua itu sehingga dia memutar balik mobilnya untuk pergi ke rumah sakit.


Begitu Rion tiba di rumah sakit, pria itu melihat bahwa Keyla sendirian di dalam kamarnya sebab saat itu Genta sedang pergi untuk membeli sesuatu.


Clek!


Begitu pintu terbuka, Rion langsung melihat seorang perempuan yang sudah duduk bersandar di tempat tidur.


Tetapi Rion tidak terlalu peduli, dia menutup pintu kamar lalu dia menghampiri perempuan yang duduk di ranjang.


"Bagaimana keadaanmu?" Tanya Rion langsung membuat Keyla menganggukkan kepalanya dengan pelan.


"Apa yang membuatmu datang kemari?" Tanya Keyla yang merasa bahwa pria itu tidak mungkin datang hanya untuk menjenguknya, pastilah pria itu memiliki niat lain sehingga pria itu mau menyisihkan sedikit waktunya untuk datang ke rumah sakit.

__ADS_1


Rion yang mendengarkan pertanyaan perempuan di depannya benar-benar salut dengan perempuan itu, bahwa perempuan itu bisa langsung mengetahui maksud dan tujuannya datang.


"Citata yang membawamu ke rumah sakit, Apakah saat kalian bertemu kalian bertengkar?" Tanya Rion.


Keyla tersenyum tipis, "untuk apa kami bertengkar? Kami hanya membuat kesepakatan kecil saja," ucap Keyla dengan hati yang terasa begitu campur aduk sebab dia benar-benar kesal dengan pertanyaan pria itu.


Dia sudah mengikhlaskan bahwa dia gagal menikah dengan pria itu, tetapi sekarang pria itu malah datang dan membahas perempuan bernama Citata itu, meski dia merasa kasihan pada Citata, namun dia juga sangat marah namun tidak tahu harus marah pada siapa.


"Kalau begitu, kesepakatan yang kau buat dengan Citata ialah bahwa dia akan pergi dariku?" Tanya Rion yang kini begitu marah pada perempuan di depannya, sebab perempuan itu berani-beraninya menghampiri perempuannya sehingga membuat Citata pergi meninggalkannya!


"Apa?!" Keyla terkejut, "dia pergi meninggalkanmu?" Tanya Keyla yang tidak mengerti mengapa Citata pergi, padahal perempuan itu Bukankah seharusnya tetap tinggal di samping Rion karena perempuan itu sedang mengandung?


"Jangan berpura-pura tidak tahu, kau jelas mengancamnya untuk pergi!! Jadi katakan padaku ke mana kau membawa pergi perempuan itu!!!" Ancam Rion yang merasa bahwa Citata tidak mungkin memiliki keberanian untuk pergi sendiri, sebab perempuan itu tidak membawa apapun, sehingga seharusnya ada seseorang yang mungkin menyiapkan sesuatu sebagai bekal perempuan itu pergi dari apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2