
Oleh sebab itu, sang dokter langsung mengatakan kabar baik dengan berkata, "kalian Tenang saja, dia baik-baik saja, bayi dalam kandungannya juga baik-baik saja."
🤦🤦🤦
Hera yang mendengarkan ucapan dokter itu benar-benar terdiam di tempatnya karena dia tidak menyangka bahwa perempuan itu akan mengatakan tentang kehamilan keyla, Padahal dia sudah memberikan tanda bilang pada dokter tersebut agar tidak mengatakan apapun.
Sementara nyonya besar Ozon yang mendengarkannya, Dia terpaku di tempatnya melihat dokter yang baru saja berbicara, dan beberapa detik kemudian dia menatap ke arah Keyla yang terbaring di tempat tidur sebelum kembali menatap sang dokter.
"Kau bilang dia hamil?" Tanya nyonya besar Ozon dengan seluruh fokusnya ditujukan pada dokter yang ada di hadapannya.
Dokter menganggukkan kepalanya, "Iya, Dia sedang hamil dan dia mengalami gejala--"
"Anak tak tahu malu!!!" Teriak nyonya besar Ozon menyela ucapan dokter sembari menatap ke arah Keyla yang terbaring di atas brankar.
__ADS_1
"Ibu tenang lah,," kata Hera menenangkan Ibu mertuanya dengan merangkul perempuan itu.
Nyonya dasar Ozon menatap menantunya dengan tatapan marahnya, "Tenang katamu?!! Inilah yang dimaksud oleh pendeta dari kuil, mengatakan bahwa dia akan segera mempermalukan keluarga kita, ternyata karena dia hamil diluar nikah!!! Pastilah pria yang menghamilinya ini adalah pria tidak berguna yang--"
"Aku adalah Ayah dari anak yang ia kandung," sela Genta yang baru saja tiba di rumah sakit hingga membuat nyonya besar Ozon menatap ke arah cucunya yang baru saja tiba.
Perempuan itu terdiam di tempatnya mendengar cucunya sendiri mengaku bahwa pria itulah yang telah menghamili keyla.
Nyonya besar Ozon Benar-benar tidak mampu lagi berkata apa-apa, karena dia tidak menyangka bahwa ternyata apa yang dikatakan oleh pendeta dari kuil Memang benar, bahwa Keyla akan mempermalukan keluarga mereka, tetapi sekaligus akan membawa berkat yang tak terhingga bagi keluarga mereka.
Seorang anak dalam rahim perempuan itu ialah cicit asli keluarga Ozon!!!
"Ini tidak mungkin,," kata nyonya besar Ozon sembari memegangi kepalanya lalu dia pun berpegangan pada Hera dan berjalan keluar dari UGD.
__ADS_1
Melihat semua orang pergi bersama-sama dengan neneknya, maka Genta pun tidak berniat lagi menyusul semua orang, dan dia hanya duduk di kursi sembari memegangi tangan Kayla.
"Maafkan aku sayang, seharusnya aku tidak meninggalkanmu di rumah, seharusnya aku terus berada di sisimu," ucap Genta yang merasa menyesal bahwa dia telah meninggalkan Keyla sendirian di rumah.
Padahal Keyla Baru beberapa hari keluar dari rumah sakit, tapi sekarang kembali masuk rumah sakit karena tidak dijaga dengan baik.
Dia terus duduk di sana menunggu Keyla sampai akhirnya Keyla dipindahkan ke ruangan perawatan dan perempuan itu tersadar ketika Genta memperbaiki selimutnya.
"Sayang," kata Keyla menatap Genta saat itu tidak memperhatikannya karena sibuk mengangkat selimut yang terselip di bawah kaki Keyla.
"Kau sudah bangun," ucap Genta bersemangat menghampiri perempuan itu dan tanpa aba-aba mendaratkan ciuman di bibir Kayla.
Dia merasa begitu lega bahwa perempuan itu akhirnya bangun, "maaf, maafkan aku, seharusnya Aku tidak meninggalkanmu di rumah. Seharusnya aku lebih waspada karena keadaanmu yang sedang tidak terlalu baik, seharusnya pekerjaan bukan prioritasku sekarang," kata Genta yang benar-benar menyesal sudah lalai menjaga Keyla.
__ADS_1