Pemuas Hasrat Kakak Angkat

Pemuas Hasrat Kakak Angkat
112


__ADS_3

Setelah minuman dan cemilan disiapkan pelayan di atas meja, maka Keyla pun melihat nyonya besar Ozon meminum minuman yang ada di hadapannya.


Tanpa menunggu lama, maka Keyla juga mengambil teh yang ada di depannya lalu meminumnya secara perlahan.


Keyla mengerutkan keningnya saat ia merasakan rasa aneh pada teh tersebut.


"Ada apa?" Tanya nyonya besar Genta ketika dia melihat perubahan wajah Keyla yang jelas-jelas memperlihatkan ketidaksukaan Keyla pada minuman yang disiapkan oleh pelayannya.


"Ahh,, tidak apa-apa," ucap Kayla kembali memaksakan dirinya meminum teh yang ada di tangannya.


Nyonya besar Ozon tidak mengatakan apapun, Tetapi dia kemudian meletakkan tehnya dan kembali menatap keyla, "makanlah juga kuenya," ucap nyonya besar ozon.


Keyla menganggukkan kepalanya, lalu dia mengambil kue yang ada di atas meja lalu mencicipinya.


Saat itu, Keyla langsung merasakan gejolak mual dari perutnya, namun dia tidak bisa menyisakan kue yang sudah ada di tangannya sehingga sembari meramas ujung gaunnya di bawah meja, perempuan itu berusaha menahan dirinya dan menghabiskan kue yang ada di tangannya.

__ADS_1


Meski begitu, Keyla tidak bisa menghentikan keringatnya yang langsung bercucuran di wajahnya dan lehernya karena menahan rasa sakitnya.


"Kenapa kau begitu berkeringat?" Tanya nyonya besar Ozon yang merasa aneh pada perempuan di depannya Padahal mereka berada di ruangan yang sejuk, dia sendiri merasa agak dingin di tempat itu, tetapi Kayla malah berkeringat?


"Tidak apa nek, aku baik-baik saja," jawab Keyla tidak mengulurkan tangannya menyeka keringatnya melainkan dia menggunakan kedua tangannya meramas gaunnya sendiri berusaha menahan rasa mualnya dan mengatur nafasnya agar dia tetap tenang.


Tetapi nyonya besar Ozon yang melihat perempuan di depannya, dia semakin mengerutkan keningnya ketika melihat Keyla yang tidak bisa menyembunyikan kesakitannya hingga kening keyla semakin berkerut dan wajahnya menjadi pucat pasi.


Nyonya besar Ozon pun berkata, "Kau--"


"Huek!!!!" Keyla yang tidak bisa lagi menahan rasa mualnya akhirnya memuntahkan isi perutnya di hadapan nyonya besar Ozon hingga membuat nyonya besar Ozon berdiri karena terkejut.


Para pelayan yang melihat itu langsung mendekati Keyla, dan berusaha menyadarkan perempuan itu.


Sementara nyonya besar Ozon yang ada di sana, dia terdiam di tempatnya menatap Keyla yang mual hanya karena meminum teh dan memakan cemilan yang ia siapkan.

__ADS_1


"Cepat bawa dia ke rumah sakit!!!" Perintah nyonya besar Ozon yang kini merasa cemas bahwa Keyla mungkin saja memiliki alergi yang terkandung dalam makanan yang disiapkan oleh pelayan.


Para pelayan yang ada di sana segera mengangkat Keyla ke luar dari rumah kaca tersebut, sementara seorang pelayan lainnya segera menelpon ambulans agar datang ke rumah mereka.


Setelah pelayan mengurus Keyla, maka pelayan uatama yang selalu berada di sisi nyonya besar Ozon pun menghampiri nyonya besar ozon.


"Nyonya, saya tidak tahu apa yang salah, tapi saya akan menyuruh seseorang untuk menyelidiki makanan ini. Apakah Nyonya juga baik-baik saja?" Tanya pelayan itu yang merasa cemas bahwa mungkin saja di makanan itu ada racun karena nyonya Keyla tidak memiliki alergi terhadap makanan apapun.


Nyonya besar Ozon menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu dia berkata, "aku baik-baik saja, tapi mana mungkin di makanan ini ada racun. Bagaimana keadaan para pelayan yang mencicipi makanan ini sebelum disajikan?"


"Saya sendiri yang mencicipinya, Dan saya merasa baik-baik saja." Jawab pelayan yang masih terus merasa heran kenapa Keyla bisa sampai pingsan setelah memakan makanan yang mereka sajikan.


"Kalau tidak ada racun di makanan ini, Mungkinkah perempuan itu ada alergi?" Tanya nyonya besar Ozon pada pelayannya.


Sang pelayan berkata, "Tidak, Nona Keyla sama sekali tidak memiliki energi terhadap makanan apapun, Bahkan makanan yang tidak disukai oleh Nona keyla tidak pernah kami sajikan padanya, jadi--"

__ADS_1


"Kalau begitu, jangan-jangan dia hamil?" Kata nyonya besar yang saat ini entah kenapa tiba-tiba teringat akan menantunya yang ketika mengandung Genta juga memiliki gejala yang sama.


sedikit saja memakan makanan yang tidak cocok dengannya maka perempuan itu akan memuntahkan isi perutnya lalu jatuh pingsan.


__ADS_2